Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Permohonan Maaf kepada PM Albanese karena Tak Sempat Menjemput di Bandara

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:03:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Permohonan Maaf kepada PM Albanese karena Tak Sempat Menjemput di Bandara

JAKARTA - Di balik kemegahan upacara penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6 Februari 2026), terselip momen personal yang menunjukkan kedekatan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese.

 Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada PM Albanese karena tidak bisa menyambut kedatangannya secara langsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta semalam.

Sikap rendah hati ini menjadi pembuka dialog yang mencairkan suasana sebelum kedua pemimpin negara masuk ke agenda pembahasan strategis.

Momen Keakraban di Istana Merdeka

Meskipun tidak sempat menjemput di bandara, Presiden Prabowo memberikan penyambutan yang sangat istimewa di Istana. Keduanya tampak berbincang akrab di beranda Istana Merdeka sebelum melakukan prosesi pengisian buku tamu.

Alasan Protokoler: Dalam tradisi diplomatik, tamu negara setingkat kepala pemerintahan biasanya dijemput oleh menteri atau pejabat tinggi terkait di bandara, sementara Presiden menyambut secara resmi di Istana sebagai simbol kehormatan tertinggi di pusat pemerintahan.

Respon PM Albanese: Perdana Menteri Australia menanggapi permohonan maaf tersebut dengan sangat ramah, menegaskan bahwa dirinya merasa sangat terhormat dengan penyambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah Indonesia.

Fokus pada Persahabatan Pribadi

Gestur Prabowo ini dinilai oleh pengamat hubungan internasional sebagai bagian dari "diplomasi personal" yang kuat. Dengan memulai pertemuan lewat permohonan maaf yang tulus, Prabowo membangun rasa saling menghargai yang lebih dalam sebelum beralih ke isu-isu berat seperti Traktat Keamanan dan Kerja Sama Pendidikan.

Agenda Padat di Jakarta

PM Albanese dijadwalkan berada di Jakarta untuk rangkaian pertemuan intensif, termasuk:

Pertemuan Tatap Muka (Tete-a-Tete): Pembicaraan empat mata mengenai visi kawasan Indo-Pasifik.

Pertemuan Bilateral: Diskusi mendalam bersama jajaran menteri dari kedua negara.

Jamuan Makan Siang Kenegaraan: Penutupan rangkaian pen

Terkini