JAKARTA - Perdebatan mengenai etos kerja Kylian Mbappe kembali mencuat ke permukaan dalam beberapa pekan terakhir.
Kali ini, sorotan tidak lagi semata soal ketajamannya mencetak gol, melainkan tentang kontribusinya ketika tim tidak menguasai bola. Di tengah sepak bola modern yang menuntut kerja kolektif tinggi, jarak tempuh pemain menjadi salah satu indikator yang kerap dipakai untuk menilai dedikasi di lapangan.
Nama Mbappe pun ikut terseret dalam diskusi tersebut. Statistik menunjukkan jarak larinya kerap lebih rendah dibandingkan rekan-rekannya, terutama saat membela Real Madrid. Situasi ini membuat sebagian pengamat dan publik menilai sang bintang Prancis kurang berkontribusi dalam fase bertahan, bahkan melabelinya sebagai pemain yang “malas bergerak”.
Namun, di tengah kritik yang terus mengalir, muncul suara pembelaan dari sosok yang sangat memahami karakter Mbappe. Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis, memberikan perspektif berbeda yang menantang cara pandang umum soal kerja keras seorang pemain depan.
Sorotan Statistik Dan Persepsi Publik
Perbincangan tentang Mbappe tidak lepas dari data jarak tempuh pemain sepanjang pertandingan. Dalam beberapa laga, statistik menunjukkan kontribusi larinya berada di bawah rata-rata pemain lain di posisi berbeda. Angka-angka tersebut kemudian dijadikan dasar untuk menilai perannya saat tim kehilangan penguasaan bola.
Di era sepak bola yang semakin mengandalkan data, statistik kerap dianggap sebagai cerminan objektif performa. Namun, pendekatan ini juga memunculkan risiko penyederhanaan. Mbappe, sebagai penyerang utama, memiliki peran yang berbeda dengan gelandang atau bek yang secara alami dituntut berlari lebih jauh.
Persepsi publik pun terbelah. Sebagian menilai pemain dengan reputasi sebesar Mbappe seharusnya menunjukkan etos kerja tinggi di semua aspek permainan. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa kontribusi pemain bintang tidak selalu bisa diukur dengan angka jarak tempuh semata.
Karakter Bermain Mbappe Yang Diakui Deschamps
Didier Deschamps tidak menampik bahwa Mbappe memang bukan tipe pemain yang aktif bekerja keras dalam bertahan seperti sebagian rekan setimnya. Ia mengakui karakter permainan sang penyerang memang berbeda dan memiliki kekhasan tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan pemain lain.
Menurut Deschamps, membandingkan jarak lari Mbappe dengan pemain lain tanpa melihat konteks permainan adalah pendekatan yang kurang adil. Setiap pemain memiliki tugas spesifik yang dirancang untuk memaksimalkan kekuatan tim secara keseluruhan, bukan sekadar memenuhi target statistik individu.
“Saya rasa tidak seperti itu, meskipun beberapa pemain berlari lebih sedikit daripada yang lain. Jika Anda ingin ia berlari minimal 11 km per pertandingan, jangan repot-repot memintanya karena ia tidak akan melakukannya,” ujar Deschamps, seperti dikutip dari Football Espana.
Kontribusi Yang Tak Selalu Tercatat Angka
Lebih jauh, Deschamps menekankan bahwa kerja keras Mbappe sering kali tidak tercermin dalam statistik sederhana. Menurutnya, kontribusi pemain seperti Mbappe justru terlihat dalam momen-momen krusial yang sulit diukur dengan data numerik.
Pergerakan tanpa bola, posisi yang menarik perhatian bek lawan, hingga kemampuan menciptakan ruang bagi rekan setim adalah aspek penting yang kerap luput dari perhitungan jarak tempuh. Dalam konteks ini, Mbappe dinilai tetap menjalankan perannya sesuai kebutuhan tim.
Deschamps juga menegaskan bahwa pendekatan serupa ia terapkan baik di level klub maupun tim nasional. Bagi sang pelatih, yang terpenting adalah efektivitas kontribusi pemain terhadap hasil akhir, bukan seberapa jauh mereka berlari sepanjang pertandingan.
Citra Egois Dan Peran Di Ruang Ganti
Selain soal etos kerja, Mbappe juga kerap dilekatkan dengan citra sebagai pemain egois dan individualistis. Label tersebut muncul seiring statusnya sebagai bintang utama yang sering menjadi pusat permainan dan sorotan media.
Deschamps menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan sikap Mbappe di dalam tim. Ia menegaskan bahwa sang penyerang menunjukkan perilaku berbeda ketika berada di lingkungan tim nasional Prancis, termasuk dalam hal kepemimpinan dan tanggung jawab.
“Kylian, suka atau tidak, anak-anak muda menyukainya. Anda memiliki citra sebagai pria yang egois dan individualistis, dan memang benar bahwa seorang striker juga harus egois, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa dalam menjalankan tugas di tim nasional Prancis, ia berperilaku seperti seorang kapten,” ungkap Deschamps.
Peran Spesifik Penyerang Dalam Sepak Bola Modern
Pernyataan Deschamps sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang peran penyerang dalam sepak bola modern. Tidak semua pemain dituntut melakukan tekanan intens sepanjang laga, terutama mereka yang diandalkan untuk menjadi pembeda di momen-momen krusial.
Dalam banyak skema taktik, pemain seperti Mbappe justru diinstruksikan menghemat energi agar siap melakukan sprint eksplosif saat peluang muncul. Keputusan tersebut bukan bentuk kemalasan, melainkan bagian dari strategi untuk memaksimalkan efektivitas tim.
Dengan perspektif ini, penilaian terhadap Mbappe menjadi lebih kontekstual. Alih-alih sekadar menyoroti jarak tempuh, kontribusinya perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap permainan dan hasil yang dicapai tim.
Pada akhirnya, pembelaan Deschamps menegaskan bahwa sepak bola tidak selalu bisa dinilai dari angka mentah. Dalam kasus Kylian Mbappe, kualitas, peran, dan pengaruh di lapangan menjadi faktor utama yang jauh melampaui sekadar hitungan kilometer lari.