JAKARTA - Solo dikenal sebagai kota yang padat sejarah sekaligus kaya kuliner. Kota ini memungkinkan wisatawan menjelajah dalam satu hari tanpa harus lelah karena lokasi destinasi yang saling berdekatan.
Perjalanan sehari di Solo bisa menjadi pengalaman lengkap bagi keluarga, anak-anak, maupun pasangan. Dengan rute yang terencana, wisata budaya, kuliner, dan edukasi bisa dinikmati secara menyenangkan dalam tempo santai.
Pasar Gede Hardjonagoro: Denyut Pasar Tradisional yang Tak Pernah Tidur
Destinasi pertama adalah Pasar Gede Hardjonagoro, yang akrab disebut Pasar Gede Ora Sare karena aktivitasnya nyaris tak pernah berhenti. Kami tiba sekitar pukul 08.00 pagi, saat suasana pasar masih segar dan pedagang mulai membuka lapak.
Bangunan dengan arsitektur perpaduan Jawa dan Eropa langsung menarik perhatian, sementara lorong pasar ramai pembeli membuat anak-anak antusias berjalan menyusuri area. Di sini kami mencicipi berbagai kuliner khas Solo, seperti nasi liwet, timlo, sate kere, hingga jajanan lenjongan.
Harga makanan yang terjangkau membuat Pasar Gede cocok dijadikan titik awal wisata sekaligus sarapan. Aktivitas ini juga memberi pengalaman langsung tentang kehidupan sehari-hari warga Solo yang dinamis.
Kampung Batik Kauman: Edukasi Langsung dari Perajin Lokal
Dari Pasar Gede, perjalanan dilanjutkan ke Kampung Batik Kauman yang lokasinya tidak jauh. Kawasan ini menghadirkan nuansa kampung tradisional dengan deretan rumah dan workshop batik aktif hingga kini.
Kami menyempatkan diri melihat proses pembuatan batik tulis dan cap yang dilakukan para perajin lokal. Aktivitas ini edukatif bagi anak-anak karena mereka bisa menyaksikan ketelitian dan seni di balik setiap kain batik.
Kampung Batik Kauman juga menjadi tempat yang cocok untuk berfoto dan membeli oleh-oleh khas Solo. Setiap sudut menawarkan suasana tradisional yang kental, membuat pengalaman lebih berkesan bagi seluruh anggota keluarga.
Keraton Surakarta Hadiningrat: Menyelami Sejarah Kerajaan di Tengah Kota
Menjelang siang, kami berjalan ke Keraton Surakarta Hadiningrat yang berada di kawasan yang sama. Kompleks keraton menghadirkan nuansa tenang dengan bangunan joglo, gapura simbolik, serta museum berisi koleksi peninggalan kerajaan.
Tur singkat sambil mendengarkan cerita sejarah membuat kunjungan terasa hidup. Area keraton yang luas juga memberi ruang bagi anak-anak untuk bergerak tanpa merasa bosan, sehingga perjalanan tetap menyenangkan.
Keraton menjadi tempat yang ideal untuk mengenal budaya Jawa dan sejarah kerajaan di Solo. Koleksi artefak dan bangunan berarsitektur klasik menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin belajar sambil berekreasi.
Pura Mangkunegaran: Taman Rindang dan Arsitektur Jawa-Eropa yang Menawan
Destinasi berikutnya adalah Pura Mangkunegaran, yang dapat dicapai sekitar 10–15 menit perjalanan dari keraton. Kompleks istana ini memiliki taman rindang dan bangunan berarsitektur Jawa berpadu sentuhan Eropa.
Kami berjalan santai di area pendopo dan taman sambil menikmati suasana teduh dan nyaman. Pura Mangkunegaran menjadi tempat yang pas untuk mengenalkan sejarah kerajaan lain di Solo dengan suasana yang tidak terlalu formal.
Area ini juga cocok untuk berfoto dan menikmati keindahan taman yang tertata rapi. Suasana teduh membuat pengunjung dapat bersantai sejenak sambil belajar tentang sejarah lokal.
Pasar Triwindu: Menutup Hari dengan Nuansa Vintage dan Belanja Antik
Sore hari kami mengakhiri perjalanan di Pasar Triwindu, pasar barang antik yang populer di Solo. Di sini pengunjung bisa menemukan keramik lawas, mainan jadul, hingga perabot rumah tangga kuno yang menarik untuk dilihat bersama keluarga.
Kami menghabiskan waktu berburu cendera mata sambil berfoto dengan latar nuansa vintage khas pasar. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat Pasar Triwindu cocok dijadikan penutup one day trip sebelum kembali ke penginapan.
Pasar ini juga memberikan pengalaman berbeda karena nuansa antik yang kental dan koleksi barang unik yang tidak ditemukan di tempat lain. Setiap pengunjung bisa membawa pulang kenangan dalam bentuk suvenir yang menarik.
Solo, Kota yang Ramah untuk Liburan Sehari Penuh
Dengan rute yang ringkas dan destinasi saling terhubung, Solo menjadi kota ideal untuk liburan sehari penuh. Wisata budaya, kuliner, dan edukasi bisa dinikmati tanpa harus berpindah jauh, sehingga perjalanan tetap nyaman bagi keluarga.
Setiap destinasi menawarkan pengalaman berbeda yang melengkapi perjalanan. Dari pasar tradisional hingga istana dan taman, semua bisa dijelajahi dengan tempo santai tanpa membuat pengunjung lelah.
Perjalanan sehari ini membuktikan bahwa Solo mampu memberikan pengalaman komplit dalam satu hari. Kota ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengeksplor budaya, sejarah, kuliner, dan belanja unik sekaligus.
Tips Liburan Sehari di Solo Agar Lebih Optimal
Mulailah perjalanan lebih pagi agar bisa menikmati destinasi sebelum keramaian mulai memuncak. Gunakan alas kaki nyaman dan siapkan kamera untuk mengabadikan momen unik di setiap lokasi.
Selalu patuhi aturan di setiap tempat wisata untuk kenyamanan bersama. Jangan lupa mencicipi kuliner khas di pasar lokal dan membeli cendera mata sebagai kenang-kenangan perjalanan.
Kesimpulan: Solo Menawarkan Liburan Sehari yang Penuh Warna dan Edukasi
Solo membuktikan bahwa satu hari bisa cukup untuk menikmati wisata lengkap yang edukatif dan menyenangkan. Dari Pasar Gede, Kampung Batik Kauman, Keraton, Pura Mangkunegaran, hingga Pasar Triwindu, setiap destinasi menyajikan pengalaman berbeda.
Udara kota yang relatif sejuk, suasana tradisional yang kental, dan berbagai aktivitas edukatif membuat Solo ideal untuk wisata keluarga maupun pasangan. Dengan rencana rute yang tepat, liburan sehari di Solo menjadi pengalaman tak terlupakan yang kaya budaya dan cerita.