Kawal Kebijakan Publik Berbasis Bukti, BSKDN Dorong Analis Daerah Maju

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:19:37 WIB
Kawal Kebijakan Publik Berbasis Bukti, BSKDN Dorong Analis Daerah Maju

JAKARTA - Penguatan kebijakan publik berbasis bukti menjadi fokus BSKDN Kementerian Dalam Negeri. 

Strategi ini bertujuan memastikan setiap keputusan pemerintah daerah didukung data dan analisis ilmiah. Dengan langkah ini, kebijakan yang dihasilkan lebih adaptif, transparan, serta mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat secara nyata.

Dalam lokakarya penulisan rekomendasi kebijakan (policy brief) bersama Program SKALA di Papua, Kepala BSKDN, Yusharto Huntoyungo, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan. Pemerintah daerah dituntut menyusun kebijakan antisipatif, khususnya di bidang inovasi dan tata kelola pemerintahan, demi efisiensi dan akuntabilitas.

BSKDN yang sebelumnya berfokus pada litbang kini memiliki berbagai instrumen berbasis data primer untuk mendukung analisis kebijakan. 

Indeks-indeks yang dikelola seperti Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD), Indeks Tata Kelola Pemerintahan Daerah (ITKPD), Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), serta Indeks Inovasi Daerah (IID) menjadi landasan objektif dalam merumuskan rekomendasi kebijakan.

Instrumen Data untuk Kebijakan Terukur dan Akuntabel

Instrumen pengukuran ini membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan secara sistematis. Data primer dari berbagai indeks memberi gambaran kondisi aktual di lapangan. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil bukan berdasarkan asumsi semata, tetapi didukung bukti yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Best practices dari penerapan inovasi menjadi sumber penting dalam pengambilan keputusan. BSKDN menekankan bahwa inovasi yang terbukti efektif dapat diangkat menjadi acuan kebijakan yang lebih luas. Langkah ini memungkinkan pemerintah daerah belajar dari pengalaman nyata dan mengadopsi praktik yang berdampak positif.

Peran Strategis Analis Kebijakan di Daerah

Analis kebijakan berfungsi sebagai think tank pemerintah daerah. Mereka menganalisis masalah aktual dan merumuskan rekomendasi berbasis bukti. Dengan dukungan data dan proyeksi dampak, kebijakan yang dihasilkan bersifat berkelanjutan dan strategis. Peran ini penting agar keputusan pemerintah daerah tidak bersifat reaktif atau sementara.

Penguatan kapasitas analis kebijakan juga selaras dengan agenda reformasi birokrasi menuju pemerintahan kelas dunia. Peningkatan kualitas analisis memungkinkan kebijakan lebih adaptif, progresif, dan berdampak nyata terhadap pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

Landasan Hukum dan Pembinaan Jabatan Fungsional

Dasar hukum penguatan analis kebijakan diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta peraturan pelaksanaan lainnya. Regulasi ini mengatur hierarki jabatan fungsional dan pengembangan karier analis kebijakan. Pembinaan jabatan fungsional dilakukan bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menjamin profesionalisme dan kompetensi.

Dengan pembinaan sistematis, analis kebijakan mampu meningkatkan kualitas rekomendasi yang disampaikan. Mereka menjadi ujung tombak dalam merumuskan kebijakan berbasis pengetahuan, menekankan pendekatan ilmiah, dan memastikan setiap keputusan pemerintah daerah berlandaskan data yang akurat.

Optimalisasi Think Tank Daerah untuk Kebijakan Efektif

Penguatan think tank daerah memberi manfaat ganda: meningkatkan efektivitas kebijakan publik dan mempermudah evaluasi kinerja pemerintah daerah. Instrumen pengukuran berbasis data memungkinkan pemetaan masalah secara tepat, sehingga kebijakan lebih terukur dan relevan dengan kondisi nyata.

Yusharto optimistis dengan penguatan kapasitas analis kebijakan dan optimalisasi instrumen data, pemerintah daerah mampu merumuskan kebijakan adaptif dan responsif. Hal ini diharapkan mendorong tata kelola pemerintahan modern yang profesional, transparan, dan berbasis pengetahuan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kebijakan Berbasis Bukti sebagai Pilar Pembangunan Daerah

Melalui strategi berbasis bukti, kebijakan publik tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan daerah menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Dengan analisis data yang tepat dan inovasi yang teruji, pemerintah daerah dapat merancang kebijakan yang berkelanjutan.

Peningkatan peran analis kebijakan menjadi fondasi penting bagi efektivitas pengambilan keputusan. Dari evaluasi indeks hingga pengembangan praktik inovatif, semua langkah ini menguatkan kualitas kebijakan publik. Dengan pendekatan ini, pembangunan daerah diharapkan lebih terukur, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Terkini