JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun sepanjang 2025. Angka ini meningkat 0,93% secara tahunan (yoy) dibandingkan capaian 2024.
Direktur Utama Riduan menegaskan Bank Mandiri tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Lonjakan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit yang naik dobel digit sepanjang tahun lalu.
Kenaikan Aset dan Kepercayaan Nasabah
Seiring dengan pertumbuhan laba, total aset Bank Mandiri juga meningkat 18,7% yoy hingga akhir 2025. Riduan menyebutkan pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), bank berhasil mempertahankan pertumbuhan yang solid. Kepercayaan nasabah yang meningkat turut mendukung stabilitas likuiditas secara berkelanjutan.
Kualitas Aset yang Terjaga
Riduan menekankan kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025. Non-performing loan (NPL) bank tercatat jauh di bawah rata-rata industri nasional.
Hal ini menunjukkan kemampuan manajemen dalam menjaga risiko kredit sekaligus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan. Keseimbangan antara ekspansi kredit dan kualitas aset menjadi kunci keberhasilan bank.
Kontribusi Bank Mandiri terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Bank Mandiri tidak hanya fokus pada pertumbuhan laba, tetapi juga berperan dalam mendorong ekonomi nasional. Kenaikan kredit yang dobel digit menunjukkan dukungan bank terhadap sektor produktif dan usaha masyarakat.
Riduan menegaskan strategi bank yang terfokus pada kualitas aset, stabilitas likuiditas, dan pertumbuhan kredit akan terus berlanjut. Hal ini sejalan dengan visi bank untuk menjadi bank terbesar dan terpercaya di Indonesia.