MPMX Bidik Pertumbuhan Pendapatan Moderat Tahun Ini Dengan Fokus Efisiensi Bisnis Berkelanjutan

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:58:09 WIB
MPMX Bidik Pertumbuhan Pendapatan Moderat Tahun Ini Dengan Fokus Efisiensi Bisnis Berkelanjutan

JAKARTA - Memasuki tahun berjalan, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk mengambil langkah realistis dengan menetapkan target kinerja yang terukur. 

Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan memilih pendekatan hati-hati namun tetap optimistis. Strategi ini mencerminkan upaya menjaga stabilitas bisnis sekaligus memastikan keberlanjutan pertumbuhan di seluruh portofolio usaha.

Manajemen menyadari bahwa tantangan global dan domestik masih membayangi sektor otomotif dan pendukungnya. Oleh karena itu, fokus utama diarahkan pada penguatan fundamental bisnis, efisiensi operasional, serta optimalisasi setiap segmen. Dengan pendekatan tersebut, MPMX berharap mampu mempertahankan daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Target Pertumbuhan Pendapatan Dan Konsistensi Laba

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% hingga 7% pada tahun ini dibandingkan realisasi tahun 2025. Target ini dinilai moderat dan sejalan dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian. Manajemen memilih untuk tidak agresif demi menjaga kualitas pertumbuhan.

Dari sisi profitabilitas, MPMX berupaya mempertahankan konsistensi Net Profit After Tax. Secara historis, NPAT perusahaan berada di kisaran 3% hingga 4% dari total pendapatan. Konsistensi ini menjadi indikator penting dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan di tengah tekanan biaya dan persaingan.

Pendekatan tersebut menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola ekspektasi pasar. Alih-alih mengejar pertumbuhan tinggi dengan risiko besar, MPMX lebih mengedepankan stabilitas. Strategi ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang.

Dengan target yang realistis, perusahaan memiliki ruang untuk beradaptasi terhadap perubahan ekonomi. Fleksibilitas ini menjadi kunci dalam menghadapi potensi gejolak pasar sepanjang tahun.

Optimisme Terhadap Portofolio Bisnis Otomotif

General Manager Corporate Communications & Sustainability Mitra Pinasthika Mustika, Natalia Lusnita, menyampaikan optimisme terhadap kinerja seluruh portofolio bisnis MPMX. Ia menilai bahwa setiap segmen memiliki peluang untuk tumbuh meskipun tantangan pasar masih ada. Industri otomotif disebut tetap prospektif.

Menurut Natalia, pertumbuhan setiap segmen sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. Dalam konteks ini, manajemen melihat pasar sepeda motor masih relatif stabil. Permintaan diperkirakan bertahan karena sepeda motor tetap menjadi moda transportasi utama masyarakat.

Stabilitas penjualan sepeda motor dinilai konsisten dengan tren beberapa tahun terakhir. Dibandingkan kendaraan roda empat, pasar roda dua cenderung lebih resilien. Faktor harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu penopang utama permintaan.

“Hal ini konsisten dengan tren penjualan sepeda motor di tahun-tahun terakhir yang relatif masih lebih stabil dibandingkan roda empat. Memasuki 2026, tentunya MPMX harus maju dengan optimisme dan mengharapkan kondisi kinerja yang lebih sehat,” kata Natalia.

Momentum Positif Bisnis Mobil Bekas

Selain sepeda motor, MPMX juga mencermati peluang dari segmen mobil bekas. Anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk ini menilai bahwa bisnis mobil bekas menunjukkan performa solid sepanjang 2025. Hal ini terjadi meskipun pasar mobil baru mengalami perlambatan.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya pergeseran preferensi konsumen. Banyak pembeli memilih kendaraan yang lebih terjangkau dan memiliki likuiditas tinggi. Mobil bekas menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian besar.

Manajemen MPMX memproyeksikan tren ini masih akan berlanjut. Mobil bekas dinilai tetap relevan sebagai pilihan rasional di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan strategi yang tepat, segmen ini dapat menjadi penopang kinerja perusahaan.

“MPMX, melalui kanal seperti AUKSI, telah mencatat pertumbuhan penjualan mobil bekas yang menunjang ketahanan lini bisnis ini meski margin mengalami tekanan,” terang Natalia.

Strategi Penguatan Layanan Persewaan Mobil

Di segmen persewaan mobil, MPMX berkomitmen memperkuat layanan rental. Fokus utama diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional. Selain itu, perusahaan juga berupaya memperkokoh posisi pasar di wilayah yang sudah ada.

Pendekatan ini dipilih untuk memaksimalkan aset yang dimiliki. Dengan pengelolaan yang efisien, segmen rental diharapkan tetap memberikan kontribusi positif. Penguatan layanan juga dilakukan untuk menjaga kepuasan pelanggan.

Natalia belum memaparkan detail realisasi kinerja keuangan tahun lalu. Namun, data menunjukkan adanya tekanan pada pendapatan dan laba bersih. Hingga kuartal III-2025, pendapatan MPMX tercatat menurun secara tahunan.

Pendapatan perusahaan menyusut 3,12% dari Rp 11,84 triliun menjadi Rp 11,47 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih turun 7,73% dari Rp 440,82 miliar menjadi Rp 406,72 miliar.

Fokus Efisiensi Dan Transformasi Bisnis

Natalia menjelaskan bahwa perlambatan kinerja pada 2025 dipicu oleh beberapa faktor. Tekanan ekonomi makro, perubahan perilaku konsumen, serta kenaikan biaya di sejumlah segmen menjadi penyebab utama. Kondisi ini mendorong manajemen untuk melakukan penyesuaian strategi.

Pada tahun ini, MPMX akan fokus pada inisiatif menjaga cost leadership. Perusahaan juga memastikan keunggulan operasional dan keberlanjutan operasi di seluruh entitas anak dan asosiasi. Transformasi digital menjadi salah satu agenda penting.

Selain itu, MPMX memperkuat sinergi grup dan tetap menjajaki peluang diversifikasi. Manajemen mencermati kemungkinan merger dan akuisisi yang memiliki potensi sinergi. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem otomotif secara end-to-end.

“Terkait rencana diversifikasi, kami senantiasa menjajaki peluang strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif end-to-end dengan mencari bisnis yang memiliki potensi sinergi,” ujar Natalia.

Rencana Belanja Modal Untuk Mendukung Pertumbuhan

Untuk mendukung strategi bisnis, MPMX menyiapkan belanja modal sekitar Rp 110 miliar hingga Rp 115 miliar. Anggaran ini akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis. Salah satunya adalah pengembangan Project IT master plan.

Selain itu, capex juga digunakan untuk supply chain management di MPMulia. Pembelian tanah dan bangunan untuk ekspansi MPMMotor turut menjadi prioritas. Langkah ini diharapkan memperkuat fondasi operasional perusahaan.

Secara terpisah, MPMX juga menyiapkan capex untuk peremajaan armada di bisnis rental MPMRent. Kebutuhan dana diperkirakan mencapai sekitar Rp 700 miliar untuk pembelian kendaraan baru.

Sebagai perbandingan, anggaran capex tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 96 miliar. Hingga akhir 2025, realisasi capex mencapai Rp 61,4 miliar atau sekitar 64% dari anggaran. Dana tersebut digunakan untuk akuisisi aset berwujud dan tak berwujud, menutup Natalia.

Terkini