JAKARTA - Dinamika harga pangan di wilayah Jawa Timur kembali menunjukkan tren kenaikan yang signifikan pada pertengahan Februari 2026 ini. Berdasarkan data pantauan harga rata-rata komoditas di tingkat pasar rakyat, sejumlah bahan pangan pokok seperti daging, bawang, dan cabai mengalami lonjakan harga secara bersamaan.
Fenomena kenaikan harga serempak ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kendala distribusi akibat faktor cuaca hingga adanya fluktuasi pasokan dari daerah penghasil di tengah meningkatnya permintaan pasar.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pemantauan ketat melalui sistem informasi harga pangan guna memastikan ketersediaan stok di gudang tetap aman meskipun terjadi gejolak harga di lapangan. Bagi konsumen, pembaruan informasi harga harian ini menjadi sangat krusial agar dapat mengatur strategi belanja rumah tangga dengan lebih cermat dan efisien.
Lonjakan Signifikan Pada Komoditas Daging Dan Bumbu Dapur
Sektor protein hewani dan bumbu dapur menjadi sorotan utama dalam pergerakan harga hari ini. Daging sapi dan daging ayam ras mencatatkan kenaikan yang cukup terasa bagi para pelaku usaha kuliner dan rumah tangga. Sementara itu, kelompok bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih juga merangkak naik, menyentuh angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada minggu sebelumnya.
Kenaikan ini memaksa masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih kualitas komoditas. Berdasarkan laporan "Harga sembako Jatim hari ini daging bawang dan cabai naik semua", fluktuasi harga bumbu dapur seringkali dipengaruhi oleh masa panen di sentra-sentra produksi seperti Nganjuk dan Probolinggo. Ketidakpastian cuaca di beberapa wilayah Jawa Timur disinyalir menjadi penyebab terhambatnya proses pengeringan bawang yang berujung pada terbatasnya stok di pasar-pasar induk.
Fenomena Pedasnya Harga Cabai Di Pasar Rakyat Jawa Timur
Cabai, yang merupakan komoditas paling sensitif terhadap perubahan cuaca, kembali mengalami lonjakan harga yang tajam. Baik cabai rawit maupun cabai merah besar menunjukkan tren grafik yang meningkat di hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri pengolahan makanan dan rumah makan yang mengandalkan cabai sebagai bahan baku utama.
Para pedagang di pasar tradisional melaporkan bahwa pasokan dari petani sedikit berkurang akibat curah hujan yang tinggi, yang seringkali menyebabkan kerusakan tanaman atau penurunan kualitas hasil panen. Konsumen pun diharapkan maklum dengan kondisi fisik cabai di pasar yang mungkin tidak seprima biasanya meskipun harganya sedang melambung tinggi.
Upaya Mitigasi Dan Strategi Belanja Cermat Bagi Masyarakat
Menyikapi kenaikan harga sembako yang merata ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying). Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan opsi operasi pasar atau pasar murah jika harga terus merangkak naik melebihi batas kewajaran dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai solusi praktis, masyarakat dapat melakukan strategi belanja berikut:
Mencari Substitusi: Mempertimbangkan sumber protein lain jika harga daging dirasa terlalu tinggi.
Belanja di Pasar Induk: Melakukan pembelian dalam jumlah sedikit lebih banyak di pasar utama untuk mendapatkan harga grosir.
Memanfaatkan Promo: Memantau program diskon di ritel modern yang terkadang menawarkan harga stabil untuk komoditas tertentu.
Tetap pantau pembaruan harga harian agar Anda dapat mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik di tengah fluktuasi harga pangan tahun 2026 ini.