Arsenal

Mimpi Quadruple di Liga Inggris: Arsenal Berada di Ambang Sejarah atau Sekadar Ilusi?

Mimpi Quadruple di Liga Inggris: Arsenal Berada di Ambang Sejarah atau Sekadar Ilusi?
Mimpi Quadruple di Liga Inggris: Arsenal Berada di Ambang Sejarah atau Sekadar Ilusi?

JAKARTA - Musim 2025/2026 menjadi periode yang nyaris tak terbayangkan bagi fans Arsenal di seluruh dunia.

Skuad asuhan Mikel Arteta kini berada dalam posisi langka untuk mengejar Quadruple sejati—sebuah pencapaian yang mengharuskan tim menyapu bersih Liga Champions, Premier League, Piala FA, dan Piala EFL dalam satu musim.

Setelah bertahun-tahun melakukan pembangunan skuad, kematangan yang ditunjukkan Declan Rice, Martin Odegaard, hingga Bukayo Saka kini menempatkan The Gunners sebagai kandidat kuat di semua lini.

Peta Peluang: Seberapa Dekat Arsenal dengan Trofi?

Hingga Februari 2026, posisi Arsenal di empat kompetisi utama dapat digambarkan sebagai berikut:

Piala EFL (Carabao Cup): Langkah paling dekat menuju trofi. Arsenal telah memastikan tiket Final di Wembley pada Maret mendatang setelah menyingkirkan Chelsea dengan agregat 4-2. Mereka akan menghadapi Manchester City di partai puncak.

Liga Inggris (Premier League): Arsenal masih memimpin takhta klasemen. Meski dibayangi oleh Manchester City dan Aston Villa, konsistensi pertahanan yang digalang William Saliba memberikan jarak aman yang signifikan.

Liga Champions: Menjadi tantangan paling prestisius. Arsenal tampil sempurna dengan menyapu bersih 8 kemenangan di fase liga dan lolos ke babak 16 besar sebagai pemuncak klasemen. Ini adalah ujian mental terbesar mengingat Arsenal belum pernah mengangkat trofi "Si Kuping Besar".

Piala FA: Masih bertahan dan terus melaju, menambah beban jadwal namun menjaga harapan sapu bersih tetap hidup.

Tantangan Nyata: Jadwal Padat dan Kedalaman Skuad

Meski peluang terbuka lebar, sejarah mencatat bahwa musuh terbesar pengejar Quadruple bukan hanya lawan di lapangan, melainkan jadwal yang tidak manusiawi. Seperti yang diakui Declan Rice baru-baru ini, kelelahan fisik mulai menghantui tim setelah laga semifinal Carabao Cup.

Februari menjadi bulan penentuan di mana Arsenal harus melakoni enam laga krusial dalam waktu singkat, termasuk laga Liga Inggris yang dimajukan dan Derby London Utara. Tanpa rotasi pemain yang presisi dari Arteta, ambisi besar ini bisa saja runtuh karena badai cedera.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index