Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Cair Pada Minggu Pertama Ramadan 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:08:08 WIB
Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Cair Pada Minggu Pertama Ramadan 2026

JAKARTA - Kabar gembira bagi para abdi negara di seluruh penjuru Tanah Air kini telah menemui titik terang. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengonfirmasi jadwal penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Polri untuk tahun 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali mendekati hari raya, kali ini kepastian pencairan muncul lebih awal, tepatnya sejak memasuki periode awal bulan suci Ramadan.

Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan. Selain sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pegawai negeri, percepatan distribusi dana segar ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak roda ekonomi nasional sejak kuartal pertama. Dengan suntikan likuiditas ke masyarakat, daya beli diharapkan tetap terjaga dan konsumsi rumah tangga dapat meningkat secara signifikan di tengah suasana bulan puasa.

Kepastian Jadwal Pencairan THR di Awal Ramadan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proses penyaluran tunjangan tahunan ini akan segera dilaksanakan. Berdasarkan keterangan resmi di Jakarta, ia memastikan bahwa dana tersebut akan mulai masuk ke rekening para penerima pada pekan pertama bulan puasa. "Minggu pertama puasa," ujar Purbaya dengan singkat saat memberikan konfirmasi kepada awak media di Jakarta.

Meskipun tanggal spesifik secara detail belum dirilis ke publik, Purbaya memberikan sinyal kuat bahwa proses birokrasi dan administrasi sudah berada pada tahap akhir. Ungkapan "bentar lagi" yang ia sampaikan mengisyaratkan bahwa para ASN tidak perlu menunggu waktu lama untuk menikmati hak mereka. Ketepatan waktu ini menjadi fokus utama kementerian agar manfaat dari tunjangan tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh keluarga besar abdi negara dalam mempersiapkan kebutuhan Ramadan maupun Lebaran nanti.

Alokasi Anggaran Fantastis Mencapai 55 Triliun Rupiah

Untuk merealisasikan komitmen ini, pemerintah tidak main-main dalam menyiapkan pendanaan. Dalam paparan di acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Wisma Danantara, terungkap bahwa total anggaran yang dikucurkan mencapai angka fantastis, yakni Rp55 triliun. Jumlah ini merupakan komitmen besar negara untuk memastikan kesejahteraan para pegawainya tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Purbaya menjelaskan bahwa meskipun tanggal pastinya masih menunggu keputusan administratif final, arah kebijakan sudah sangat jelas. "Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan," tuturnya. Dana sebesar Rp55 triliun tersebut merupakan bagian dari proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 yang secara keseluruhan direncanakan mencapai Rp809 triliun.

Stimulus Ekonomi Melalui Belanja Pemerintah Triwulan I

Penyaluran THR ini hanyalah salah satu komponen dari skema besar belanja negara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Selain untuk tunjangan, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk berbagai program prioritas lainnya. Di antaranya adalah percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan biaya Rp62 triliun, serta dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra sebesar Rp6 triliun. Tak ketinggalan, ada paket stimulus ekonomi tambahan senilai Rp13 triliun yang disiapkan untuk memperkuat sektor-sektor produktif.

Purbaya menekankan bahwa seluruh belanja pemerintah pada tiga bulan pertama tahun ini sengaja dipacu agar tepat waktu. Tujuannya adalah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap berada dalam tren positif dan berkelanjutan. Pemerintah optimis bahwa dengan dukungan belanja yang kuat, ekonomi Indonesia tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh melampaui ekspektasi banyak pihak di awal tahun ini.

Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Optimis

Dengan adanya berbagai stimulus, termasuk THR yang cair lebih awal, pemerintah memasang target pertumbuhan yang cukup tinggi untuk triwulan I 2026. Menteri Keuangan memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu bertumbuh di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen. Angka ini dianggap realistis mengingat kuatnya fondasi ekonomi yang telah terbentuk sepanjang tahun 2025 lalu.

"Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai enam persen," tegas Purbaya. Ia meyakini bahwa percepatan belanja negara akan memberikan efek domino yang positif bagi pasar. Jika konsumsi masyarakat meningkat berkat adanya THR dan stimulus lainnya, maka target keluar dari jebakan pertumbuhan stagnan di angka lima persen bisa segera terwujud. Hal ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional secara makro.

Harapan Bagi Kesejahteraan ASN dan Stabilitas Nasional

Penyampaian informasi mengenai THR ini tentu menjadi hal yang paling dinantikan. Bagi jutaan ASN, TNI, dan Polri, kepastian ini memberikan ruang bagi mereka untuk merencanakan keuangan keluarga dengan lebih baik selama Ramadan. Di sisi lain, dari kacamata kebijakan publik, langkah ini merupakan bentuk koordinasi yang solid antara kebijakan fiskal dan kebutuhan riil di lapangan.

Melalui sinergi antara pemberian tunjangan dan berbagai stimulus infrastruktur serta sosial, pemerintah berharap tahun 2026 menjadi tahun akselerasi bagi Indonesia. Momentum Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi yang didorong oleh kebijakan belanja negara yang pro-rakyat dan tepat sasaran. Dengan demikian, stabilitas nasional baik dari sisi ekonomi maupun sosial diharapkan tetap kokoh sepanjang tahun.

Terkini