Bremer Terima Penalti Kontroversial, Juventus Tersingkir Menyakitkan Dari Coppa Italia Atalanta

Jumat, 06 Februari 2026 | 12:00:49 WIB
Bremer Terima Penalti Kontroversial, Juventus Tersingkir Menyakitkan Dari Coppa Italia Atalanta

JAKARTA - Langkah Juventus di Coppa Italia musim ini harus terhenti dengan cara yang pahit dan mengecewakan. 

Bermain sebagai tim tamu di New Balance Arena, markas Atalanta, Bianconeri takluk telak dengan skor 3-0 pada laga perempat final yang digelar Jumat dini hari WIB. Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena datang setelah Juventus sempat menunjukkan awal pertandingan yang cukup menjanjikan.

Pertandingan berjalan ketat hingga sebuah keputusan penalti mengubah arah laga secara drastis. Atalanta membuka keunggulan lewat eksekusi Gianluca Scamacca pada menit ke-27, sebuah momen yang kemudian menjadi pembicaraan utama seusai laga. Keputusan wasit menunjuk titik putih memicu perdebatan, terutama karena melibatkan Gleison Bremer, bek andalan Juventus yang dianggap melakukan handball di kotak terlarang.

Awal Menjanjikan Juventus Yang Tak Berbuah Hasil

Sebelum insiden penalti terjadi, Juventus sebenarnya tampil cukup percaya diri. Mereka mampu mengimbangi permainan agresif Atalanta dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Salah satu kesempatan terbaik datang dari kaki Francisco Conceicao, yang tembakannya hanya membentur mistar gawang saat laga belum genap berjalan setengah jam.

Peluang tersebut menjadi sinyal bahwa Juventus tidak datang ke Bergamo hanya untuk bertahan. Namun, kegagalan memaksimalkan kesempatan emas itu perlahan mulai berdampak pada mental tim. Atalanta justru terlihat semakin nyaman mengembangkan permainan, sambil menunggu momen yang tepat untuk menekan pertahanan lawan.

Ketika penalti akhirnya diberikan, situasi pertandingan berubah total. Juventus yang sebelumnya mampu menjaga keseimbangan, mulai kehilangan ritme permainan dan kesulitan keluar dari tekanan tuan rumah.

Momen Penalti Yang Mengubah Jalannya Laga

Momen krusial terjadi ketika umpan silang Ederson mengenai tangan Gleison Bremer di dalam kotak penalti. Meski tidak terlihat adanya protes keras dari para pemain Juventus di lapangan, VAR melakukan peninjauan dan wasit Michael Fabbri akhirnya menunjuk titik putih. Keputusan tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Gianluca Scamacca untuk membawa Atalanta unggul.

Penalti ini menjadi titik balik pertandingan. Atalanta tampil semakin agresif dan percaya diri, sementara Juventus tampak goyah. Gol tersebut tidak hanya memberi keunggulan skor, tetapi juga mengubah momentum psikologis kedua tim.

Juventus mencoba merespons, namun serangan-serangan mereka mulai kehilangan ketajaman. Atalanta, sebaliknya, semakin efektif dalam memanfaatkan ruang dan kesalahan lawan.

Bremer Akui Keputusan Sesuai Aturan

Gleison Bremer menjadi sorotan utama usai pertandingan. Bek asal Brasil itu terlibat langsung dalam insiden penalti yang membuka jalan kemenangan Atalanta. Meski keputusan tersebut terasa berat bagi Juventus, Bremer menunjukkan sikap profesional dengan menerima keputusan wasit.

“Sejujurnya sulit untuk membicarakan ini, karena itu adalah penalti sesuai aturan,” kata Bremer kepada Sport Mediaset, via Football Italia. Ia mengakui bahwa sebagai seorang bek, nalurinya tentu ingin menolak penalti tersebut, tetapi secara regulasi keputusan wasit bisa dibenarkan.

“Sebagai seorang bek, saya tentu akan mengatakan itu bukan penalti, tetapi wasit memberikannya dan kita harus menerimanya,” lanjut Bremer. Ia menegaskan bahwa Juventus tidak memiliki pilihan selain menerima keputusan tersebut dan fokus melanjutkan pertandingan.

Kesempatan Masih Ada Namun Tak Dimaksimalkan

Bremer juga menyoroti bahwa penalti tersebut terjadi di babak pertama, sehingga Juventus sebenarnya masih memiliki cukup waktu untuk membalikkan keadaan. Menurutnya, tim masih memiliki sekitar satu jam untuk mengejar ketertinggalan, namun gagal memanfaatkannya dengan baik.

“Ini adalah keputusan yang mengubah jalannya pertandingan, tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu. Lagipula, itu terjadi di babak pertama, kita masih punya waktu satu jam untuk membalikkan keadaan,” ujarnya.

Sayangnya, waktu yang tersisa tidak dimanfaatkan secara maksimal. Juventus kesulitan menembus pertahanan Atalanta dan kerap gagal dalam penyelesaian akhir. Setiap peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol, membuat tekanan justru semakin besar di lini belakang mereka sendiri.

Masalah Ketajaman Jadi Sorotan Bremer

Selain membahas penalti, Bremer secara terbuka mengakui bahwa masalah utama Juventus dalam laga ini adalah kurangnya ketajaman di depan gawang. Ia menilai efektivitas menjadi pembeda paling jelas antara Juventus dan Atalanta.

Menurutnya, situasi serupa juga terjadi dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Juventus kerap menciptakan peluang, tetapi gagal memaksimalkannya menjadi gol. Kondisi ini membuat tim rentan, terutama ketika lawan mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

“Hal itu juga terjadi melawan Cagliari dan Lecce, jadi kita harus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan peluang,” ujar Bremer. Ia menekankan bahwa masalah ini harus segera dibenahi jika Juventus ingin bersaing di level tertinggi.

Era Baru Juventus Dan Permintaan Maaf Untuk Penggemar

Bremer juga mengingatkan bahwa Juventus saat ini sedang berada dalam fase awal era baru bersama pelatih anyar. Ia optimistis tim berada di jalur yang benar, meskipun hasil pahit seperti ini masih kerap terjadi dalam proses transisi.

“Kita baru saja memulai era baru ini dengan pelatih, jadi kita berada di jalur yang benar, meskipun kita melakukan kesalahan hari ini,” tuturnya. Namun demikian, ia tidak menutup mata terhadap kekecewaan para pendukung Juventus.

“Kami juga harus meminta maaf kepada para penggemar, karena hasil 3-0 terlalu telak, tetapi kami harus segera kembali ke jalur yang benar mulai pertandingan berikutnya,” kata Bremer menutup pernyataannya.

Sementara itu, Atalanta berhak melaju ke semifinal Coppa Italia dan kini menunggu lawan berikutnya. La Dea akan menghadapi pemenang pertandingan antara Bologna dan Lazio, dengan kepercayaan diri tinggi usai kemenangan meyakinkan atas Juventus.

Terkini