Stiker Doa di WhatsApp Bukan Ibadah, Ini Pandangan Islam dan Keutamaan Zikir Lisan

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:58:23 WIB
Stiker Doa di WhatsApp Bukan Ibadah, Ini Pandangan Islam dan Keutamaan Zikir Lisan

JAKARTA - Perkembangan teknologi membuat cara berinteraksi terasa semakin cepat dan praktis. Salah satu yang kini banyak digunakan adalah stiker doa di WhatsApp, yang kerap dibagikan saat merespons kabar baik maupun duka.

Ungkapan seperti Alhamdulillah, MasyaAllah, atau Innalillahi wa inna ilaihi raji’un hadir dalam bentuk stiker menarik. Hal ini membuat percakapan terasa lebih ekspresif dan hangat bagi pengguna.

Kehadiran fitur tersebut bukan sekadar pelengkap obrolan. Banyak orang memanfaatkannya untuk menyampaikan harapan, dukungan, atau empati tanpa perlu mengetik panjang lebar.

Namun, muncul pertanyaan terkait nilai stiker doa dari sudut pandang agama. Banyak yang bertanya apakah mengirim stiker tersebut termasuk ibadah atau sekadar komunikasi digital.

Pandangan Islam Mengenai Stiker Doa dan Zikir

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menjelaskan bahwa zikir dan doa yang disampaikan dalam bentuk visual tidak termasuk ibadah. Lewat kanal YouTube resminya, Kemenag menyebut bahwa zikir harus diucapkan dengan lisan agar sah secara syariat.

“Imam al-Nawawi dalam kitab al-Azkar menyatakan bahwa zikir dan doa yang disyariatkan tidak dihitung sebagai ibadah sampai benar-benar diucapkan dengan lisan, sehingga terdengar oleh diri sendiri,” jelasnya, dikutip Jumat, 27 Februari 2026.

Artinya, doa yang hanya dikirim dalam bentuk teks, gambar, atau stiker belum termasuk zikir yang bernilai ibadah. Meski begitu, zikir dalam hati tetap sah dan bahkan menjadi bentuk zikir yang utama menurut Ibnu Allan.

Oleh karena itu, zikir lisan diperlukan pada amalan yang mensyaratkan pelafalan. Contohnya adalah beberapa bacaan rukun dalam salat yang harus diucapkan secara lisan.

Keutamaan Membaca Zikir Lisan

Allah SWT menganjurkan umat Muslim untuk terus melantunkan zikir. Salah satu keutamaannya adalah sebagai ungkapan rasa syukur yang meningkatkan kenikmatan hidup.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 152 dijelaskan, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Fa?kur?n? a?kurkum wasykur? l? wa l? takfur?n)

Selain itu, zikir lisan juga dapat menghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengucapkan Subhanallah wa Bihamdihi sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-nya walaupun sebanyak buih laut.” (Muttafaq ‘alaih)

Zikir lisan menjadi amalan yang diganjar dengan pahala besar. Dari ‘Abdullah bin Busr RA, Rasulullah SAW menekankan, “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Perbedaan Nilai Antara Zikir Lisan dan Stiker Doa

Stiker doa memberikan kemudahan dan kecepatan dalam berinteraksi. Namun, secara syariat, nilainya berbeda dengan zikir lisan karena tidak diucapkan oleh lisan sendiri.

Stiker bisa menjadi pengingat untuk berdoa atau sarana mengekspresikan empati. Meski demikian, zikir lisan tetap menjadi amalan yang mendapat pahala langsung dari Allah SWT.

Dengan memahami perbedaan ini, pengguna dapat lebih bijak memanfaatkan stiker doa. Mereka tetap dapat menyebarkan kebaikan sambil menjaga ibadah sesuai syariat.

Tips Memperkuat Amalan Zikir Saat Menggunakan Stiker

Bunda bisa menggunakan stiker doa sebagai pengingat untuk membaca zikir lisan. Misalnya, setelah mengirim stiker Alhamdulillah, lanjutkan dengan membaca zikir lisan yang disyariatkan.

Memadukan komunikasi digital dan zikir lisan membuat ibadah lebih konsisten. Hal ini juga membantu menanamkan kebiasaan berzikir dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, jangan mengandalkan stiker sebagai satu-satunya bentuk doa. Pastikan setiap hari menyempatkan diri membaca zikir lisan, baik dalam salat maupun di luar salat.

Dengan begitu, nilai spiritual tetap terjaga meski aktivitas komunikasi banyak dilakukan secara digital. Stiker menjadi pelengkap, sementara zikir lisan tetap menjadi amalan utama.

Terkini