Maybank Sekuritas Pilih XL Axiata Top Pick Sektor Telekomunikasi ASEAN 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:09:56 WIB
Maybank Sekuritas Pilih XL Axiata Top Pick Sektor Telekomunikasi ASEAN 2026

JAKARTA - Pergerakan saham sektor telekomunikasi di kawasan ASEAN kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada awal 2026. 

Di tengah fluktuasi harga dan pergeseran sentimen investor, keputusan rumah riset besar kerap menjadi rujukan utama. Salah satunya datang dari Maybank Sekuritas yang melakukan penyesuaian signifikan terhadap daftar saham unggulan sektor telekomunikasi di kawasan ini.

Dalam laporan riset yang dirilis pada 5 Februari 2026, Maybank Sekuritas menetapkan PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebagai top pick baru sektor telekomunikasi ASEAN. Posisi tersebut sebelumnya ditempati oleh Advanced Info Service Pcl (ADVANC). Pergantian ini mencerminkan perubahan penilaian risiko dan peluang, seiring dinamika harga saham serta prospek fundamental masing-masing emiten.

Alasan Pergantian Top Pick Sektor Telekomunikasi

Maybank Sekuritas menurunkan rekomendasi ADVANC menjadi Hold setelah saham operator telekomunikasi terbesar Thailand itu mencatat reli sekitar 20% sejak awal tahun. Kenaikan harga yang cukup agresif dinilai telah mencerminkan sebagian besar sentimen positif yang ada, sehingga ruang kenaikan lanjutan menjadi lebih terbatas.

Sebaliknya, saham EXCL justru mengalami koreksi sekitar 17% secara year to date. Tekanan harga ini terutama dipicu oleh kekhawatiran pasar terkait MSCI. Meski demikian, Maybank Sekuritas menilai koreksi tersebut tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang dinilai masih solid dan memiliki prospek jangka menengah hingga panjang yang menarik.

“Koreksi harga saham EXCL menciptakan titik masuk yang menarik, terutama dengan progres integrasi jaringan pascamerger yang berjalan sesuai rencana,” tulis tim riset Maybank Sekuritas. Pandangan ini menjadi dasar utama penetapan EXCL sebagai top pick baru di sektor telekomunikasi ASEAN.

Progres Integrasi Jaringan Pascamerger

Pasca konsolidasi XL–Smart yang efektif pada April 2025, proses integrasi jaringan EXCL menunjukkan perkembangan yang dinilai positif. Salah satu fokus utama adalah integrasi Multi-Operator Core Network (MOCN) yang ditargetkan rampung pada semester I 2026. Integrasi ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi efisiensi operasional dan peningkatan kualitas layanan.

Manajemen EXCL juga masih berada di jalur untuk merealisasikan sinergi yang cukup signifikan. Pada 2025, nilai sinergi diperkirakan berada di kisaran US$ 150 juta–US$ 200 juta. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga US$ 300 juta–US$ 400 juta pada fase steady state, seiring optimalisasi jaringan dan pengelolaan biaya yang lebih efisien.

Realisasi sinergi ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung optimisme terhadap kinerja keuangan EXCL dalam beberapa tahun ke depan. Dengan struktur biaya yang lebih efisien, perusahaan dinilai memiliki ruang lebih besar untuk bersaing secara agresif di pasar.

Strategi 5G Dan Peluang Peningkatan Pangsa Pasar

Seiring terealisasinya manfaat integrasi, EXCL berencana menawarkan layanan 5G dengan kecepatan hingga 500 Mbps. Layanan ini akan dipasarkan dengan tarif Rp 600–Rp 1.000 per GB, jauh lebih kompetitif dibandingkan tarif 4G yang masih berada di atas Rp 2.000 per GB. Strategi harga tersebut dinilai berpotensi menjadi game changer di tengah persaingan industri.

Maybank Sekuritas menilai pendekatan ini dapat mendorong peningkatan pangsa pasar EXCL secara signifikan. Iklim persaingan yang semakin kondusif, ditambah dengan penawaran layanan berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau, membuka peluang bagi EXCL untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan eksisting.

Didukung oleh kenaikan pangsa pasar dan efisiensi biaya jaringan, laba EXCL diproyeksikan melonjak tajam. Maybank Sekuritas memperkirakan laba EXCL dapat meningkat hingga sekitar tujuh kali lipat menjadi Rp 3,5 triliun pada 2027, sebuah proyeksi yang mencerminkan titik balik pertumbuhan perseroan.

Proyeksi Laba Dan Peluang Revisi Konsensus

Dalam laporannya, Maybank Sekuritas mencatat bahwa proyeksi laba tahun buku 2027 EXCL berada sekitar 27% di atas konsensus pasar. Selisih ini membuka ruang bagi potensi revisi naik ke depan, terutama jika realisasi sinergi dan strategi komersial berjalan sesuai rencana.

Tim riset menilai koreksi harga saham EXCL dalam beberapa waktu terakhir justru menjadi peluang akumulasi bagi investor. Dengan valuasi yang relatif lebih menarik dibandingkan prospek pertumbuhan laba, EXCL dinilai menawarkan risk-reward yang lebih seimbang dibandingkan sejumlah saham telekomunikasi lain di kawasan.

Optimisme ini menjadi dasar rekomendasi buy yang disematkan Maybank Sekuritas terhadap saham EXCL, dengan target harga Rp 4.100 per saham. Rekomendasi tersebut mencerminkan keyakinan terhadap potensi kenaikan harga seiring perbaikan kinerja fundamental.

Tekanan Pada ADVANC Dan Pandangan Sektor

Sementara itu, ADVANC diturunkan peringkatnya menjadi Hold dengan target harga THB 358. Maybank Sekuritas berpandangan bahwa saham tersebut telah berada di puncak sentimen positif. ADVANC kini diperdagangkan pada rasio P/E tahun 2026 sekitar 22 kali, atau sekitar 20% di atas TRUE dan rata-rata emiten telekomunikasi ASEAN.

Tekanan tambahan juga datang dari lonjakan belanja modal jaringan yang diperkirakan naik 44% secara tahunan pada 2026. Belanja ini dibutuhkan untuk mempertahankan kepemimpinan jaringan di tengah peningkatan konsumsi data dan persaingan yang semakin ketat dengan TRUE. Kondisi tersebut mendorong pemangkasan estimasi free cash flow to firm (FCFF) sebesar 11%–13% untuk periode 2026–2028.

Meski EBITDA ADVANC masih diperkirakan tumbuh 5,5% pada 2026, risiko penurunan laba tetap ada akibat kenaikan biaya operasional. Biaya tersebut terutama berasal dari modernisasi TI dan belanja konten. Dividen spesial sebesar THB 19 per saham dinilai bersifat satu kali dan telah tercermin dalam harga saham.

Secara keseluruhan, Maybank Sekuritas memasang outlook positif untuk sektor telekomunikasi ASEAN. Selain EXCL, StarHub dan PLDT juga ditetapkan sebagai top picks, mencerminkan keyakinan bahwa konsolidasi industri dan efisiensi biaya akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini ke depan.

Terkini