Langkah Mudah Mengecek dan Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan PBI yang Mendadak Non-Aktif

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:32:08 WIB
Langkah Mudah Mengecek dan Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan PBI yang Mendadak Non-Aktif

JAKARTA - Sejumlah peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) mendadak tidak bisa mengakses layanan kesehatan sejak awal Februari 2026. Penonaktifan ini terjadi akibat pembaruan data kepesertaan yang dilakukan pemerintah agar bantuan tepat sasaran.

Meskipun ada penonaktifan sebagian peserta, BPJS Kesehatan menegaskan jumlah total peserta PBI secara nasional tetap sama. Masyarakat disarankan segera mengecek status kepesertaan agar tidak terkendala saat membutuhkan layanan medis mendesak.

Alasan Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan

BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan (JK) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 berlaku mulai 1 Februari 2026. Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menyebut pembaruan ini sebagai bagian dari pemutakhiran data PBI agar bantuan tepat sasaran.

Dalam SK tersebut, peserta PBI yang dinonaktifkan digantikan dengan peserta baru, sehingga jumlah total peserta tetap sama. Proses pemutakhiran data dilakukan secara berkala oleh Kementerian Sosial berdasarkan kondisi sosial ekonomi terbaru masyarakat.

Siapa yang Bisa Mengaktifkan Kembali BPJS PBI

Peserta PBI yang dinonaktifkan masih berpeluang untuk mengaktifkan kembali kepesertaan JKN. Terdapat tiga kriteria utama yang menjadi dasar pengaktifan kembali, yaitu peserta yang dinonaktifkan pada Januari 2026, masih tergolong masyarakat miskin atau rentan miskin berdasarkan verifikasi lapangan, dan peserta yang mengidap penyakit kronis atau berada dalam kondisi darurat medis.

Peserta dapat melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Surat Keterangan Membutuhkan Layanan Kesehatan. Usulan tersebut kemudian diverifikasi oleh Kementerian Sosial, dan jika memenuhi syarat, BPJS Kesehatan akan mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN.

Cara Mengecek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek status kepesertaan JKN, terutama sebelum sakit atau membutuhkan layanan medis. Pengecekan dapat dilakukan melalui beberapa kanal resmi seperti WhatsApp PANDAWA di nomor 0811-8165-165, BPJS Kesehatan Care Center 165, aplikasi Mobile JKN, dan kantor BPJS terdekat.

Bagi peserta yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, informasi dan bantuan juga tersedia melalui petugas BPJS SATU yang identitasnya terpampang di area publik rumah sakit. Selain itu, rumah sakit menyediakan Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) untuk membantu kebutuhan informasi maupun pengaduan pasien.

Rizzky menekankan pentingnya pengecekan status kepesertaan selagi masih sehat. Langkah ini membantu peserta menghindari kendala ketika mendadak membutuhkan layanan kesehatan.

Pentingnya Mengecek Status BPJS Sejak Dini

Pengecekan status kepesertaan secara berkala menjadi langkah sederhana namun krusial untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap terjaga. Dengan mengetahui status kepesertaan lebih awal, peserta memiliki waktu untuk melakukan klarifikasi atau reaktivasi jika diperlukan.

Hal ini memastikan peserta tidak mengalami hambatan saat kondisi kesehatan mendesak. Memahami status kepesertaan juga membantu masyarakat memanfaatkan hak layanan kesehatan tanpa risiko tertunda atau ditolak.

Tips Praktis Menghindari Kendala Saat Membutuhkan Layanan Kesehatan

Selain rutin mengecek status kepesertaan, peserta dianjurkan selalu menyimpan dokumen penting seperti KIS, KTP, KK, dan surat keterangan terkait kesehatan. Dokumen tersebut diperlukan jika peserta harus mengajukan pengaktifan kembali atau klarifikasi ke BPJS dan Dinas Sosial.

Selalu gunakan kanal resmi untuk pengecekan dan pengaduan, agar data terverifikasi secara sah. Langkah ini menghindari risiko penolakan layanan atau ketidakpastian status kepesertaan yang dapat menghambat akses kesehatan.

Dengan mengikuti panduan ini, peserta BPJS PBI dapat kembali memperoleh layanan kesehatan tanpa hambatan. Langkah-langkah ini membantu menjaga kesehatan masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Terkini