JAKARTA - Budidaya jangkrik di rumah kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi banyak orang. Permintaan jangkrik sebagai pakan burung, ikan hias, hingga ayam hias terus meningkat, membuat peluang ini semakin diminati.
Selain modal yang relatif kecil, perawatan jangkrik terbilang mudah sehingga cocok untuk pemula maupun pelaku UMKM rumahan. Dengan manajemen yang tepat, jangkrik bisa dipanen dalam waktu singkat dan perputaran usaha berlangsung cepat.
Keberhasilan ternak jangkrik bukan hanya soal memberi pakan, tetapi juga mengatur kandang, suhu, kepadatan, dan kebersihan lingkungan. Banyak peternak pemula gagal panen karena kurang memahami kebutuhan dasar jangkrik yang seharusnya dipenuhi sejak awal.
Seperti dijelaskan Yugo Yunianto, peternak jangkrik dari Klaten, “Kita besarkan sekitar umur 35 hari sudah siap panen. Kadang 35 hari aja sudah siap panen,” menunjukkan betapa cepatnya usaha ini bisa menghasilkan jika dikelola konsisten.
Memilih Bibit Jangkrik yang Sehat dan Berkualitas
Langkah awal yang menentukan keberhasilan budidaya adalah memilih bibit jangkrik yang sehat. Bibit yang baik berasal dari indukan unggul, aktif bergerak, tidak cacat, dan ukuran relatif seragam agar kanibalisme bisa diminimalkan.
Jika bibit awal lemah, pertumbuhan melambat dan risiko gagal panen meningkat. Yugo menyebut bibit bisa diperoleh dari indukan sendiri atau membeli dari peternak lain maupun online.
“Kadang bikin sendiri, kadang beli. Kalau enggak mau ribet, sekarang di online juga banyak yang jual telur jangkrik,” jelasnya. Cara ini memudahkan pemula yang belum memiliki indukan sehingga tetap bisa memulai usaha tanpa proses panjang.
Bagi yang menyiapkan sendiri, indukan jangkrik ditaruh di media pasir untuk bertelur. “Induknya dari jangkrik ini, kita ambil sekitar 10 kilo, kita taruh satu kotak, lalu dikasih media pasir buat nelur,” tambah Yugo. Dengan bibit sehat dari indukan berkualitas, pertumbuhan lebih merata dan panen lebih cepat tercapai.
Menyiapkan Kandang yang Nyaman dan Aman
Kandang adalah rumah jangkrik dan kenyamanannya sangat memengaruhi produktivitas. Umumnya kandang terbuat dari kayu atau triplek berbentuk kotak, dilengkapi egg tray, daun pisang kering, atau pelepah pisang sebagai tempat persembunyian.
Media tersebut membantu jangkrik bersembunyi, bergerak, dan mengurangi gesekan antarindividu. Yugo menjelaskan, “Buat rumahnya bisa pakai tray telur, bisa juga pakai daun pisang kering, kalau mau ngirit pakai pelepah daun pisang kering.”
Kandang harus diletakkan di lokasi aman dari hama seperti semut, tikus, atau cicak. Sirkulasi udara perlu dijaga agar tidak pengap sehingga jangkrik tetap aktif dan sehat hingga panen.
Mengatur Kepadatan Jangkrik dalam Kandang
Kepadatan populasi memengaruhi pertumbuhan karena terlalu padat memicu persaingan pakan dan kanibalisme. Ruang sempit membuat jangkrik stres dan pertumbuhan tidak merata sehingga waktu panen bertambah lama.
“Kalau kotak besar ukuran 240 x 120 cm maksimal 5 ons telur jangkrik,” terang Yugo. Kepadatan ideal memudahkan kontrol pakan, kebersihan, dan kesehatan, sehingga jangkrik mencapai ukuran panen lebih cepat dan bobot maksimal.
Memberikan Pakan Bergizi dan Teratur
Pakan menentukan cepat atau lambatnya panen karena nutrisi harian memengaruhi seluruh pertumbuhan tubuh. Umumnya jangkrik diberi konsentrat ayam, bekatul, atau campuran voer kaya protein.
Yugo menuturkan, “Pakannya kita pakai pur ayam atau konsentrat ayam, kadang dioplos sedikit bekatul, tapi tetap lebih bagus kalau pakai pur.” Selain itu, sayuran atau gedebok pisang juga digunakan sebagai sumber air.
“Gedebok itu buat pengganti minum, bisa juga sayur-sayuran yang mengandung air,” tambah Yugo. Pakan harus tersedia setiap hari agar jangkrik tidak stres dan pertumbuhan tetap merata.
Menjaga Kebersihan dan Kelembapan Kandang
Kebersihan kandang menentukan kesehatan jangkrik karena lingkungan kotor memicu penyakit, jamur, dan bakteri. Sisa pakan yang menumpuk bisa membuat kelembapan berlebih sehingga jangkrik stres dan pertumbuhan terganggu.
Kelembapan harus seimbang, tidak terlalu basah atau kering. Peternak biasanya menyemprot air tipis-tipis di sekitar kandang tanpa menyiram langsung ke tubuh jangkrik.
Lingkungan yang bersih dan seimbang menciptakan kondisi nyaman bagi jangkrik sehingga tingkat kematian rendah. Dengan kandang terawat, jangkrik mencapai ukuran panen optimal tanpa hambatan.
Meminimalkan Gangguan dan Stres
Jangkrik sensitif terhadap suara keras, getaran, dan cahaya berlebihan sehingga mudah stres. Stres ditandai dengan nafsu makan menurun, gerakan abnormal, dan pertumbuhan melambat, yang memperpanjang waktu panen.
Kandang sebaiknya diletakkan di tempat sepi, jauh dari kebisingan mesin atau kendaraan. Cahaya sekitar juga harus redup, dan buka kandang hanya saat memberi pakan atau membersihkan agar jangkrik tetap tenang.
Dengan lingkungan minim gangguan, jangkrik lebih fokus makan dan tumbuh alami. Kondisi mental stabil berpengaruh besar pada kualitas dan kecepatan panen.
Menentukan Waktu Panen yang Tepat
Waktu panen biasanya 30–40 hari tergantung jenis dan kualitas perawatan. Jangkrik siap panen ketika ukuran tubuh besar, warna cerah, sayap mulai terbentuk, dan gerakan lincah.
Panen sebaiknya dilakukan bertahap agar jangkrik lain tetap aman. Proses pengambilan menggunakan tangan atau saringan halus menjaga tubuh jangkrik tidak rusak dan kualitas tetap terjaga.
Dengan menentukan waktu panen tepat, siklus budidaya bisa lebih cepat dan kualitas produk terjaga. Semakin baik perawatan sejak awal, semakin cepat pula perputaran usaha jangkrik secara berkelanjutan.