Danantara Dorong Pabrik Slab Krakatau Steel Demi Kurangi Impor Baja Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:56:32 WIB
Danantara Dorong Pabrik Slab Krakatau Steel Demi Kurangi Impor Baja Nasional

JAKARTA - Upaya memperkuat fondasi industri baja nasional kembali mendapat sorotan setelah Danantara Indonesia memastikan pembangunan pabrik slab di Cilegon, Banten. 

Langkah ini menandai keseriusan Danantara dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku baja yang selama ini masih mendominasi pasar domestik.

Pabrik slab yang dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 3 juta ton per tahun tersebut akan menjadi tulang punggung baru bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Proyek ini tidak hanya berdampak pada efisiensi industri baja, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sektor hulu yang selama ini melemah.

Pembangunan pabrik slab tersebut dilakukan secara mandiri oleh Danantara melalui Krakatau Steel. Tidak ada keterlibatan mitra asing dalam proyek ini, sehingga penguasaan teknologi dan produksi tetap berada di tangan nasional.

Strategi Mandiri Danantara Perkuat Sektor Hulu Baja

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembangunan pabrik slab merupakan inisiatif internal Danantara. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk memutus ketergantungan impor slab yang selama ini menjadi bahan baku utama industri baja nasional.

“Kami mulai main lagi di upstream. Kami melakukan groundbreaking untuk pembangunan pabrik slab kita sendiri, sekarang kan slab masih impor. Nanti kita punya pabrik slab-nya sendiri,” ujar Dony di Jakarta, Rabu.

Menurut Dony, kehadiran pabrik slab ini akan menguatkan struktur industri baja nasional dari hulu ke hilir. Dengan produksi slab di dalam negeri, rantai pasok menjadi lebih efisien dan biaya produksi dapat ditekan secara signifikan.

Langkah ini sekaligus mencerminkan keberanian Danantara mengambil peran strategis dalam pembangunan industri dasar yang selama ini bergantung pada pasokan luar negeri.

Krakatau Steel Kembali Bangkit Setelah Penyehatan Keuangan

Pembangunan pabrik slab juga menjadi momentum penting bagi Krakatau Steel yang dinilai mulai pulih secara finansial. Setelah melalui proses penyehatan dan intervensi strategis Danantara, kondisi keuangan perseroan kini dinilai lebih solid dan terkendali.

Dony menjelaskan bahwa seluruh aspek keuangan dan model bisnis Krakatau Steel telah dirapikan. Optimalisasi struktur usaha membuat perusahaan siap kembali beroperasi di sektor hulu industri baja.

“Krakatau Steel memang kita sedang melakukan penyehatan, sekarang kondisi keuangannya sudah mulai sehat, sudah kami rapikan. Kami mulai main lagi di upstream-nya, membangun pabrik slab,” pungkasnya.

Dengan kondisi keuangan yang lebih sehat, Krakatau Steel memiliki ruang gerak lebih luas untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat daya saing di pasar domestik maupun regional.

Peran Slab dalam Rantai Industri Baja Nasional

Slab merupakan produk baja setengah jadi berbentuk lempengan datar dan persegi panjang yang dihasilkan dari baja cair. Produk ini menjadi bahan baku utama untuk proses penggulungan lanjutan menjadi pelat, lembaran, dan gulungan baja.

Selama ini, kebutuhan slab di dalam negeri sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut membuat industri baja nasional rentan terhadap fluktuasi harga global dan gangguan pasokan.

Dengan beroperasinya pabrik slab milik Krakatau Steel, ketergantungan impor dapat ditekan secara bertahap. Selain itu, industri hilir baja juga akan memperoleh pasokan bahan baku yang lebih stabil dan kompetitif.

Keberadaan pabrik slab domestik diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri baja yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Integrasi Hulu Hilir Sejalan Arah Kebijakan Nasional

Danantara menegaskan fokusnya pada pengembangan industri baja terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Strategi ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri.

Pemerintah menilai ketergantungan terhadap ekspor sumber daya alam mentah tidak lagi cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, penguatan industri pengolahan menjadi prioritas utama.

Pengembangan pabrik slab Krakatau Steel menjadi salah satu contoh konkret transformasi tersebut. Industri baja diposisikan sebagai fondasi penting bagi sektor manufaktur, konstruksi, dan infrastruktur nasional.

Dengan basis industri yang kuat, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Proyek Hilirisasi Strategis Jadi Penanda Arah Industri Baru

Selain pembangunan pabrik slab, Danantara juga menyiapkan langkah lanjutan melalui proyek hilirisasi strategis. Dalam waktu dekat, Danantara akan melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking serentak untuk enam proyek hilirisasi.

Groundbreaking tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat. Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari total 18 proyek hilirisasi yang dikawal Danantara.

Dony menyampaikan bahwa proyek yang akan dimulai mencakup sektor industri baja, aluminium, hingga energi hijau. Langkah ini menegaskan kesiapan Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara berbasis industri.

“Minggu depan, kurang lebih hari Jumat, kami akan melakukan 6 groundbreaking. Ini artinya Indonesia sudah siap menjadi negara berbasis industri,” pungkas Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN.

Terkini