Kereta Api

Tiket Kereta Api Lebaran Ludes Terjual, KAI Siapkan Tambahan Perjalanan Mudik 2026

Tiket Kereta Api Lebaran Ludes Terjual, KAI Siapkan Tambahan Perjalanan Mudik 2026
Tiket Kereta Api Lebaran Ludes Terjual, KAI Siapkan Tambahan Perjalanan Mudik 2026

JAKARTA - Lonjakan minat masyarakat untuk menggunakan kereta api menjelang Lebaran 2026 mulai terlihat sejak awal Februari. 

Data penjualan menunjukkan antusiasme tinggi calon pemudik yang memilih moda transportasi rel sebagai sarana perjalanan pulang kampung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI pun bergerak cepat menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar kebutuhan perjalanan masyarakat tetap terlayani secara optimal.

Hingga awal Februari 2026, ratusan ribu tiket kereta api reguler untuk periode mudik telah terjual. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa puncak arus mudik tahun ini diperkirakan akan padat. KAI memastikan terus memantau perkembangan penjualan sekaligus menyiapkan tambahan layanan agar masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan yang nyaman.

Penjualan Tiket Lebaran Capai Ratusan Ribu

KAI mencatat sebanyak 435.708 tiket kereta api reguler untuk mudik Lebaran 2026 telah laku terjual hingga Rabu, 4 Februari 2026. Penjualan ini mencakup periode keberangkatan yang sudah dibuka, yakni mulai 11 Maret hingga 21 Maret 2026. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik lebih awal.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa penjualan tiket dilakukan secara bertahap guna menjaga kelancaran sistem pemesanan. Dengan skema ini, calon penumpang dapat membeli tiket hingga H-2 Lebaran atau 19 Maret, sementara tiket H-1 Lebaran mulai dibuka sejak 3 Februari pukul 00.00 WIB. Langkah ini diharapkan memberi kesempatan merata bagi seluruh masyarakat.

Data penjualan menunjukkan bahwa tanggal-tanggal mendekati Lebaran masih menjadi favorit. H-3 dan H-2 Lebaran tercatat sebagai hari keberangkatan paling diminati, seiring kebiasaan masyarakat yang memilih mudik lebih awal demi menghindari kepadatan ekstrem.

KAI Siapkan Tambahan Kereta Jarak Jauh

Menyikapi tingginya permintaan, KAI mulai menyiapkan tambahan perjalanan kereta api jarak jauh. Manager Humas KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan persiapan teknis terkait penambahan kereta Lebaran. Informasi resmi mengenai tambahan perjalanan akan diumumkan oleh KAI pusat dalam waktu dekat.

Penambahan kereta ini diharapkan mampu memperluas pilihan jadwal bagi masyarakat, khususnya pada tanggal-tanggal favorit. Dengan adanya tambahan perjalanan, tekanan pada kereta reguler dapat dikurangi sehingga kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga selama periode mudik.

Franoto menambahkan, meskipun beberapa tanggal sudah tergolong padat, masih tersedia cukup banyak kursi pada hari-hari tertentu. Masyarakat diimbau untuk fleksibel dalam memilih jadwal keberangkatan agar perjalanan bisa berlangsung lebih nyaman.

Tanggal Favorit Masih Mendominasi Pilihan Pemudik

Berdasarkan data KAI, tanggal keberangkatan 18 dan 19 Maret 2026 atau H-3 dan H-2 Lebaran menjadi yang paling diminati. Pada H-3 Lebaran, tiket yang terjual mencapai 56.685 kursi, sedangkan H-2 Lebaran tercatat 58.759 tiket telah dipesan.

Untuk H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026, penjualan tiket mencapai 45.002 kursi. Sementara itu, pada H1 Lebaran atau 21 Maret 2026, jumlah tiket yang telah terjual tercatat sebanyak 33.736 kursi. Pola ini menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk menghindari perjalanan tepat di hari Lebaran.

Meski demikian, KAI menyebut masih terdapat sekitar 107 ribu kursi yang tersedia untuk periode keberangkatan 11 hingga 21 Maret 2026. Tanggal 11–15 Maret bahkan masih menyediakan sekitar 10.000 kursi per hari, sehingga bisa menjadi alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan.

Manfaatkan Fitur Connecting Train Untuk Alternatif

KAI juga mendorong masyarakat memanfaatkan fitur connecting train melalui aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan penumpang mengombinasikan dua perjalanan kereta berbeda untuk mencapai tujuan akhir, terutama jika tiket langsung sudah habis.

Dengan skema ini, penumpang tetap memiliki peluang untuk bepergian meski harus transit di stasiun tertentu. KAI menilai fitur tersebut dapat meningkatkan fleksibilitas perjalanan sekaligus memaksimalkan kapasitas layanan selama periode mudik.

Franoto menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci dalam mengelola lonjakan penumpang Lebaran. Melalui aplikasi resmi, masyarakat dapat memantau ketersediaan tiket secara real time dan menyesuaikan rencana perjalanan.

Kereta Favorit Dengan Penumpang Tertinggi

Selama periode mudik yang telah dibuka, KAI mencatat beberapa kereta api dengan volume penumpang tertinggi. Kereta Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasar Turi menjadi yang teratas dengan 24.884 pelanggan.

Disusul KA Bengawan relasi Purwosari–Pasar Senen dengan 21.714 pelanggan, KA Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar sebanyak 19.015 pelanggan, KA Serayu relasi Pasar Senen–Purwokerto dengan 18.364 pelanggan, serta KA Sri Tanjung relasi Ketapang–Lempuyangan dengan 17.364 pelanggan. Data ini menunjukkan jalur-jalur utama Jawa masih menjadi favorit pemudik.

Pemerintah Siapkan Insentif Transportasi Mudik

Di luar upaya KAI, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif transportasi untuk meringankan beban masyarakat selama mudik Lebaran 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah akan memberikan potongan harga tiket hingga diskon tarif tol.

Insentif tersebut mencakup PPN yang ditanggung pemerintah untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, diskon tiket kereta api dan kapal laut hingga 30 persen, serta pemangkasan tarif jalan tol hingga 20 persen. Total anggaran yang disiapkan untuk kebijakan ini mencapai Rp200 miliar.

Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere selama periode Lebaran 2026. Dengan kebijakan ini, diharapkan pergerakan masyarakat lebih merata, tidak menumpuk dalam waktu singkat, serta mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index