Grab Tingkatkan Kepemilikan Saham Super Bank Jadi 15,04 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:36:38 WIB
Grab Tingkatkan Kepemilikan Saham Super Bank Jadi 15,04 Persen

JAKARTA - Langkah ekspansi korporasi kembali dilakukan pelaku industri teknologi finansial di Indonesia.

Kali ini, penguatan posisi terjadi di sektor perbankan digital melalui penambahan kepemilikan saham. Aksi tersebut menunjukkan keyakinan investor strategis terhadap prospek bisnis bank digital. Pasar pun merespons kabar ini dengan pergerakan saham yang menguat.

Grab Holdings menambah porsi kepemilikannya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Dalam dua hari, 24–25 Februari 2026, Grab memborong total 253,91 juta saham dengan nilai mencapai Rp 285,5 miliar. Langkah ini menjadi sinyal kuat konsolidasi jangka panjang. Investasi tersebut mempertegas komitmen pada sektor perbankan digital.

Berdasarkan keterbukaan informasi, pembelian saham dilakukan melalui A5-DB Holdings Pte. Ltd.. Pada 24 Februari 2026, Grab mengakumulasi 130 juta saham SUPA dengan harga Rp 1.100 per saham atau senilai Rp 143 miliar. Transaksi ini menjadi bagian pertama dari rangkaian pembelian. Nilainya menunjukkan skala investasi yang signifikan.

Sehari kemudian, Grab kembali membeli 123,91 juta saham pada harga Rp 1.150 per saham dengan nilai transaksi Rp 142,5 miliar. Seluruh transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi. Tidak ada perubahan tujuan strategis selain penempatan modal. Aksi ini sekaligus memperbesar eksposur Grab di industri perbankan.

Strategi Investasi dan Peningkatan Kepemilikan

Aksi korporasi ini meningkatkan kepemilikan Grab dari sebelumnya 4,84 miliar saham atau setara 14,29% hak suara menjadi 5,1 miliar saham dengan porsi 15,04% hak suara. Kenaikan ini memperkuat posisi Grab sebagai pemegang saham signifikan. Dengan tambahan tersebut, pengaruh strategis perusahaan semakin besar. Struktur kepemilikan pun mengalami penyesuaian.

Dengan tambahan ini, posisi Grab di bank digital tersebut semakin menguat dan strategis. Kepemilikan di atas 15% hak suara memberikan ruang pengaruh lebih luas. Hal ini dapat berdampak pada arah kebijakan dan pengembangan bisnis. Terutama dalam integrasi layanan digital dan keuangan.

Langkah investasi ini mencerminkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan SUPA. Industri bank digital masih memiliki ruang ekspansi besar. Sinergi ekosistem teknologi dan layanan keuangan menjadi daya tarik utama. Grab tampak melihat peluang tersebut dalam jangka panjang.

Respons Pasar terhadap Aksi Korporasi

Respons pasar terhadap aksi ini terbilang positif. Pada perdagangan Rabu, saham SUPA dibuka di level Rp 1.050 dan ditutup di Rp 1.060, naik 3,92% secara harian. Kenaikan ini menunjukkan sentimen investor yang membaik. Pasar menilai langkah tersebut sebagai katalis positif.

Dalam sepekan terakhir, saham SUPA menguat 4,43% dan telah melonjak 13,37% sejak awal tahun. Tren kenaikan ini memperlihatkan kepercayaan pasar yang terus tumbuh. Investor merespons kombinasi aksi korporasi dan kinerja fundamental. Pergerakan harga saham mencerminkan ekspektasi positif.

Penguatan harga saham juga didorong sentimen eksternal dan internal. Masuknya dana segar dari pemegang saham strategis menjadi faktor utama. Selain itu, prospek industri bank digital turut memberi dorongan. Kombinasi faktor ini memperkokoh optimisme pasar.

Kinerja Keuangan dan Sentimen Positif

Dari sisi kinerja, hingga November 2025 SUPA mencatatkan laba sebesar Rp 122,4 miliar, berbalik arah dari kerugian Rp 388 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini menunjukkan transformasi bisnis berjalan efektif. Efisiensi operasional dan pertumbuhan pendapatan menjadi pendorong utama. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik investasi.

Peralihan dari rugi ke laba memperkuat fundamental perusahaan. Investor cenderung mempertimbangkan kinerja keuangan dalam keputusan investasi. Kinerja positif ini menjadi landasan kepercayaan jangka panjang. Apalagi didukung tambahan modal dari pemegang saham besar.

Perbaikan kinerja ini menjadi tambahan sentimen positif di tengah masuknya dana segar dari pemegang saham strategis. Sinergi antara permodalan kuat dan kinerja membaik menciptakan momentum pertumbuhan. Bank digital membutuhkan dukungan modal untuk ekspansi layanan. Grab tampaknya siap memainkan peran tersebut.

Prospek Jangka Panjang Bank Digital

Masuknya investasi tambahan memperlihatkan keyakinan terhadap model bisnis digital banking. Transformasi layanan keuangan berbasis teknologi terus berkembang. Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan bank digital semakin relevan. Hal ini membuka peluang integrasi ekosistem yang lebih luas.

Dengan kepemilikan 15,04% hak suara, Grab memiliki pijakan strategis lebih kokoh. Ke depan, potensi sinergi dapat mencakup pembayaran digital hingga pembiayaan. Integrasi ini berpotensi meningkatkan basis pengguna kedua entitas. Pasar pun akan mencermati langkah lanjutan.

Secara keseluruhan, aksi pembelian saham senilai Rp 285,5 miliar ini memperkuat struktur kepemilikan SUPA. Respons positif pasar dan perbaikan kinerja keuangan menjadi kombinasi yang menjanjikan. Grab menunjukkan komitmen memperdalam investasi di sektor perbankan digital. Momentum ini menempatkan SUPA dalam posisi strategis untuk pertumbuhan berikutnya.

Terkini