Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Dipicu Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:08:53 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Dipicu Ketegangan Timur Tengah

JAKARTA - Pergerakan harga minyak dunia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. 

Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar terus mencermati dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sentimen global tersebut membuat harga bertahan di kisaran tertinggi beberapa bulan terakhir.

Di tengah perkembangan tersebut, investor juga memperhitungkan sinyal bertambahnya pasokan global. Kombinasi antara risiko gangguan suplai dan potensi tambahan produksi membuat pergerakan harga relatif terbatas. Pasar kini bergerak hati-hati sambil menunggu kepastian arah berikutnya.

Berdasarkan data Refinitiv, harga minyak jenis Brent pada penutupan 25 Februari 2026 tercatat US$71,45 per barel. Angka ini naik dari posisi sebelumnya US$70,77 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate atau WTI ditutup di US$66,21 per barel, lebih tinggi dibandingkan US$65,63 per barel sehari sebelumnya.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa sentimen geopolitik masih menjadi faktor dominan. Meski ada tekanan dari sisi pasokan, pasar belum melihat alasan kuat untuk melepas posisi beli secara agresif. Hal ini membuat harga tetap berada dalam tren menguat.

Tren Penguatan Sejak Pertengahan Februari

Pergerakan harga menunjukkan minyak masih berada dalam tren naik sejak pertengahan Februari. Brent sempat berada di kisaran US$67 per barel pada 17 Februari sebelum kembali melonjak ke atas US$71 per barel. Kenaikan ini menandakan adanya akumulasi sentimen positif di pasar energi.

WTI juga memperlihatkan pola serupa dengan kenaikan dari sekitar US$62 per barel menuju kisaran US$66 per barel dalam periode yang sama. Momentum tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar masih memberi premi risiko terhadap harga minyak.

Melansir Reuters, pelaku pasar mencermati rencana perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Negosiasi tersebut dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasokan minyak global dalam jangka pendek hingga menengah. Ketegangan di kawasan Timur Tengah sebelumnya sempat memicu kekhawatiran gangguan distribusi.

Kekhawatiran itulah yang menopang harga hingga bertahan di level tinggi. Setiap perkembangan baru dari perundingan diplomatik menjadi katalis penting bagi arah harga selanjutnya. Investor menunggu sinyal apakah risiko konflik akan mereda atau justru meningkat.

Peran Iran Dalam Pasokan Global

Iran merupakan salah satu produsen penting di dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries. Posisi negara tersebut dalam struktur produksi global membuat setiap potensi gangguan berdampak luas. Produksi Iran menjadi bagian signifikan dari total pasokan minyak dunia.

Gangguan produksi dari Iran berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar global. Hal ini terutama terasa ketika produksi dari kawasan lain belum menunjukkan peningkatan signifikan. Dengan kondisi permintaan yang relatif stabil, penurunan pasokan dapat mendorong harga naik lebih lanjut.

Selain faktor Iran, pasar juga memperhitungkan kemungkinan tambahan pasokan dari Venezuela. Penggunaan kapal tanker berkapasitas besar diperkirakan dapat mempercepat ekspor minyak negara tersebut ke pasar internasional. Kawasan Asia disebut sebagai salah satu tujuan utama ekspor tersebut.

Tambahan suplai ini berpotensi meredam kenaikan harga jika terealisasi dalam jumlah besar. Namun hingga saat ini, efeknya belum cukup kuat untuk menekan harga secara signifikan. Pasar masih menimbang realisasi ekspor dibandingkan proyeksi di atas kertas.

Data Persediaan AS Jadi Pertimbangan

Faktor lain yang menjadi perhatian investor adalah perkembangan persediaan minyak di Amerika Serikat. Data industri menunjukkan stok minyak mentah meningkat cukup besar dalam sepekan terakhir. Sementara itu, persediaan bensin dan produk olahan justru mengalami penurunan.

Kondisi ini menciptakan sinyal yang beragam bagi pasar. Kenaikan stok mentah biasanya menekan harga karena menunjukkan pasokan melimpah. Namun penurunan produk olahan bisa mengindikasikan tingginya permintaan di sektor hilir.

Kombinasi data tersebut membuat pergerakan harga relatif terbatas. Investor belum mengambil posisi agresif karena masih menunggu data lanjutan yang lebih konsisten. Perubahan kecil dalam stok dapat mengubah ekspektasi pasar secara cepat.

Situasi ini menegaskan bahwa pasar minyak saat ini dipengaruhi dua kekuatan besar. Di satu sisi ada risiko geopolitik, di sisi lain ada dinamika fundamental pasokan dan permintaan. Keseimbangan di antara keduanya menentukan arah harga harian.

Investor Menunggu Kepastian Arah Pasar

Secara keseluruhan, pelaku pasar masih bersikap wait and see. Negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi variabel penting yang akan menentukan sentimen berikutnya. Hasil pembicaraan dapat mengurangi atau justru meningkatkan premi risiko di pasar energi.

Sementara itu, potensi tambahan pasokan global dari negara lain terus dipantau. Jika produksi meningkat signifikan, tekanan terhadap harga bisa muncul dalam jangka pendek. Namun selama risiko gangguan pasokan tetap ada, harga cenderung bertahan di level tinggi.

Investor juga memperhatikan perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi permintaan energi. Pertumbuhan ekonomi yang kuat biasanya meningkatkan konsumsi minyak. Sebaliknya, perlambatan ekonomi global dapat menekan harga melalui penurunan permintaan.

Dengan berbagai faktor tersebut, harga minyak dunia masih bergerak dalam rentang yang relatif sempit namun cenderung menguat. Pasar kini menunggu kepastian dari perkembangan geopolitik serta perubahan pasokan global sebagai penentu arah harga minyak dalam beberapa waktu mendatang.

Terkini