Harga Perak Antam 26 Februari 2026 Naik Rp800 Ikuti Emas

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:16:31 WIB
Harga Perak Antam 26 Februari 2026 Naik Rp800 Ikuti Emas

JAKARTA - Pergerakan logam mulia kembali mencuri perhatian pasar pada Kamis, 26 Februari 2026. 

Bukan hanya emas, harga perak produksi Antam juga menunjukkan penguatan yang cukup signifikan. Kenaikan ini terjadi seiring tren positif harga emas domestik dan lonjakan harga logam mulia di pasar global.

Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Kamis. Kenaikan harga perak ini terjadi di tengah lonjakan harga emas Antam dan perak dunia. Kondisi tersebut memperlihatkan sentimen positif yang merata di pasar logam mulia.

Harga perak naik Rp 800 menjadi Rp 54.950 pada Kamis pekan ini. Perdagangan kemarin, harga perak dipatok Rp 54.150. Lonjakan ini menunjukkan respons pasar domestik terhadap pergerakan global yang juga menguat.

Penguatan harga perak Antam terjadi bersamaan dengan naiknya harga emas, memperkuat persepsi bahwa minat terhadap aset safe haven kembali meningkat. Investor cenderung memburu logam mulia ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat.

Perak Dunia Sentuh Level Tertinggi Tiga Minggu

Mengutip Kitco, harga emas dan perak menguat menjelang perdagangan Rabu siang waktu setempat, 25 Februari 2026. Harga perak memimpin dengan kenaikan solid dan mencetak level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Hal ini memperlihatkan dominasi sentimen bullish pada logam putih tersebut.

Posisi teknis jangka pendek untuk kedua logam mulia itu menjadi lebih bullish baru-baru ini yang mendorong trader berbasis grafik kembali membuka posisi beli. Aktivitas spekulatif ini turut mempercepat kenaikan harga di pasar berjangka.

Harga emas kontrak April terakhir naik USD 37,40 menjadi USD 5.214,50. Sementara harga perak untuk kontrak Maret bertambah USD 2,954 menjadi USD 90,43. Kenaikan ini semakin menguatkan tren positif yang sedang berlangsung.

Tren harga naik berikutnya bagi pembeli kontrak berjangka perak Maret adalah harga penutupan di atas resistensi teknis yang kuat di USD 100. Target harga turun berikutnya bagi penjual yakni harga penutupan di bawah level support kuat pada level terendah Februari di USD 71,815.

Level resistance pertama terlihat pada level tertinggi semalam di USD 91,18 dan kemudian di USD 92,50. Level support berikutnya terlihat pada level terendah USD 86,50 dan kemudian di level terendah minggu ini di USD 84,56.

Pengaruh Geopolitik dan Kebijakan Tarif

Sebelumnya, harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu, 25 Februari (Kamis waktu Jakarta). Kenaikan harga emas dunia ini terjadi seiring investor beralih ke aset aman di tengah kekhawatiran tarif dapat memicu inflasi.

Ketegangan yang berkelanjutan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) juga mempertahankan daya tarik aset aman. Kondisi geopolitik tersebut mendorong permintaan emas dan perak sebagai lindung nilai risiko global.

Harga emas spot naik 1,1% menjadi USD 5.202,28 per ounce. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup menguat 1% menjadi USD 5.226,20.

Harga platinum spot naik 7,1% menjadi USD 2.320,90 per ounce, titik tertinggi sejak 29 Januari, sementara paladium naik 2,6% menjadi USD 1.814,41. Kenaikan ini menunjukkan penguatan yang meluas di sektor logam mulia.

"Ada dampak inflasi dari tarif dan harga minyak yang tinggi, terutama jika serangan akan segera terjadi, dan saya pikir ada juga beberapa lindung nilai oleh investor, yang mungkin beralih ke emas,” ujar Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek.

AS mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10% pada hari Selasa, tetapi seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintahan Trump sedang berupaya menaikkannya menjadi 15%. Presiden Donald Trump, dalam pidato kenegaraannya, mengatakan “hampir semua” negara dan perusahaan ingin mempertahankan perjanjian tarif dan investasi yang ada dengan Washington.

Trump juga memaparkan alasannya untuk kemungkinan serangan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan negara pendukung terorisme terbesar di dunia itu memiliki senjata nuklir. Sementara itu, Iran dan AS dijadwalkan untuk mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa.

Prospek Harga Logam Mulia ke Depan

Emas secara luas dipandang sebagai aset safe-haven selama masa ketidakpastian. Meskipun aset yang tidak menghasilkan imbal hasil ini meningkat dalam lingkungan suku bunga rendah, emas juga dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Harga emas mencapai rekor tertinggi USD 5.594,82 pada 29 Januari dan naik sekitar 20% sepanjang tahun ini. Tren ini memperlihatkan betapa kuatnya arus dana yang masuk ke instrumen logam mulia.

“Investor telah memperlambat laju peningkatan eksposur mereka terhadap emas. Oleh karena itu, kami memperhitungkan periode potensi penurunan harga emas hingga musim semi, meskipun ketidakpastian tarif yang kembali muncul dapat membuat periode konsolidasi relatif singkat,” kata Bank of America dalam sebuah catatan.

Bank of America memperkirakan harga akan mencapai USD 6.000 per ons dalam 12 bulan ke depan. Sementara itu, harga perak spot naik 3,9% menjadi USD 90,73 per ons, level tertinggi dalam tiga minggu.

Pada 29 Januari, perak mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di USD 121,64. Bank of America mencatat logam putih ini dapat naik lagi di atas USD 100 per ounce tahun ini, memperkuat optimisme terhadap prospek perak global.

Terkini