Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:00:28 WIB
Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026

JAKARTA - PT Bank Syariah Nasional (BSN) langsung tancap gas memperkokoh posisinya di industri perbankan syariah tanah air. Meski baru resmi mengudara pada 22 Desember 2025, bank hasil spin-off dari Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini telah menetapkan visi besar sebagai "Banknya Para Developer".

Strategi ini bukan tanpa alasan; BSN berambisi menguasai 23 persen pangsa pasar KPR subsidi secara nasional pada tahun 2026, sekaligus menjadi motor penggerak ekosistem perumahan berbasis syariah yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Langkah berani ini didukung oleh fondasi yang sudah mengakar kuat selama dua dekade. Sebagai pemain lama dengan wajah baru, BSN mewarisi rekam jejak sebagai pemegang pangsa pasar FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) terbesar kedua di Indonesia. Fokus pada sektor properti ini diharapkan mampu mempercepat penetrasi perbankan syariah di tengah meningkatnya kebutuhan hunian bagi masyarakat.

Rekam Jejak Solid dan Transformasi Bisnis Inti BSN

Walaupun entitas BSN secara resmi masih tergolong baru di pasar perbankan, pengalaman yang dibawa oleh tim di dalamnya telah teruji selama 20 tahun. Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menekankan bahwa transformasi ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan yang telah dibangun sebelumnya di bawah bendera BTN Syariah.

"Selama 20 tahun beroperasi, BSN yang sebelumnya merupakan Unit Usaha Syariah BTN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450 ribu nasabah, baik melalui pembiayaan konsumer maupun komersial," ujar Alex Sofjan Noor dalam acara BSN Developer Gathering 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Kepercayaan pasar terlihat jelas dari performa finansial perseroan sepanjang tahun 2025. BSN mencatatkan pertumbuhan aset yang impresif sebesar 20,51 persen. Sementara itu, dari sisi intermediasi, pertumbuhan pembiayaan berhasil menembus angka 25,02 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Alex menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari sinergi yang kuat. "Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BSN dan seluruh mitra strategis terutama para developer," tuturnya.

Ekspansi Jaringan dan Target Masif di Sektor Konsumer

Untuk mendukung target besar di tahun 2026, BSN telah menyiapkan infrastruktur fisik yang luas di seluruh Indonesia. Hingga penghujung 2025, perseroan telah mengoperasikan 118 outlet layanan, yang mencakup 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu. Kekuatan ini masih ditambah dengan dukungan dari 589 Kantor Layanan Syariah.

"Seluruh jaringan ini kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan untuk para nasabah dan developer sebagai mitra kami," jelas Alex.

Pada tahun 2026 ini, fokus utama BSN adalah memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end. Hal ini mencakup seluruh rantai nilai properti, mulai dari pembiayaan pembebasan lahan bagi pengembang, modal kerja konstruksi, hingga skema kepemilikan rumah bagi masyarakat atau end-user. Langkah strategis ini selaras dengan misi pemerintah dalam menyukseskan Program Tiga Juta Rumah yang menjadi pilar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Secara spesifik, BSN mematok target penyaluran KPR Subsidi sebanyak 73.700 unit pada tahun 2026. Angka ini setara dengan sekitar 23 persen dari total market share nasional. Bagi segmen non-subsidi, BSN menawarkan daya tarik kompetitif berupa margin promosi mulai dari 2,65 persen bagi pengembang pilihan (selected developer).

Inovasi Produk: Integrasi Pembiayaan Hunian dengan Investasi Emas

BSN tidak hanya fokus pada pembiayaan rumah konvensional, tetapi juga melahirkan inovasi produk yang menggabungkan kebutuhan hunian dengan aspek spiritual dan investasi. Salah satunya adalah KPR Ikhtiar Haji, sebuah produk unik yang memberikan manfaat tambahan berupa porsi haji atau paket umrah bagi nasabah. Selain itu, ada program KPR Golden Deal yang memberikan apresiasi berupa e-voucher emas bagi nasabah dari pengembang dengan performa realisasi tertinggi.

Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap instrumen investasi syariah seperti emas sangat tinggi. Hal ini direspons dengan kehadiran produk BSN Cicil Emas yang menawarkan margin mulai sembilan persen dengan tenor hingga lima tahun.

"Kami juga menawarkan program BSN Home & Gold, yakni bundling KPR dan pembiayaan emas dengan skema uang muka khusus," ujar Penta. Inovasi lainnya adalah program BSN Bonus Emas, di mana nasabah yang menunjukkan kedisiplinan dalam membayar angsuran selama satu tahun akan mendapatkan emas yang cicilannya difasilitasi oleh mitra developer.

Akselerasi Digital Melalui Peluncuran Super App Bale Syariah

Menyadari pentingnya aspek teknologi dalam pelayanan perbankan modern, BSN siap meluncurkan platform digital terbaru mereka minggu ini. Aplikasi bernama Super App Bale Syariah by BSN ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah dalam bertransaksi secara real-time dan efisien.

"Bale Syariah by BSN merupakan aplikasi perbankan digital syariah yang memudahkan nasabah bertransaksi secara aman, cepat, dan sesuai prinsip syariah. Aplikasi ini mudah diunduh melalui smartphone, memiliki proses registrasi yang praktis, serta memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi dengan mudah dan efisien kapan saja dan di mana saja," kata Penta menjelaskan keunggulan platform tersebut.

Dengan integrasi antara layanan fisik yang luas, inovasi produk yang variatif, serta dukungan teknologi digital yang mumpuni, BSN optimistis mampu memenuhi target 23 persen pangsa pasar KPR pada 2026. Langkah ini diharapkan tidak hanya menguntungkan perseroan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat Indonesia melalui prinsip-prinsip syariah yang berkeadilan.

Terkini