KKP Rekrut 3.000 Tenaga Kerja Lokal Dukung Tambak Udang Waingapu

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:58:27 WIB
KKP Rekrut 3.000 Tenaga Kerja Lokal Dukung Tambak Udang Waingapu

JAKARTA - Upaya memperkuat sektor perikanan budi daya di Indonesia terus dilakukan melalui pengembangan kawasan tambak terintegrasi. 

Salah satu langkah konkret kini hadir di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah membuka peluang kerja dalam skala besar yang menyasar tenaga lokal.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi membuka rekrutmen 3.000 tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional program Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Program ini menjadi bagian dari penguatan produksi udang nasional.

Kehadiran proyek tambak udang terintegrasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sekitar. Dengan melibatkan ribuan tenaga kerja, pemerintah berharap dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.

Langkah ini sekaligus menunjukkan fokus pemerintah dalam membangun sentra produksi berbasis kawasan yang didukung sumber daya manusia terlatih. Kesiapan tenaga kerja menjadi faktor penting agar operasional tambak berjalan sesuai standar industri.

Komitmen Penguatan SDM Kelautan dan Perikanan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta mengatakan langkah itu merupakan komitmen KKP dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan berdaya saing. Penguatan kapasitas SDM dinilai krusial dalam mendukung keberhasilan program strategis.

“Melalui kelas khusus, kami menyiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar memiliki keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan kerja sesuai standar industri,” ujar dia dalam siaran pers yang diterima di Banyuwangi, Rabu. Pernyataan tersebut menegaskan fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

Pendekatan berbasis pelatihan dan sertifikasi diharapkan mampu menciptakan tenaga profesional yang siap terjun langsung ke lapangan. Standar industri menjadi acuan utama dalam penyusunan kurikulum dan metode pembelajaran.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh kesempatan kerja, tetapi juga kompetensi yang dapat digunakan untuk pengembangan karier jangka panjang di sektor perikanan.

Skema Pelatihan dan Posisi Kerja yang Dibutuhkan

Ia menjelaskan nantinya KKP juga akan menggelar program pelatihan bagi para peserta yang lolos seleksi agar dapat menjadi tenaga kerja pada berbagai posisi, seperti operator anak kolam, teknisi budi daya udang, teknisi mesin tambak, laboran kesehatan udang, serta tenaga panen parsial. Ragam posisi ini mencerminkan kebutuhan operasional tambak modern.

Pelatihan dilakukan melalui teori, praktik, dan magang di tambak mitra dengan kurikulum berbasis standar operasional tambak udang terintegrasi. Kombinasi pembelajaran tersebut dirancang agar peserta memahami aspek teknis sekaligus praktik lapangan.

Metode magang memberi kesempatan bagi peserta untuk merasakan langsung dinamika kerja di tambak. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum terjun penuh sebagai tenaga profesional.

Dengan kurikulum yang terstruktur, KKP berharap kualitas lulusan pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri budi daya udang terintegrasi.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Generasi Muda

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyambut baik program tersebut sebagai peluang besar bagi generasi muda daerah. Pemerintah daerah melihat inisiatif ini sebagai momentum peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kesempatan kerja skala besar kini hadir di tanah Sumba sendiri. Kami ingin anak-anak kami bisa bekerja, berkembang, dan membangun masa depan tanpa harus jauh merantau,” katanya. Pernyataan ini menegaskan harapan agar lapangan kerja lokal dapat menekan angka perantauan.

Program ini dinilai mampu membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung pada pembangunan daerah. Kehadiran industri tambak terintegrasi juga diharapkan memicu pertumbuhan sektor pendukung lainnya.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan optimal serta memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

Bagian Strategi Nasional Peningkatan Produksi Udang

Program ISF di Sumba Timur merupakan bagian dari strategi nasional peningkatan produksi udang. Pengembangan kawasan tambak terintegrasi menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan daya saing komoditas udang Indonesia.

Rekrutmen dibuka mulai 10 Februari 2026 secara daring. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan tanpa biaya, serta berkesempatan bekerja di kawasan tambak udang terintegrasi Waingapu setelah dinyatakan kompeten.

Skema tanpa biaya ini membuka akses lebih luas bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan dan memperoleh pekerjaan. Transparansi proses seleksi diharapkan mampu menjaring calon tenaga kerja terbaik.

Dengan dukungan pelatihan terstruktur dan peluang kerja nyata, rekrutmen 3.000 tenaga kerja ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem budi daya udang nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumba Timur.

Terkini