JAKARTA - Manchester City mulai menyusun peta jalan ambisius untuk menjaga dominasi mereka di level domestik dan Eropa.
Klub berjuluk The Citizens itu dikabarkan telah menyiapkan dana besar demi memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas mendatang. Fokus utama tertuju pada sektor lini tengah dan posisi bek kanan yang dinilai membutuhkan pembaruan.
Langkah ini tidak terlepas dari evaluasi menyeluruh manajemen terhadap performa tim dalam beberapa musim terakhir. Meski tetap kompetitif, Manchester City menyadari adanya kebutuhan penyegaran, terutama karena sejumlah pemain inti mulai memasuki fase akhir masa emas mereka. Oleh sebab itu, perencanaan transfer dilakukan lebih dini.
Salah satu nama yang mencuat ke permukaan adalah gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson. Pemain muda tersebut masuk radar serius Pep Guardiola dan manajemen klub. City bahkan disebut siap mengucurkan dana hingga 100 juta euro demi mengamankan jasanya.
Selain lini tengah, sektor bek kanan juga menjadi perhatian khusus. Posisi yang selama ini ditempati Kyle Walker dinilai perlu pengganti jangka panjang. Dua nama yang kini dipantau adalah Tino Livramento dan Givairo Read, yang sama-sama dinilai memiliki potensi besar.
Elliot Anderson Jadi Prioritas Lini Tengah City
Manchester City menaruh minat besar pada Elliot Anderson setelah melihat konsistensinya bersama Nottingham Forest. Gelandang berusia 23 tahun tersebut tampil menonjol dan menjadi salah satu pemain kunci di timnya. Performanya yang impresif membuat nilai pasarnya melonjak tajam.
Statistik menunjukkan bahwa Anderson merupakan salah satu gelandang paling kreatif di Premier League saat ini. Ia mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan secara efektif, sekaligus berkontribusi dalam fase bertahan. Karakter inilah yang membuatnya dianggap cocok dengan filosofi permainan Pep Guardiola.
City dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga 100 juta euro untuk memboyong Anderson. Angka tersebut mencerminkan keseriusan The Citizens dalam membangun lini tengah yang lebih segar. Guardiola diyakini melihat Anderson sebagai sosok ideal untuk menyuntikkan energi baru.
Kehadiran Anderson juga diproyeksikan sebagai bagian dari regenerasi skuad. Dengan usia yang relatif muda, ia diharapkan mampu menjadi pilar utama Manchester City dalam jangka panjang. Investasi besar ini sekaligus menjadi sinyal kuat ambisi klub untuk terus bersaing di level tertinggi.
Kebutuhan Mendesak Bek Kanan Pengganti Kyle Walker
Selain sektor gelandang, Manchester City juga menaruh perhatian besar pada posisi bek kanan. Kyle Walker, yang selama bertahun-tahun menjadi andalan, kini mulai memasuki fase karier yang membutuhkan perencanaan suksesi. Manajemen klub tidak ingin terlambat mencari pengganti.
Saat ini, City kerap mengandalkan Matheus Nunes untuk mengisi posisi tersebut. Namun, solusi itu disadari hanya bersifat sementara. Nunes sejatinya bukan bek kanan alami, sehingga penyesuaian posisi berpotensi memengaruhi keseimbangan permainan tim.
Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan struktur dan presisi. Oleh karena itu, mencari bek kanan dengan karakteristik kecepatan, fisik kuat, serta kemampuan menyerang menjadi prioritas. Posisi ini vital dalam skema permainan City yang mengandalkan transisi cepat.
Manajemen pun mulai memetakan sejumlah kandidat yang dinilai sesuai. Tujuannya bukan hanya menutup celah di pertahanan, tetapi juga memastikan daya gedor dari sisi sayap tetap terjaga seperti selama ini.
Tino Livramento Masih Jadi Target Serius
Nama Tino Livramento kembali mencuat sebagai kandidat kuat bek kanan Manchester City. Pemain Newcastle United tersebut telah lama berada dalam pantauan City sejak musim lalu. Minat itu belum sepenuhnya padam meski sempat terkendala harga tinggi.
Pada upaya sebelumnya, langkah City terhambat karena Newcastle United mematok banderol sekitar 80 juta euro. Nilai tersebut dianggap terlalu mahal pada saat itu. Namun, situasi bisa berubah seiring kebutuhan City yang semakin mendesak.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Manchester City masih memantau perkembangan Livramento secara intensif. Sang pemain sendiri dikabarkan tertarik bergabung dengan skuad asuhan Pep Guardiola. Faktor kesempatan bermain di tim bertabur bintang menjadi daya tarik tersendiri.
Jika transfer ini terwujud, Livramento diproyeksikan sebagai solusi jangka menengah hingga panjang. Pengalaman bermain di Premier League membuatnya dianggap siap menghadapi tekanan besar di Etihad Stadium.
Givairo Read Masuk Rencana Regenerasi Skuad
Selain membidik pemain yang sudah matang, Manchester City juga melirik talenta muda potensial. Salah satu nama yang masuk radar adalah Givairo Read, pemain berusia 19 tahun milik Feyenoord. Ia dinilai sebagai opsi masa depan yang menjanjikan.
Read menarik perhatian berkat penampilan impresifnya di Eredivisie. Meski masih sangat muda, ia menunjukkan kedewasaan dalam bermain dan kemampuan adaptasi yang baik. Hal ini membuat banyak klub besar Eropa mulai memantaunya.
City melihat Read sebagai investasi jangka panjang. Dengan usia yang masih belia, ia bisa berkembang di bawah bimbingan Guardiola dan staf pelatih. Pendekatan ini sejalan dengan strategi klub yang menyeimbangkan pemain bintang dan talenta muda.
Masuknya nama Read ke dalam daftar target menunjukkan bahwa Manchester City tidak hanya berorientasi pada kesuksesan instan. Regenerasi skuad menjadi bagian penting dari visi jangka panjang klub untuk tetap kompetitif di berbagai kompetisi.
Strategi Transfer City Demi Menjaga Dominasi
Rencana mendatangkan Elliot Anderson serta mencari bek kanan baru mencerminkan strategi transfer Manchester City yang terukur. Klub tidak ingin kehilangan momentum dominasi hanya karena terlambat melakukan pembaruan skuad.
Pep Guardiola dikenal detail dalam menyusun tim. Setiap rekrutan harus sesuai dengan kebutuhan taktik dan filosofi permainan. Oleh sebab itu, proses pemantauan dilakukan jauh hari sebelum bursa transfer dibuka.
Dengan menyiapkan dana besar dan memetakan target sejak awal, City berharap bisa bergerak cepat saat jendela transfer resmi dibuka. Langkah ini diharapkan mampu memastikan skuad tetap segar dan kompetitif.
Jika rencana tersebut berjalan mulus, Manchester City berpotensi memiliki kedalaman skuad yang lebih kuat. Kombinasi pemain muda berbakat dan pemain siap pakai diyakini akan menjaga The Citizens tetap berada di puncak persaingan domestik maupun Eropa.