Angkutan Perintis Damri Karimunjawa Resmi Beroperasi Dukung Mobilitas Warga Tarif Terjangkau

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:55:55 WIB
Angkutan Perintis Damri Karimunjawa Resmi Beroperasi Dukung Mobilitas Warga Tarif Terjangkau

JAKARTA - Upaya memperkuat konektivitas transportasi di wilayah kepulauan kembali diwujudkan melalui pengoperasian layanan baru. 

Mulai 1 Februari 2026, Damri secara resmi mengoperasikan Angkutan Perintis di Pulau Karimunjawa dengan tarif terjangkau Rp7.000 per perjalanan. Kehadiran layanan ini menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi publik masyarakat setempat yang selama ini masih terbatas.

Pengoperasian Angkutan Perintis Damri di Karimunjawa tidak hanya dimaksudkan sebagai sarana angkut semata, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan mobilitas harian warga. Dengan rute yang menjangkau pelabuhan, bandara, hingga kawasan permukiman, layanan ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki karakter geografis tersendiri.

Perluasan Akses Transportasi Publik Kepulauan

Layanan Angkutan Perintis Damri di Karimunjawa dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terlayani angkutan umum secara memadai. Dengan karakter kepulauan yang memiliki jarak antartitik cukup jauh, keberadaan transportasi publik menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Rute utama yang dilayani mencakup Pelabuhan Karimunjawa, Bandara Dewadaru, Desa Kemujan, hingga Pelabuhan Legon Bajak pulang pergi. Jalur ini dipilih karena menghubungkan pusat-pusat aktivitas warga, mulai dari akses transportasi laut dan udara hingga kawasan permukiman dan pasar. Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang lebih aman dan terjangkau.

Dukungan Mobilitas Harian Masyarakat

Angkutan Perintis Damri hadir untuk mendukung rutinitas harian warga Karimunjawa, termasuk perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pasar, maupun fasilitas layanan publik. Moda transportasi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, terutama bagi warga yang tidak memiliki sarana transportasi sendiri.

Dengan tarif Rp7.000 per perjalanan, layanan ini dinilai cukup ramah bagi berbagai lapisan masyarakat. Harga tersebut memungkinkan warga menggunakan transportasi umum secara rutin tanpa membebani pengeluaran harian. Kehadiran angkutan perintis ini juga diharapkan mendorong pergerakan ekonomi lokal melalui kelancaran distribusi orang dan aktivitas.

Fasilitas Armada dan Standar Keselamatan

Dalam operasionalnya, Damri menggunakan armada Hiace berkapasitas 14 penumpang untuk melayani Angkutan Perintis di Karimunjawa. Armada tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti pendingin udara, sistem pelacakan GPS, serta kamera pengawas. Fasilitas ini disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan.

Head of Corporate Communication Damri, P. Septian Adri S, menyampaikan bahwa penggunaan armada dengan standar tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang layak. “Melalui layanan angkutan perintis ini, Damri berupaya menghadirkan akses transportasi publik yang lebih terjangkau dan fleksibel bagi masyarakat Karimunjawa, khususnya untuk mendukung aktivitas harian warga di kawasan kepulauan,” kata Septian dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/2/2026).

Jadwal Operasional Pulang Pergi Teratur

Angkutan Perintis Damri di Karimunjawa melayani perjalanan pulang pergi dengan jadwal yang telah ditetapkan. Untuk arah Karimunjawa menuju Legon Bajak, layanan tersedia pada pukul 06.00, 07.00, 08.00, 09.00, 10.00, 13.00, 14.00, dan 15.00 WIB. Jadwal ini disusun untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas warga pada pagi hingga sore hari.

Sementara itu, untuk arah sebaliknya dari Legon Bajak menuju Karimunjawa, layanan beroperasi mulai pukul 05.00, 06.00, 08.00, 09.00, 11.00, 12.00, 13.00, dan 15.00 WIB. Pola jadwal tersebut memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat yang memiliki aktivitas berbeda, baik di pagi hari maupun menjelang sore.

Konektivitas Wilayah dan Dampak Jangka Panjang

Selain mendukung mobilitas harian, layanan Angkutan Perintis Damri di Karimunjawa juga diharapkan memperkuat konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan. Dengan lintasan sepanjang kurang lebih 55 kilometer dan waktu tempuh sekitar 90 menit, layanan ini melewati sejumlah titik permukiman serta pusat aktivitas warga yang sebelumnya sulit dijangkau transportasi umum.

“Kami berharap layanan ini bisa menjadi bagian dari dukungan untuk rutinitas mobilitas masyarakat Karimunjawa, sekaligus mendukung konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” imbuh Septian. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengoperasian angkutan perintis tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem transportasi publik di kawasan kepulauan.

Kehadiran Angkutan Perintis Damri di Karimunjawa menjadi langkah penting dalam memperluas akses transportasi yang inklusif. Dengan tarif terjangkau, armada yang memadai, serta rute strategis, layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Pulau Karimunjawa.

Terkini