Dinamika Harga Sembako Jawa Timur: Cabai Melejit Dan Ayam Kampung Turun

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:00:05 WIB
Dinamika Harga Sembako Jawa Timur: Cabai Melejit Dan Ayam Kampung Turun

JAKARTA - Memasuki minggu pertama di bulan Februari 2026, peta harga kebutuhan pokok di wilayah Jawa Timur kembali menunjukkan pergerakan yang dinamis.

 Berdasarkan pantauan terbaru di berbagai pasar tradisional dan pusat distribusi, masyarakat kini dihadapkan pada fenomena "harga dua sisi". Di satu sisi, komoditas bumbu dapur seperti cabai dan protein hewani dari daging sapi mulai mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Namun, di sisi lain, angin segar datang bagi penikmat protein unggas, di mana harga ayam kampung justru menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan.

Fluktuasi harga ini menjadi catatan penting bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Jawa Timur. Pergerakan harga bahan pokok yang terjadi hari ini bukan sekadar angka di papan informasi pasar, melainkan cerminan dari kondisi pasokan di tingkat produsen serta distribusi logistik yang dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem di awal tahun yang melanda beberapa daerah sentra.

Lonjakan Harga Cabai Dan Daging Sapi Di Pasar Tradisional

Kenaikan yang paling terasa pada hari Kamis ini menimpa komoditas cabai. Baik cabai rawit maupun cabai merah besar kompak merangkak naik, membuat para pedagang harus melakukan penyesuaian harga jual kepada konsumen akhir. Kenaikan ini disinyalir terjadi karena berkurangnya pasokan dari daerah-daerah sentra produksi akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Jawa Timur, yang memicu risiko penurunan kualitas hasil petik.

Selain bumbu pedas tersebut, daging sapi juga menjadi sorotan utama dalam daftar belanja harian. Harga daging sapi di sejumlah pasar utama di Jawa Timur tercatat mengalami kenaikan. Meskipun stok di rumah potong hewan terpantau masih mencukupi untuk kebutuhan harian, meningkatnya biaya operasional logistik membuat harga di tingkat pengecer merangkak naik. Fenomena ini tentu menuntut konsumen untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja dapur, terutama bagi mereka yang mengandalkan daging sapi sebagai bahan baku utama usaha makanan.

Kejutan Penurunan Harga Ayam Kampung Bagi Konsumen Lokal

Di tengah tren kenaikan beberapa bahan pokok, harga ayam kampung justru memberikan kejutan positif dengan mengalami penurunan. Jika biasanya ayam kampung memiliki harga yang relatif tinggi dan cenderung stabil, hari ini laporan dari berbagai pasar di Jawa Timur menunjukkan angka yang lebih rendah dari hari sebelumnya. Penurunan ini diprediksi terjadi karena melimpahnya pasokan dari peternak lokal yang sedang memasuki masa panen, sementara permintaan masyarakat pada hari kerja cenderung stabil.

Penurunan harga ayam kampung ini tentu menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk beralih atau menambah variasi menu sehat di meja makan dengan biaya yang lebih terjangkau. Bagi pelaku bisnis kuliner spesialis ayam goreng atau ayam bakar tradisional, momen penurunan harga ini menjadi peluang untuk menjaga margin keuntungan tanpa harus menaikkan harga jual kepada pelanggan di tengah naiknya harga bumbu dapur seperti cabai.

Stabilitas Harga Bahan Pokok Utama Di Tengah Fluktuasi

Meskipun cabai dan daging sapi mengalami kenaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui data Siskaperbapo memastikan bahwa komoditas bahan pokok utama lainnya masih berada dalam koridor stabil. Beras, gula pasir, dan minyak goreng belum menunjukkan pergeseran harga yang berarti di pasar-pasar pantauan. Kestabilan pada sektor ini sangat krusial karena merupakan komponen terbesar dalam pengeluaran harian masyarakat luas di Jawa Timur.

Stabilitas ini tidak lepas dari upaya intervensi pemerintah daerah yang secara rutin memantau ketersediaan stok di gudang-gudang distribusi maupun distributor besar. Pengawasan rantai pasokan dilakukan secara ketat untuk mencegah adanya spekulan yang memanfaatkan momen fluktuasi harga komoditas lain untuk menaikkan harga bahan pokok utama secara sepihak, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau hari libur nasional.

Langkah Strategis Masyarakat Menghadapi Perubahan Harga Pangan Hari Ini

Menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif, masyarakat Jawa Timur diimbau untuk selalu memperbarui informasi harga melalui platform resmi milik pemerintah provinsi. Perbedaan harga antar-wilayah, misalnya antara Surabaya dengan kabupaten di wilayah Mataraman atau Madura, sering kali terjadi karena faktor biaya transportasi dan kedekatan lokasi pasar dengan daerah penghasil komoditas tersebut.

Konsumen disarankan untuk melakukan strategi belanja cerdas, seperti mencari alternatif bahan pangan yang harganya sedang turun atau berbelanja di pasar-pasar yang sedang menggelar program operasi pasar murah jika tersedia. Pemerintah Provinsi sendiri terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani sebagai produsen dan keterjangkauan harga bagi masyarakat sebagai konsumen akhir. Melalui koordinasi yang intensif antar-daerah, diharapkan fluktuasi harga seperti yang terjadi pada cabai dan daging sapi hari ini dapat segera mencapai titik keseimbangan kembali dalam waktu dekat.

Terkini