JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menutup tahun 2025 dengan pencapaian luar biasa di segmen pembiayaan konsumer. Pertumbuhan ini menunjukkan strategi bank yang terukur mampu menjawab tantangan ekonomi dan tren industri perbankan yang bergerak tidak seragam.
Pertumbuhan Konsumer BSI Menunjukkan Kinerja Stabil
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025, total pembiayaan konsumer BSI mencapai Rp 175,79 triliun atau tumbuh 15,75% yoy. Pertumbuhan ini meliputi seluruh lini produk, mulai dari pembiayaan griya, kendaraan, payroll, hingga bisnis emas yang meningkat pesat.
Rincian pembiayaan konsumer BSI terlihat sebagai berikut:
| Segmen Pembiayaan | Nilai Desember 2025 (Rp Triliun) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|
| BSI Griya (KPR) | 60,26 | 6,03 |
| BSI OTO (Kendaraan) | 6,41 | 18,99 |
| BSI Mitraguna/Payroll | 68,43 | 14,09 |
| Segmen Pensiun | 16,92 | 5,42 |
| Bisnis Emas | 22,91 | 78,6 |
Strategi BSI Dorong Keunggulan Kompetitif
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menekankan pertumbuhan konsumer BSI relatif merata di semua segmen. Keunggulan ini diperoleh dari optimalisasi ekosistem payroll dengan captive market berprofil risiko terukur dan NPF yang tetap rendah.
Selain itu, skema margin syariah memberikan kepastian angsuran meski suku bunga acuan fluktuatif sepanjang 2025. Digitalisasi melalui BYOND by BSI juga mempermudah pengajuan layanan konsumer mandiri serta mempercepat proses pencairan.
Segmen KPR dan Kendaraan Tetap Jadi Fokus Pertumbuhan
BSI memproyeksikan permintaan KPR tetap tinggi pada 2026, terutama dari generasi milenial dan Gen Z yang mencari hunian pertama di kisaran harga Rp 500 juta. Tren ini menunjukkan peluang besar bagi BSI untuk memperluas portofolio pembiayaan properti.
Di sisi kendaraan, pertumbuhan didukung meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik (EV). BSI menyiapkan pembiayaan kompetitif untuk merek EV yang masuk pasar domestik, sejalan dengan tren green lifestyle dan mobilitas ramah lingkungan.
Pembiayaan Mitraguna dan Basis Payroll Masih Relevan
Segmen Mitraguna diprediksi tetap kuat seiring pemulihan daya beli masyarakat, khususnya untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta pendaftaran haji dan umrah. Basis nasabah payroll menjadi tulang punggung utama karena profil risiko terukur dan kebutuhan konsisten untuk pembiayaan konsumtif.
BSI menekankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan pembiayaan konsumer. Inovasi produk syariah yang berkelanjutan akan terus didorong untuk memenuhi permintaan masyarakat sekaligus menjaga kualitas portofolio.
Bisnis Emas Tembus Pertumbuhan Tertinggi
Segmen bisnis emas BSI menunjukkan kinerja paling mencolok dengan lonjakan 78,6% yoy menjadi Rp 22,91 triliun. Pertumbuhan ini menegaskan minat masyarakat terhadap investasi emas berbasis syariah tetap tinggi di tengah volatilitas pasar keuangan.
Wisnu menyebut bahwa keberhasilan bisnis emas sekaligus memperkuat posisi BSI dalam diversifikasi produk pembiayaan konsumer. Hal ini menjadi bukti strategi BSI yang adaptif terhadap kebutuhan pasar dan tren investasi masyarakat modern.
Proyeksi Pembiayaan Konsumer BSI 2026
Secara keseluruhan, BSI memproyeksikan tren positif pembiayaan konsumer akan berlanjut pada 2026. Segmen KPR, kendaraan, payroll, dan bisnis emas diperkirakan tetap menjadi motor pertumbuhan, didukung digitalisasi dan inovasi layanan syariah.
Dengan langkah strategis ini, BSI siap menghadapi dinamika ekonomi makro sekaligus memperluas akses pembiayaan konsumer. Bank berkomitmen menjaga prinsip kehati-hatian dan memastikan pertumbuhan konsumer yang berkelanjutan untuk mendukung perekonomian nasional.