Pasar Otomotif Lesu, Ekspor dan IIMS 2026 Jadi Harapan Baru Katalis Pemulihan

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:03:33 WIB
Pasar Otomotif Lesu, Ekspor dan IIMS 2026 Jadi Harapan Baru Katalis Pemulihan

JAKARTA - Industri otomotif Indonesia mengawali tahun 2026 dengan tantangan yang cukup berat akibat penurunan daya beli masyarakat yang membuat pasar domestik cenderung lesu.

Namun, para pelaku industri tidak tinggal diam. Fokus kini dialihkan pada optimalisasi pasar ekspor serta pemanfaatan momentum pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai penggerak utama untuk memulihkan gairah pasar nasional.

Kombinasi antara ekspansi pasar internasional dan peluncuran produk inovatif di dalam negeri diharapkan mampu membalikkan keadaan pada kuartal pertama tahun ini.

IIMS 2026 sebagai "Jantung" Penjualan Domestik

Pameran IIMS 2026 yang berlangsung di awal tahun diposisikan bukan sekadar ajang pamer teknologi, melainkan target utama untuk mendongkrak angka Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Promo Agresif: Banyak manufaktur memanfaatkan ajang ini untuk memberikan potongan harga besar, paket kredit bunga rendah, hingga bonus layanan purna jual guna menarik minat konsumen yang sebelumnya menahan diri.

Peluncuran Model Baru: Kehadiran berbagai unit baru, terutama di segmen Mobil Listrik dan SUV, menjadi daya tarik yang diharapkan mampu memicu kembali minat beli masyarakat.

Ekspor Menjadi Penyelamat Kinerja Industri

Di tengah melambatnya permintaan dalam negeri, sektor ekspor kendaraan rakitan Indonesia (CBU) menunjukkan performa yang solid.

Diversifikasi Negara Tujuan: Industri otomotif nasional mulai memperluas jangkauan ekspor ke wilayah-wilayah baru di Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Afrika.

Kualitas Global: Kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produksi pabrikan di Indonesia membantu menjaga utilitas pabrik tetap tinggi meskipun penjualan domestik sedang melandai.

Optimisme di Tengah Pelemahan Ekonomi

Meski dibayangi kondisi ekonomi global yang belum stabil, para analis otomotif memprediksi bahwa pasar akan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pasca-IIMS 2026. Penyesuaian strategi dari para diler yang lebih fokus pada kebutuhan riil konsumen (seperti mobil hemat energi dan fungsional) dinilai menjadi kunci untuk bertahan.

Dukungan Kebijakan Stimulus

Pelaku industri juga mengharapkan adanya stimulus tambahan dari pemerintah, baik berupa insentif pajak berkelanjutan maupun kemudahan pembiayaan, untuk mempercepat proses pemulihan ini. Kolaborasi antara kebijakan yang tepat dan momentum pameran besar dianggap sebagai formula terbaik untuk menstabilkan industri otomotif nasional tahun ini.

Terkini