Ari Askhara Mundur Dari GTSI Usai Ditunjuk Pimpin HUMI

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:41:51 WIB
Ari Askhara Mundur Dari GTSI Usai Ditunjuk Pimpin HUMI

JAKARTA - Perubahan kepemimpinan kembali terjadi di lingkungan Grup Humpuss setelah I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara memutuskan melepaskan salah satu jabatan strategisnya. 

Langkah ini diambil seiring pengangkatannya sebagai pimpinan baru di entitas lain dalam grup yang sama. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi perusahaan.

Ari Askhara mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk. setelah diangkat menjadi bos PT Humpuss Maritim Internasional Tbk.. Pengunduran diri itu disampaikan oleh manajemen GTSI dalam keterbukaan informasi, Rabu 18 Februari 2026. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari pertimbangan profesional.

Selain Ari Askhara, Direktur GTSI Dira K. Mochtar juga mengajukan pengunduran diri. Surat permohonan pengunduran diri dua direksi GTSI itu diterima pada 12 Februari 2026. “Alasan pengunduran diri atas pertimbangan profesional,” tulisnya.

Pengunduran diri tersebut berlaku efektif sampai dengan disetujuinya perubahan susunan pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan dilaksanakan GTSI pada 26 Februari 2026. Sampai dengan RUPSLB, pengurusan dan pengelolaan GTSI untuk sementara waktu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris. Hal itu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar GTSI dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Pengangkatan Ari Askhara Di HUMI

Sebagai informasi, Ari Askhara sebelumnya diangkat menjadi Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada 14 Januari 2026. Pengangkatan ini menandai babak baru perjalanan kariernya di sektor maritim dan energi. HUMI sendiri merupakan salah satu entitas penting di bawah Grup Humpuss.

Ari Askhara naik menjadi Direktur Utama menggantikan Tirta Hidayat yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut. Pergantian pucuk pimpinan ini diharapkan membawa strategi baru bagi perusahaan. GTSI diketahui merupakan perusahaan yang tergabung ke dalam Grup Humpuss atau berada di bawah naungan grup yang sama dengan HUMI.

Grup Humpuss merupakan konglomerasi yang terafiliasi dengan Tommy Soeharto. Keterkaitan ini menempatkan HUMI dan GTSI dalam satu ekosistem bisnis maritim yang saling terhubung. Sinergi antaranak usaha menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis grup.

Fokus Strategi Dan Arah Bisnis HUMI

Selepas penggantian itu, HUMI disebut akan lebih berfokus pada pertumbuhan pendapatan melalui pengembangan armada hingga diversifikasi bisnis yang berkelanjutan. Strategi ini dirancang untuk memperkuat posisi HUMI di sektor logistik maritim dan energi nasional. Perusahaan tidak hanya mengandalkan kepemilikan kapal semata.

“Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, dan diversifikasi usaha yang berkelanjutan, berbasis pada integrated maritime & energy logistics nasional, bukan hanya sekadar ship owner,” kata Ari dalam pernyataan resminya, Rabu 14 Januari 2026. Pernyataan ini menegaskan arah transformasi bisnis HUMI.

Selain itu, Ari juga menekankan pada efisiensi biaya operasional, pendanaan dan keuangan, dengan tetap mengutamakan kualitas layanan HUMI kepada pelanggan. Dengan begitu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu target Ari ke depan. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga daya saing perusahaan.

Rekam Jejak Pendidikan Dan Karier Ari Askhara

Ari Askhara memiliki latar belakang pendidikan ekonomi di Universitas Gadjah Mada. Di Yogyakarta, dia menamatkan jenjang sarjananya pada periode 1990 hingga 1994. Pendidikan tersebut menjadi fondasi awal perjalanan profesionalnya di sektor keuangan dan korporasi.

Selepas menempuh pendidikan, Ari menjajaki karier pertamanya di Bank Mandiri sejak 1994 hingga 2005. Selama sekitar 11 tahun bergabung, ia kemudian melanjutkan karier sebagai VP Deutsche Bank pada periode 2006 hingga 2008. Hingga 2011, kariernya masih berada di industri perbankan seperti Barclays Investment Bank atau Standard Chartered Bank.

Baru sejak 2014, Ari menapaki karier di PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo. Tidak berselang lama di Pelindo, Ari menjabat sebagai CFO dan Risk Director di PT Garuda Indonesia Tbk. pada periode 2014 hingga 2016. Kariernya kemudian berlanjut di posisi strategis lainnya.

Ari juga tercatat sempat menjabat sebagai CEO Pelindo pada periode 2017 hingga 2018 dan menjabat sebagai CEO Garuda Indonesia pada periode 2018 hingga 2020. Namun, karier Ari di Garuda berhenti saat Erick Thohir menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara pada 2019. 

Ari dicopot dari kursi bos maskapai pelat merah karena terbukti menjadi aktor utama dalam kasus penyelundupan barang mewah berupa sepeda motor Harley Davidson klasik keluaran 1972 bernilai miliaran rupiah yang terbongkar oleh Kepabean Bandara Soekarno Hatta pada 17 November lalu.

Terkini