Gubernur Jawa Timur Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Tetap Stabil Pasca Lebaran 1447 H Ini Rincian Lengkapnya

Jumat, 03 April 2026 | 15:28:20 WIB
Gubernur Jawa Timur Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Tetap Stabil Pasca Lebaran 1447 H Ini Rincian Lengkapnya

JAKARTA - Pemantauan pasca Lebaran menjadi perhatian utama agar harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung kondisi pasar untuk memastikan stabilitas distribusi sembako.

Khofifah menyampaikan bahwa stabilitas pasokan di Pasar Legi Ponorogo berjalan lancar. “Syawal ini kita ingin memastikan bahwa stabilisasi distribusi sembako aman dan lancar," kata Khofifah di Surabaya, Jumat.

Distribusi bahan pokok di pasar tersebut cenderung lancar dan harga sebagian bahkan mengalami penurunan. "Kalau harga daging ayam turunnya agak signifikan, daging sapi juga turun, sementara harga beras stabil,” ujarnya.

Pemantauan Lapak Pedagang dan Interaksi Langsung

Peninjauan dilakukan dengan menyasar sejumlah lapak pedagang. Khofifah berdialog langsung dengan penjual dan pembeli untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok di bulan Syawal.

Langkah ini membantu pemerintah mengetahui kondisi riil di lapangan. Interaksi langsung memungkinkan pengambilan keputusan cepat jika ada komoditas yang mulai naik signifikan.

Harga Komoditas Strategis Pasca Lebaran

Berdasarkan pemantauan, cabai rawit berada di kisaran Rp40.000–Rp60.000 per kilogram. Cabai besar Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp27.000–Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp22.000–Rp25.000 per kilogram.

Telur ayam juga relatif stabil, berada di kisaran Rp27.000–Rp30.000 per kilogram. Beras SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, beras medium Rp12.800–Rp13.000 per kilogram, dan beras premium Rp14.700–Rp15.000 per kilogram.

Gula pasir berada di kisaran Rp12.000–Rp16.000 per kilogram. Daging ayam ras Rp36.000–Rp38.000 per kilogram, ayam kampung Rp128.000 per ekor, dan daging sapi sekitar Rp130.000 per kilogram.

Minyak goreng Minyakita tercatat Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sekitar Rp19.000 per liter. Hortikultura seperti kentang Rp15.000 per kilogram, wortel Rp10.000 per kilogram, tomat Rp3.000 per kilogram, dan garam Rp7.000 per kilogram juga stabil.

Peran Bulog dan Pengawasan Harga

Khofifah menekankan bahwa harga beras, daging ayam, hingga minyak goreng masih di bawah HET. “Kami minta monitoring dan pengawasan terus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan harga di luar ketentuan,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi peran Bulog dalam menjaga ketersediaan beras program pemerintah. “Saya bersyukur bahwa beras SPHP menjelang Idul Fitri di sini Rp57.000 per 5 kg. Ini menunjukkan peran Bulog sangat signifikan, terima kasih Bulog Ponorogo," ungkapnya.

Distribusi minyak goreng juga tercatat lancar dengan harga di bawah HET. Hal ini menunjukkan koordinasi antara pemerintah provinsi dan Bulog berjalan efektif.

Koordinasi Pemerintah Daerah dan Pedagang

Pemprov Jawa Timur terus memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota dan pemangku kepentingan. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan pasokan dan harga melalui operasi pasar, kelancaran distribusi, dan penguatan cadangan pangan.

Khofifah menekankan pentingnya akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. "Distribusi harus lancar dan stok harus cukup,” tegasnya.

Selain itu, ia mengapresiasi pedagang yang menjaga stabilitas harga dan tidak menimbun barang. Pemerintah daerah diingatkan untuk memantau harga secara berkala dan melakukan intervensi jika terjadi lonjakan signifikan.

Keberhasilan stabilisasi harga pasca Lebaran menjadi indikator kesiapan pemerintah menghadapi periode permintaan tinggi. Kerja sama semua pihak, termasuk pedagang dan Bulog, menjadi kunci tercapainya stabilitas pangan di Jawa Timur.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu mencegah lonjakan harga di pasaran dan menjaga daya beli masyarakat. Dengan pengawasan dan koordinasi yang tepat, kebutuhan pokok dapat tetap tersedia dengan harga wajar untuk seluruh lapisan masyarakat.

Terkini