JAKARTA - Pengerjaan infrastruktur Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) kini memasuki fase krusial. Fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi Barat.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak pengembang jalan tol menargetkan proyek strategis ini dapat rampung sepenuhnya dan fungsional sebelum masa angkutan Lebaran 2026 dimulai. Langkah ini diambil guna mengurai titik-titik kemacetan parah yang selama ini menjadi momok bagi para pengendara di jalur nasional Sukabumi.
Penyelesaian Seksi 3 ini dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk memperpendek waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas ekonomi di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Dengan progres yang terus dipantau secara mingguan, optimisme bahwa tol ini dapat digunakan oleh para pemudik di tahun 2026 semakin menguat.
Fokus Pengerjaan Konstruksi Dan Pembebasan Lahan
Berdasarkan laporan "Proyek Tol Bocimi Seksi 3 kejar target Lebaran 2026 tuntas", pengerjaan di lapangan saat ini mencakup penyelesaian struktur jembatan, perkerasan jalan utama (main road), serta pembangunan gerbang tol di wilayah Sukabumi Barat. Selain teknis konstruksi, penyelesaian sisa pembebasan lahan di beberapa titik juga terus diakselerasi berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar tidak menghambat laju alat berat.
Kondisi cuaca di wilayah Bogor dan Sukabumi yang memiliki curah hujan tinggi menjadi salah satu tantangan terbesar. Oleh karena itu, tim di lapangan menerapkan strategi kerja dua shift serta penggunaan teknologi konstruksi yang memungkinkan pengerjaan tetap berjalan optimal meski dalam kondisi cuaca yang dinamis. Keamanan struktur juga menjadi prioritas utama mengingat beberapa area memiliki kontur tanah yang cukup curam.
Dampak Positif Bagi Konektivitas Dan Ekonomi Sukabumi
Kehadiran Tol Bocimi Seksi 3 diprediksi akan mengubah lanskap ekonomi di Sukabumi secara signifikan. Beberapa manfaat utama yang diharapkan meliputi:
Pengurangan Kemacetan: Jalur legendaris "Pasar Cicurug" dan "Cibadak" yang kerap macet total akan memiliki jalur alternatif yang jauh lebih cepat.
Efisiensi Logistik: Distribusi hasil pertanian dan industri dari Sukabumi menuju Jakarta atau pelabuhan akan lebih hemat biaya dan waktu.
Sektor Pariwisata: Akses menuju destinasi wisata seperti Pelabuhan Ratu atau Geopark Ciletuh akan menjadi lebih mudah, sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan nasional.
Kesiapan Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat telah mulai merancang skema lalu lintas baru yang akan mengintegrasikan pintu keluar tol Sukabumi Barat dengan jalan arteri. Jika target Lebaran 2026 tercapai, diharapkan beban kendaraan di jalan raya nasional bisa berkurang hingga 40-50%. Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau perkembangan resmi terkait jadwal operasional fungsional yang biasanya akan diumumkan menjelang bulan Ramadan.
Dengan tuntasnya Seksi 3 ini, perjalanan dari arah Jakarta menuju pusat Kota Sukabumi diprediksi hanya akan memakan waktu kurang dari 2 jam dalam kondisi normal, sebuah kemajuan pesat dibandingkan waktu tempuh saat ini yang bisa mencapai 4 hingga 5 jam.