JAKARTA - Ambisi Barcelona untuk kembali berjaya di Eropa tidak lagi disampaikan dengan nada euforia berlebihan.
Di bawah arahan Hansi Flick, klub Catalunya itu memilih pendekatan yang lebih tenang, terukur, dan berorientasi pada proses. Flick menilai Liga Champions sebagai tujuan besar, tetapi hanya bisa diraih melalui kerja konsisten dari hari ke hari.
Musim ini Barcelona menunjukkan performa yang relatif stabil di berbagai kompetisi. Meski demikian, Flick menegaskan perjalanan masih panjang dan tantangan akan semakin berat seiring berjalannya waktu. Fokus utama tim tetap menjaga perkembangan agar tidak terjebak pada rasa puas diri.
Trofi Liga Champions menjadi simbol ambisi yang sudah lama dinantikan. Barcelona terakhir kali mengangkatnya pada 2015, dan sejak itu selalu berada dalam bayang-bayang kegagalan di fase krusial. Flick memahami konteks historis tersebut, namun memilih memandangnya sebagai motivasi, bukan beban.
Bagi Flick, peluang juara bukan sekadar wacana. Ia percaya Barcelona memiliki kapasitas bersaing di level tertinggi, asalkan seluruh elemen klub bergerak dalam satu arah dan terus meningkatkan kualitas permainan.
Fokus Proses Jadi Fondasi Utama
Hansi Flick menekankan bahwa keberhasilan besar selalu berangkat dari perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten. Ia menyebut perkembangan tim tidak lahir dari perubahan drastis, melainkan dari perhatian pada detail-detail yang sering luput dari sorotan.
Barcelona, menurut Flick, terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari. Proses latihan, evaluasi pertandingan, hingga pendekatan mental pemain dijalankan dengan standar tinggi demi memastikan tim siap menghadapi tekanan kompetisi elite Eropa.
Ia menilai Liga Champions menuntut konsistensi tingkat tinggi, bukan hanya performa puncak sesaat. Oleh karena itu, setiap sesi latihan diperlakukan sebagai bagian penting dari perjalanan panjang menuju target besar.
“Saya pikir kami bekerja untuk menjadi lebih baik setiap hari. Kami harus memperbaiki hal-hal kecil, bahkan yang sangat kecil, untuk bisa berkembang,” kata Flick dilansir Mundo Deportivo.
Keyakinan Tanpa Janji Berlebihan
Meski realistis, Flick tidak menutup mata terhadap potensi timnya. Ia secara terbuka menyatakan Barcelona memiliki peluang menjuarai Liga Champions musim ini, asalkan semua faktor pendukung berjalan seiring.
Menurut Flick, dukungan suporter menjadi elemen krusial. Atmosfer di stadion, baik kandang maupun tandang, dinilainya mampu memberi energi tambahan bagi para pemain di momen-momen penting.
“Tentu kami juga punya peluang menjuarai Liga Champions. Itu target yang sangat besar bagi kami dan kami bekerja setiap hari untuk itu, saya tahu para suporter membantu kami di setiap pertandingan, dan ketika semua bersama itulah alasan kami berjuang untuk gelar besar ini,” ujar Flick.
Pernyataan tersebut mencerminkan keseimbangan antara optimisme dan kewaspadaan. Flick tidak menjanjikan trofi, tetapi menegaskan komitmen penuh untuk memperjuangkannya.
Kepuasan Terhadap Komposisi Skuad
Di tengah spekulasi transfer yang kerap mengiringi Barcelona, Flick menunjukkan sikap tenang. Ia memahami dinamika pasar pemain dan tantangan finansial klub, namun menilai skuad saat ini sudah berada pada level yang kompetitif.
Pelatih asal Jerman itu menekankan pentingnya keputusan yang cerdas dan terukur dalam perekrutan pemain. Tidak semua peluang transfer harus diambil, terutama jika tidak sejalan dengan kebutuhan tim.
“Saya pikir kami memiliki tim yang fantastis saat ini. Semua yang kami lakukan harus cerdas, bersama Deco saya punya rekan kerja yang hebat dan kami membicarakan segalanya,” ungkap Flick.
Ia menambahkan bahwa setiap keputusan selalu mempertimbangkan aspek finansial dan karakter pemain, bukan semata kualitas teknis di lapangan.
Seleksi Pemain dengan Pendekatan Menyeluruh
Flick menilai keberhasilan tim besar tidak hanya ditentukan oleh bakat individu. Ia menaruh perhatian besar pada kepribadian pemain dan kemampuan mereka beradaptasi dalam lingkungan tim.
Menurutnya, pemain yang direkrut harus mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus menjadi rekan setim yang baik. Harmoni di ruang ganti dianggap sebagai fondasi penting dalam perburuan gelar besar.
“Setiap keputusan juga mempertimbangkan situasi finansial, tetapi yang utama apakah pemain itu bisa meningkatkan tim, apakah dia pribadi yang baik dan rekan setim yang baik, karena itulah yang kami butuhkan di tim hebat ini,” tutur Flick.
Pendekatan ini menunjukkan Flick ingin membangun Barcelona yang solid secara kolektif, bukan bergantung pada satu atau dua bintang semata.
Kenyamanan Jadi Faktor Pendukung Kinerja
Di luar aspek teknis, Flick juga menyinggung faktor non-sepak bola yang memengaruhi kinerjanya. Ia mengaku sangat menikmati kehidupan di Barcelona dan merasa cepat menyatu dengan budaya klub.
Sejak hari pertama, Flick merasakan suasana kekeluargaan yang kuat. Hal tersebut memberinya keyakinan bahwa lingkungan internal klub mendukung proses kerja jangka panjang.
“Barcelona bahkan lebih baik dari yang saya bayangkan. Sejak awal saya merasa klub ini seperti lebih dari sebuah keluarga dan itu sudah terasa sejak hari pertama,” beber Flick.
Ia menambahkan bahwa pengalaman lebih dari satu setengah tahun di klub memberikan kesan mendalam, dengan dukungan orang-orang di sekitarnya yang membuat semuanya terasa positif.
Dengan fondasi proses yang jelas, dukungan internal yang kuat, serta keyakinan realistis terhadap potensi tim, Barcelona di bawah Hansi Flick melangkah ke Liga Champions dengan pendekatan yang matang. Gelar mungkin belum di tangan, tetapi arah perjuangan sudah ditetapkan dengan tegas.