PLN Dan PGE Perkuat Ekspansi Pembangkit Panas Bumi Nasional

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:28:42 WIB
PLN Dan PGE Perkuat Ekspansi Pembangkit Panas Bumi Nasional

JAKARTA - Upaya mempercepat transisi energi nasional kembali diperkuat melalui kolaborasi dua badan usaha milik negara di sektor energi. 

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan dan ekspansi pembangkit listrik panas bumi. Sinergi tersebut dinilai strategis dalam menjaga ketahanan pasokan listrik berbasis energi bersih. Langkah konkret dibahas langsung di lokasi proyek panas bumi yang telah beroperasi.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memperkuat kerja sama pengembangan energi panas bumi. Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan jajaran direksi kedua BUMN. Pertemuan berlangsung saat meninjau Pembangkit Listrik Panas Bumi Lahendong di Sulawesi Utara pada Kamis pekan lalu.

Kunjungan tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan forum pembahasan arah pengembangan proyek ke depan. Panas bumi dipandang sebagai salah satu tulang punggung energi terbarukan nasional. Dengan potensi sumber daya yang besar, optimalisasi proyek eksisting menjadi prioritas. Selain itu, peluang ekspansi di wilayah lain turut dibicarakan secara mendalam.

Optimalisasi Dan Ekspansi Proyek Panas Bumi

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menjelaskan bahwa kedua perusahaan membahas berbagai aspek pengembangan. Fokus pembahasan mencakup optimalisasi pembangkit yang sudah beroperasi. Selain itu, dibicarakan pula pengembangan proyek baru atau greenfield. Perluasan proyek eksisting atau brownfield juga menjadi agenda penting.

Tak hanya itu, peluang kemitraan strategis ke depan turut menjadi perhatian. Kerja sama ini dinilai krusial mengingat posisi PLN sebagai pembeli utama listrik panas bumi. “Ini mengingat PLN merupakan offtaker utama energi panas bumi yang diproduksi oleh PGE,” kata Andi Joko dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurut Andi, keberhasilan pengembangan PLTP Lahendong menjadi referensi penting. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proyek panas bumi dapat berjalan efektif dengan sinergi yang kuat. Potensi serupa dinilai dapat diperluas ke wilayah Sulawesi lainnya. Bahkan Pulau Sumatera disebut memiliki peluang pengembangan yang signifikan.

Pembahasan Dokumen Teknis Dan Proyek Strategis

Selain evaluasi kinerja operasional, pertemuan juga membahas sejumlah dokumen teknis penting. Di antaranya proyek PLTP Lahendong unit 7 dan 8 yang menjadi bagian dari rencana ekspansi kapasitas. Dokumen Perjanjian Jual Beli Uap untuk PLTP Kotamobagu Unit I hingga IV turut dibicarakan. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam memastikan kepastian proyek.

Rencana pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi Sungai Penuh juga masuk agenda diskusi. Setiap proyek memerlukan koordinasi erat dari sisi teknis dan komersial. Dengan pembahasan sejak tahap awal, diharapkan implementasi berjalan lebih terukur. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat realisasi proyek.

PLTP Lahendong sendiri telah beroperasi sejak 2001. Pembangkit ini menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan di Sulawesi Utara. Kontribusinya mencapai hingga 24 persen kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata peran strategis energi panas bumi.

Peran Panas Bumi Dalam Transisi Energi Nasional

Andi berharap sinergi yang semakin erat antara PGE dan PLN dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mempercepat transisi menuju energi bersih. “Kami juga ingin memastikan peran dalam mendukung target Net Zero Emission melalui pengembangan energi bersih berbasis panas bumi,” ujarnya.

Panas bumi memiliki karakteristik energi yang stabil dan berkelanjutan. Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bergantung pada cuaca, panas bumi dapat beroperasi secara konsisten. Hal ini menjadikannya sumber energi andal untuk sistem kelistrikan nasional. Dukungan kebijakan dan investasi menjadi kunci pengembangan lebih lanjut.

Saat ini PGE mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.932 megawatt. Angka tersebut setara sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Posisi ini menempatkan perusahaan sebagai pemain utama dalam sektor panas bumi Indonesia. Kapasitas besar tersebut menjadi modal penting bagi ekspansi lanjutan.

Sepanjang 2024, pembangkitan listrik berbasis panas bumi yang dikelola perusahaan mencapai 4.827 gigawatt hour. Produksi itu memasok listrik bagi lebih dari dua juta rumah tangga. Kontribusi tersebut menunjukkan dampak nyata terhadap pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Dengan ekspansi yang direncanakan, kontribusi ini berpotensi meningkat.

Kolaborasi antara PGE dan PLN mencerminkan langkah strategis memperkuat bauran energi bersih. Pemerintah menargetkan peningkatan porsi energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional. Panas bumi menjadi salah satu pilar utama untuk mencapai target tersebut. Kerja sama yang solid diharapkan mempercepat pencapaian sasaran jangka panjang.

Melalui optimalisasi proyek berjalan dan pengembangan wilayah baru, kedua BUMN berupaya memastikan keberlanjutan sektor energi. Ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya, tetapi juga pada pengelolaan yang efektif. Sinergi ini menjadi wujud komitmen bersama menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Terkini