12 Hidangan Khas Imlek untuk Takjil Ramadan 2026 Penuh Makna

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:28:47 WIB
12 Hidangan Khas Imlek untuk Takjil Ramadan 2026 Penuh Makna

JAKARTA - Pertemuan dua perayaan besar dalam waktu berdekatan selalu menghadirkan cerita menarik. 

Pada Februari 2026, Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari, sementara awal Ramadan diperkirakan pada 18–19 Februari. Momentum yang berdampingan ini membuka ruang perjumpaan budaya yang hangat dan sarat makna kebersamaan.

Dalam konteks tersebut, hidangan khas Imlek dapat menemukan peran baru di meja berbuka puasa. Perayaan yang identik dengan simbol harapan, rezeki, dan kebahagiaan itu dapat berpadu dengan tradisi berbagi saat Ramadan. Dari sinilah muncul inspirasi menyajikan menu Imlek sebagai takjil yang ringan dan penuh filosofi.

Takjil sendiri merupakan makanan pembuka saat berbuka puasa. Mengacu pada penjelasan di laman BINUS Student Activity (student-activity.binus.ac.id), istilah takjil berasal dari kata Arab ‘ajjala atau ta’jiilul fithr yang berarti menyegerakan berbuka. Dalam tradisi Indonesia, takjil tidak hanya bermakna makanan manis, tetapi juga simbol kebersamaan dan kehangatan sosial.

Ketika dua momen ini berdampingan, meja makan menjadi ruang dialog tanpa kata. Kue, buah, hingga camilan simbolis khas Imlek yang halal dan ringan dapat dihadirkan sebagai takjil. Berikut daftar hidangan khas imlek yang cocok jadi takjil.

Kue Manis Sarat Simbol Harapan

Kue Keranjang (Nian Gao) terbuat dari tepung ketan dan gula dengan tekstur lengket dan rasa manis. Dalam tradisi Imlek, kue ini melambangkan peningkatan rezeki dari tahun ke tahun. Maknanya erat dengan doa agar kehidupan terus membaik.

Sebagai takjil, kue keranjang dapat dipotong kecil atau digoreng dengan balutan telur agar renyah di luar namun tetap kenyal di dalam. Rasa manisnya membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Penyajian sederhana tetap mempertahankan nilai simbolisnya.

Kue Ku berbentuk cangkang kura-kura berwarna merah cerah dan biasanya berisi kacang hijau manis. Teksturnya lembut serta legit ketika digigit. Filosofinya melambangkan umur panjang dan kesejahteraan.

Dalam porsi kecil, kue ku cocok menjadi pelengkap berbuka yang tidak berlebihan. Warnanya yang cerah turut memperindah tampilan meja takjil. Manisnya terasa pas untuk dinikmati bersama teh hangat.

Tang Yuan adalah bola-bola ketan manis yang disajikan dalam kuah jahe atau sirup gula. Bentuk bulatnya melambangkan kebersamaan keluarga. Kehangatannya menghadirkan rasa nyaman saat disantap.

Disajikan hangat ketika berbuka, tang yuan memberi sensasi lembut dan menenangkan. Kuahnya membantu menghangatkan tubuh setelah berpuasa. Nilai kebersamaan yang dibawa semakin terasa dalam suasana Ramadan.

Kue Mangkuk memiliki bagian atas yang mekar seperti bunga. Dalam tradisi Imlek, bentuk tersebut melambangkan rezeki yang terus berkembang. Teksturnya empuk dan rasa manisnya ringan.

Sebagai takjil, kue mangkuk mudah disantap tanpa membuat kenyang berlebihan. Warnanya yang cerah menambah semarak suasana berbuka. Simbol pertumbuhan rezeki terasa relevan di bulan penuh berkah.

Kue Bulan atau mooncake berbentuk bulat dengan isian kacang merah, kacang hijau, atau biji teratai. Bentuk bulatnya melambangkan harmoni dan persatuan. Rasanya padat dan kaya.

Dipoton kecil-kecil, kue bulan dapat menjadi takjil manis yang istimewa. Setiap potongannya menghadirkan cita rasa sekaligus makna. Kehadirannya memperkaya variasi menu berbuka.

Kue Lapis Legit melambangkan rezeki berlapis-lapis dengan tekstur lembut dan rasa rempah khas. Setiap lapisan mencerminkan harapan keberkahan bertahap. Aromanya menggoda saat disajikan.

Karena cukup padat, kue ini sebaiknya dipotong tipis sebagai pelengkap minuman hangat. Potongan kecil sudah cukup memberikan rasa manis yang kaya. Filosofinya tetap terasa meski dalam sajian sederhana.

Nastar dan kue ong lei sama-sama berbahan dasar nanas yang dipercaya membawa hoki. Rasa manis-asamnya segar dan mudah dinikmati. Bentuknya kecil sehingga praktis dibagikan.

Kue kering ini cocok menjadi takjil yang mudah disajikan untuk tamu. Selain lezat, keduanya menyiratkan harapan keberuntungan. Kehadirannya memperkuat nuansa perayaan di bulan suci.

Buah dan Salad Segar Pembuka Berbuka

Jeruk mandarin hampir selalu hadir di meja Imlek sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Warnanya cerah dengan rasa manis segar. Buah ini identik dengan suasana perayaan.

Sebagai takjil, jeruk mandarin sangat ideal karena ringan dan kaya vitamin C. Selain dimakan langsung, jeruk dapat diolah menjadi es buah atau salad sederhana. Sensasi segarnya membantu melepas dahaga.

Yu Sheng adalah salad khas Imlek yang populer di Asia Tenggara. Isinya terdiri dari irisan sayur segar, ikan halal, dan saus asam manis. Warna-warni bahannya menarik perhatian.

Sebagai takjil, yu sheng menawarkan sensasi segar dan renyah. Tradisi mengaduk bersama sebelum disantap menjadi momen kebersamaan menjelang berbuka. Nilai simbolisnya menyatu dengan semangat berbagi.

Camilan Gurih Pengganjal Lapar

Lumpia melambangkan kekayaan karena bentuknya menyerupai gulungan emas. Versi halal dengan isian wortel, kol, rebung, dan jamur cocok untuk berbuka. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam.

Disajikan hangat, lumpia menjadi pilihan bagi yang ingin takjil gurih. Camilan ini cukup mengganjal sebelum hidangan utama. Maknanya tetap terasa dalam sajian sederhana.

Jiaozi berbentuk setengah lingkaran dan melambangkan batangan emas kuno sebagai simbol rezeki. Untuk versi halal, isian dapat menggunakan ayam cincang atau udang. Cara memasaknya bisa dikukus atau direbus.

Disajikan dengan saus kecap dan sedikit minyak wijen, jiaozi terasa ringan namun mengenyangkan. Kehangatannya cocok untuk berbuka puasa. Nilai simbol rezekinya memperkaya makna Ramadan.

Mie panjang umur melambangkan kesehatan dan umur panjang. Biasanya disajikan utuh tanpa dipotong sebagai simbol harapan hidup yang panjang. Filosofinya kuat dalam tradisi Imlek.

Untuk takjil, mie dapat dihidangkan dalam porsi kecil dengan topping ayam dan sayuran. Menu ini cocok bagi yang ingin berbuka dengan sajian gurih. Kehadirannya menyatukan makna kesehatan dan keberkahan.

Makna Lebih dari Sekadar Rasa

Menghadirkan hidangan khas imlek yang cocok jadi takjil bukan sekadar inovasi kuliner. Di dalamnya terdapat penghormatan terhadap keberagaman dan tradisi. Makanan menjadi medium komunikasi sosial yang hangat.

Momentum berdekatan antara Imlek dan Ramadan juga mengingatkan pentingnya empati publik. Penyesuaian layanan serta dukungan terhadap UMKM lokal dapat tumbuh dari perjumpaan ini. Pasar takjil bernuansa Imlek menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang sosial.

Di antara lentera merah dan suara adzan, tersimpan peluang memperkuat narasi kebangsaan. Tindakan sederhana seperti berbagi makanan dapat menumbuhkan solidaritas. Dari meja berbuka, harmoni dirayakan dalam rasa dan makna.

Terkini