Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka Online Mulai 1 Maret

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:08:55 WIB
Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka Online Mulai 1 Maret

JAKARTA - Kesempatan mudik tanpa biaya kembali hadir tahun ini melalui program yang digelar pemerintah pusat. 

Menjelang Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan memastikan pendaftaran mudik gratis segera dibuka bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman. Program ini menjadi salah satu solusi mengurangi beban biaya perjalanan saat musim mudik.

Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, pemerintah menyiapkan ratusan armada bus untuk melayani ribuan penumpang. Selain memberikan kemudahan transportasi, program ini juga bertujuan menekan kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya. Antusiasme masyarakat diperkirakan kembali tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara daring. Sistem ini diharapkan memudahkan masyarakat dari berbagai daerah untuk mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke lokasi tertentu.

“Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 Maret 2026 secara online melalui laman nusantara.kemenhub.go.id. Pendaftaran akan ditutup ketika seluruh kuota telah terpenuhi,” ujar Aan dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Kuota Ribuan Penumpang Dan Ratusan Armada

Pada pelaksanaan tahun ini, pemerintah menyiapkan 401 unit bus untuk melayani arus mudik dan arus balik. Total kapasitas yang tersedia mencapai 15.834 penumpang. Jumlah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses transportasi gratis bagi masyarakat.

Program mudik gratis ini melayani 34 kota tujuan yang tersebar di 10 provinsi. Cakupan wilayahnya cukup luas, mulai dari Sumatera hingga Jawa. Beberapa kota yang masuk daftar antara lain Palembang, Lampung, Bengkulu, Padang, Medan, dan Aceh.

Selain itu, wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah juga menjadi tujuan favorit seperti Garut, Tasikmalaya, dan Cirebon. Untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur, layanan mencakup Semarang, Solo, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Malang, serta Tulungagung. Dengan cakupan tersebut, pemerintah berupaya menjangkau sebanyak mungkin pemudik.

Sementara untuk arus balik, keberangkatan dilakukan dari 12 kota. Kota-kota tersebut meliputi Kuningan, Madiun, Surabaya, Palembang, Padang, Medan, Aceh, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Purwokerto. Skema ini dirancang agar perjalanan kembali ke Jabodetabek tetap terfasilitasi.

Fasilitas Angkut Sepeda Motor

Selain mengangkut penumpang, pemerintah juga menyediakan fasilitas pengangkutan sepeda motor. Kapasitas yang disiapkan mencapai 240 unit motor. Layanan ini khusus melayani rute Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Purwokerto.

Fasilitas tersebut menjadi alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari risiko berkendara jarak jauh menggunakan sepeda motor. Dengan pengangkutan terpisah, keselamatan di jalan raya diharapkan dapat meningkat. Program ini juga membantu mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.

Aan menjelaskan bahwa keberangkatan arus mudik dibagi dalam tiga hari dari sejumlah terminal di wilayah Jabodetabek. Pembagian jadwal dilakukan untuk mengatur kepadatan dan memastikan proses pemberangkatan berjalan tertib. Setiap lokasi keberangkatan telah ditentukan secara rinci.

Pada 16 Maret 2026, bus diberangkatkan dari Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Selanjutnya pada 17 Maret dari Terminal Jatijajar Depok dan Terminal Pulogebang Jakarta. Kemudian pada 18 Maret dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta serta Terminal Poris Plawad Tangerang.

Jadwal Arus Balik Dari Berbagai Daerah

Adapun arus balik dijadwalkan pada 25 Maret 2026. Keberangkatan dilakukan dari berbagai terminal daerah yang telah ditentukan. Titik-titik tersebut mencakup Bulupitu Purwokerto, Mangkang Semarang, Giwangan Yogyakarta, Tirtonandi Solo, serta Bungurasih Surabaya.

Selain kota-kota di Pulau Jawa, arus balik juga dilayani dari terminal di Palembang, Padang, Medan, dan Aceh. Dengan jadwal yang terpusat pada satu hari, pemerintah berharap proses pengaturan armada dapat dilakukan secara optimal. Koordinasi lintas daerah pun telah dipersiapkan sebelumnya.

Program ini tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga keselamatan. Untuk memastikan keamanan perjalanan, seluruh armada bus telah menjalani inspeksi keselamatan atau ramp check. Pemeriksaan ini mencakup kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan administrasi.

Langkah tersebut dilakukan guna meminimalkan risiko gangguan selama perjalanan jauh. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap bus yang beroperasi memenuhi standar kelayakan. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman.

Imbauan Segera Mendaftar

Kementerian Perhubungan mengingatkan bahwa pendaftaran akan ditutup setelah kuota terpenuhi. Mengingat jumlah peminat biasanya tinggi, masyarakat diimbau segera mendaftarkan diri begitu sistem dibuka. Akses pendaftaran hanya melalui laman resmi nusantara.kemenhub.go.id.

Sistem daring memungkinkan proses seleksi berjalan lebih transparan dan efisien. Peserta diharapkan mengisi data dengan benar agar tidak terkendala saat verifikasi. Informasi lanjutan mengenai jadwal dan ketentuan keberangkatan akan diumumkan melalui kanal resmi Kementerian Perhubungan.

Dengan total 401 armada dan puluhan kota tujuan, program ini menjadi salah satu fasilitas mudik gratis terbesar tahun ini. Pemerintah berharap inisiatif tersebut mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas nasional. Lebaran 2026 pun diharapkan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik.

Terkini