JAKARTA - Sorotan dunia terhadap Indonesia kian menguat seiring perubahan arah pembangunan nasional yang terus didorong pemerintah.
Dalam forum bisnis bergengsi di Amerika Serikat, pesan optimisme itu ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Indonesia kini berada dalam fase kebangkitan yang nyata. Momentum tersebut menjadi penanda keyakinan baru terhadap posisi strategis Indonesia di panggung global.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia bukan lagi raksasa yang tertidur. Sebaliknya, kata Prabowo, Indonesia kini sudah mulai bangun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks dorongan memperkuat kerja sama internasional. Indonesia dinilai telah memasuki babak baru pembangunan yang lebih progresif.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada acara Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu. Forum tersebut dihadiri kalangan pengusaha dan pemangku kepentingan strategis. Ajang itu menjadi ruang dialog mempererat hubungan bilateral.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menggarisbawahi pentingnya memaksimalkan potensi nasional. Ia memandang Indonesia memiliki kekuatan besar yang siap dimanfaatkan secara optimal. Kebangkitan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga tercermin dalam capaian ekonomi dan tata kelola.
Dorongan Memperkuat Hubungan Dengan Amerika Serikat
Prabowo mengaku menginginkan potensi yang dimiliki Indonesia bisa meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat di semua bidang. Menurutnya, kemitraan strategis harus mencakup aspek luas dan berkelanjutan. Indonesia terbuka memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan.
"Sekali lagi, kami menginginkan hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di semua bidang: politik, ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga bidang perlindungan lingkungan. Kami memiliki potensi kuat untuk meningkatkan hubungan ini,” ucap Prabowo. Pernyataan ini menegaskan komitmen membangun relasi komprehensif.
“Indonesia memiliki banyak potensi. Kami menyadari dan saya rasa kawasan ini juga menyadari bahwa Indonesia bukan lagi raksasa yang tertidur. Kami mulai bangun.” Kalimat tersebut menekankan perubahan paradigma tentang Indonesia. Dunia dinilai mulai melihat Indonesia sebagai kekuatan yang semakin diperhitungkan.
Kerja sama lintas sektor diyakini mampu mempercepat pertumbuhan dan stabilitas kawasan. Pemerintah memandang kolaborasi internasional sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Hubungan bilateral diharapkan memberi dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat.
Fondasi Ekonomi Kuat Dan Tradisi Menghormati Kewajiban
Prabowo percaya di kawasan bahkan dunia, kini mengakui Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Stabilitas fiskal dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan global. Indonesia dinilai mampu menjaga ketahanan ekonomi dalam berbagai situasi.
Terlebih, kata Prabowo, Indonesia telah mengelola ekonomi dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Pendekatan kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal menjadi salah satu kunci. Kepercayaan investor pun terjaga melalui rekam jejak yang konsisten.
“Kami tidak pernah gagal bayar (default), sekalipun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami,” ucap Prabowo. Pernyataan ini menegaskan kredibilitas Indonesia dalam memenuhi kewajiban finansialnya.
“Bahkan, pemerintahan-pemerintahan berikutnya akan selalu menghormati utang dari pemerintahan sebelumnya, meskipun mereka mungkin merupakan lawan politik yang keras satu sama lain. Tradisi dalam masyarakat kami adalah menghormati kewajiban kami. Inilah tradisi yang kami ikuti hingga sekarang.” Nilai tersebut menjadi fondasi etika dalam tata kelola negara.
Komitmen Tata Kelola Yang Efisien Dan Berorientasi Pendidikan
Di sisi lain, Prabowo mengaku terus bertekad untuk menciptakan pemerintahan yang lebih efisien. Reformasi birokrasi menjadi bagian penting dari agenda pemerintahannya. Efisiensi dinilai krusial dalam mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami bertekad untuk mewujudkan tata kelola yang baik. Kami mencoba menciptakan generasi pemimpin baru yang berpendidikan tinggi, terlatih dengan baik, namun juga memiliki landasan kuat dalam administrasi yang baik, tata kelola yang baik, serta manajemen yang rasional, logis, dan pragmatis dalam memecahkan masalah,” ujar Prabowo.
Komitmen tersebut menegaskan fokus pada kualitas sumber daya manusia. Pemerintah memandang generasi muda sebagai pilar utama masa depan bangsa. Peningkatan kapasitas kepemimpinan dinilai penting untuk menjawab tantangan global.
“Sikap baru yang kami coba tanamkan pada generasi muda ini kami percepat di semua bidang. Tentu saja secara ekonomi kami harus melindungi sumber daya kami, mengelolanya dengan baik, dan mempersiapkan elemen manusia. Bagi saya, pendidikan sangat penting.” Pernyataan ini menutup pidato dengan penekanan pada pembangunan manusia sebagai kunci kebangkitan Indonesia yang berkelanjutan.