Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Investor Pantau Peluang Beli Saat Harga Melemah

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:14:03 WIB
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Investor Pantau Peluang Beli Saat Harga Melemah

JAKARTA - Pergerakan harga emas batangan kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Pada perdagangan hari ini, harga emas menunjukkan koreksi setelah sebelumnya sempat mengalami penguatan.

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat turun sebesar Rp17.000 dari semula Rp2.973.000 menjadi Rp2.956.000 per gram pada Kamis (5 Februari 2026). Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga emas sempat mengalami lonjakan cukup signifikan.

Pada Rabu (4 Februari 2026), harga emas batangan tercatat naik hingga Rp27.000 per gram. Kondisi tersebut membuat sebagian investor memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi jual.

Perubahan harga emas ini mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak mengikuti berbagai sentimen global dan domestik. Meski mengalami penurunan, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena dinilai relatif stabil dalam jangka panjang.

Selain harga jual, nilai beli kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penyesuaian. Berdasarkan pembaruan data pada Kamis (5 Februari 2026) pukul 08.30 WIB, Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.720.000 per gram.

Angka tersebut turun dibandingkan posisi sebelumnya pada Rabu (4 Februari 2026). Pada hari itu, harga buyback emas batangan Antam tercatat sebesar Rp2.737.000 per gram.

Perubahan harga buyback menjadi salah satu indikator penting bagi investor yang ingin mencairkan kepemilikan emasnya. Selisih antara harga jual dan buyback juga kerap menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu transaksi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa harga emas tidak selalu bergerak satu arah. Investor perlu memahami bahwa fluktuasi harga merupakan bagian dari dinamika pasar logam mulia.

Meski begitu, emas tetap sering dijadikan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Banyak masyarakat masih memandang emas sebagai pilihan aman untuk menjaga nilai kekayaan.

Pergerakan Harga Emas Antam Hari Ini

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis (5 Februari 2026) tercatat turun sebesar Rp17.000 per gram. Harga emas kini berada di level Rp2.956.000 per gram dari sebelumnya Rp2.973.000.

Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga emas sempat melonjak cukup tinggi. Pada Rabu (4 Februari 2026), harga emas batangan naik hingga Rp27.000 per gram.

Perubahan harga dalam dua hari berturut-turut ini mencerminkan volatilitas yang masih terjadi di pasar emas. Kondisi tersebut kerap dipengaruhi oleh pergerakan harga emas global serta sentimen ekonomi dunia.

Harga emas global sendiri sering dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, nilai tukar dolar AS, dan kondisi geopolitik. Ketika ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap emas biasanya ikut naik.

Namun, ketika pasar mulai stabil atau investor beralih ke instrumen lain, harga emas bisa mengalami koreksi. Hal ini terlihat dari penurunan harga emas Antam yang terjadi hari ini.

Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harian ini biasanya tidak terlalu menjadi masalah. Mereka cenderung melihat tren harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, bagi investor jangka pendek, perubahan harga harian justru menjadi peluang untuk melakukan transaksi. Momentum penurunan harga sering dimanfaatkan sebagai kesempatan membeli.

Harga emas yang turun Rp17.000 per gram hari ini bisa dianggap sebagai koreksi wajar. Penurunan ini tidak serta-merta mengubah prospek emas sebagai aset lindung nilai.

Pergerakan ini juga menunjukkan bahwa pasar emas tetap dinamis. Investor perlu memantau perkembangan terbaru agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

Di tengah kondisi ekonomi global yang terus berubah, emas masih dianggap sebagai aset yang relatif aman. Hal ini membuat minat masyarakat terhadap logam mulia tetap terjaga.

Dengan demikian, meskipun harga emas hari ini turun, daya tarik emas sebagai instrumen investasi tetap kuat. Banyak investor justru melihat kondisi ini sebagai peluang untuk menambah kepemilikan.

Perubahan Harga Buyback dan Dampaknya bagi Investor

Selain harga jual, nilai beli kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penyesuaian. Pada Kamis (5 Februari 2026) pukul 08.30 WIB, harga buyback ditetapkan sebesar Rp2.720.000 per gram.

Angka ini turun dibandingkan hari sebelumnya. Pada Rabu (4 Februari 2026), harga buyback emas Antam tercatat sebesar Rp2.737.000 per gram.

Perubahan harga buyback menjadi perhatian bagi investor yang berencana menjual emasnya. Nilai ini menentukan seberapa besar dana yang akan diterima saat mencairkan emas batangan.

Selisih antara harga jual dan harga buyback dikenal sebagai spread. Spread ini menjadi salah satu biaya tidak langsung yang perlu diperhitungkan oleh investor.

Ketika harga emas naik, investor biasanya lebih tertarik untuk menjual. Sebaliknya, saat harga turun, sebagian investor justru memilih menahan atau menambah kepemilikan.

Harga buyback yang turun sejalan dengan penurunan harga jual emas hari ini. Hal ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang mengalami koreksi.

Meskipun demikian, banyak investor tetap memandang emas sebagai aset jangka panjang. Mereka tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek.

Bagi investor yang memiliki tujuan jangka panjang, perubahan harga harian justru dianggap sebagai dinamika wajar. Fokus utama mereka adalah menjaga nilai aset dalam jangka waktu yang lebih lama.

Namun, bagi investor aktif, perubahan harga buyback menjadi faktor penting dalam menentukan waktu transaksi. Mereka cenderung memanfaatkan momentum harga untuk memaksimalkan keuntungan.

Dengan memahami mekanisme harga jual dan buyback, investor dapat membuat keputusan yang lebih rasional. Hal ini penting agar investasi emas tetap memberikan manfaat optimal.

Perubahan harga buyback juga mencerminkan kondisi permintaan dan penawaran di pasar emas domestik. Ketika permintaan meningkat, harga buyback biasanya ikut terdorong naik.

Sebaliknya, saat permintaan melemah, harga buyback cenderung menyesuaikan. Kondisi inilah yang terlihat pada pergerakan harga hari ini.

Daftar Harga Emas Antam Terbaru per Kamis 5 Februari 2026

Harga emas batangan Antam tersedia dalam berbagai ukuran. Masing-masing ukuran memiliki harga yang disesuaikan dengan berat dan pajak yang berlaku.

Untuk ukuran 0,5 gram, harga dasar tercatat sebesar Rp1.528.000 dengan harga setelah pajak Rp1.531.820. Ukuran ini sering dipilih oleh masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas dengan dana terbatas.

Untuk ukuran 1 gram, harga dasar berada di angka Rp2.956.000 dan harga setelah pajak sebesar Rp2.963.390. Ukuran ini menjadi salah satu yang paling diminati karena fleksibel dan mudah diperjualbelikan.

Pada ukuran 5 gram, harga dasar tercatat Rp14.555.000 dengan harga setelah pajak Rp14.591.388. Ukuran ini biasanya dipilih oleh investor yang ingin menyimpan emas dalam jumlah lebih besar.

Untuk ukuran 10 gram, harga dasar berada di Rp29.055.000 dan harga setelah pajak Rp29.127.688. Ukuran ini sering dijadikan pilihan bagi investor jangka menengah.

Pada ukuran 50 gram, harga dasar tercatat Rp144.945.000 dengan harga setelah pajak Rp145.307.363. Ukuran ini cocok bagi investor yang ingin mengamankan dana dalam bentuk emas fisik.

Untuk ukuran 100 gram, harga dasar berada di Rp289.812.000 dan harga setelah pajak Rp290.536.530. Ukuran ini biasanya dibeli oleh investor dengan modal lebih besar.

Pada ukuran 500 gram, harga dasar tercatat Rp1.448.320.000 dengan harga setelah pajak Rp1.451.940.800. Ukuran ini termasuk dalam kategori pembelian besar dengan tujuan investasi jangka panjang.

Sementara itu, untuk ukuran 1.000 gram atau 1 kilogram, harga dasar berada di Rp2.896.600.000 dan harga setelah pajak sebesar Rp2.903.841.500. Ukuran ini umumnya diminati oleh investor institusi atau individu dengan dana besar.

Daftar harga ini mencerminkan struktur harga emas Antam yang bervariasi sesuai ukuran. Semakin besar ukuran, biasanya harga per gram relatif lebih efisien dibandingkan ukuran kecil.

Meskipun demikian, pilihan ukuran tetap disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan masing-masing investor. Tidak ada ukuran yang benar atau salah, selama sesuai dengan strategi investasi.

Harga-harga tersebut berlaku pada Kamis (5 Februari 2026). Perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar emas global dan domestik.

Prospek Emas di Tengah Dinamika Pasar

Meskipun harga emas hari ini mengalami penurunan, prospek emas sebagai aset investasi masih dinilai positif. Banyak investor tetap menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Fluktuasi harga emas sering kali dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar, suku bunga, dan kondisi geopolitik global. Ketika ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap emas biasanya ikut naik.

Sebaliknya, ketika pasar saham dan instrumen berisiko lainnya menguat, minat terhadap emas bisa menurun sementara. Kondisi inilah yang menyebabkan harga emas tidak selalu bergerak naik.

Bagi investor jangka panjang, emas sering dijadikan sebagai alat diversifikasi portofolio. Dengan memiliki emas, risiko kerugian akibat fluktuasi aset lain dapat ditekan.

Harga emas yang turun Rp17.000 per gram hari ini bisa menjadi peluang bagi investor yang ingin menambah kepemilikan. Banyak investor justru menunggu momen koreksi harga untuk melakukan pembelian.

Di sisi lain, investor yang telah membeli emas pada harga lebih rendah mungkin memanfaatkan momentum sebelumnya untuk menjual. Strategi ini umum dilakukan oleh investor jangka pendek.

Namun, penting bagi investor untuk tidak semata-mata berfokus pada pergerakan harga harian. Tujuan investasi dan horizon waktu tetap menjadi faktor utama dalam menentukan strategi.

Emas juga memiliki keunggulan sebagai aset fisik yang mudah disimpan dan diperdagangkan. Likuiditas yang tinggi membuat emas relatif mudah dicairkan ketika dibutuhkan.

Selain itu, emas tidak tergerus inflasi seperti uang tunai. Nilai emas cenderung mengikuti kenaikan harga barang dan jasa dalam jangka panjang.

Dengan karakteristik tersebut, emas tetap menjadi pilihan investasi yang relevan hingga saat ini. Meskipun harga mengalami fluktuasi, daya tarik emas tidak berkurang.

Pergerakan harga emas Antam hari ini menunjukkan bahwa pasar masih dinamis. Investor perlu terus memantau perkembangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

Harga emas yang turun setelah sebelumnya naik juga menjadi pengingat bahwa pasar tidak selalu bergerak satu arah. Kedisiplinan dan perencanaan yang matang menjadi kunci dalam berinvestasi.

Dengan memahami dinamika harga emas dan faktor-faktor yang memengaruhinya, investor dapat memanfaatkan peluang yang muncul. Strategi yang tepat akan membantu memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalkan risiko.

Pada akhirnya, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang dipercaya banyak kalangan. Pergerakan harga hari ini menjadi bagian dari dinamika yang wajar dalam pasar logam mulia.

Terkini