JAKARTA - Di tengah dinamika harga komoditas global, PT Pertamina (Persero) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan produksi minyak mentah nasional.
Fokus utama tahun ini adalah melakukan optimalisasi pada sumur-sumur minyak tua melalui penerapan teknologi mutakhir, dengan target tambahan produksi mencapai 100.000 barel per hari (bph).
Langkah ini dipandang sebagai investasi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dan menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.
Strategi Reaktivasi dan Teknologi EOR
Untuk mencapai target tersebut, Pertamina mengandalkan beberapa pendekatan teknis:
Enhanced Oil Recovery (EOR): Penggunaan teknologi injeksi kimia, uap, atau gas untuk mengangkat sisa cadangan minyak yang sulit dijangkau dengan metode konvensional di ladang-ladang tua.
Reaktivasi Sumur Idle: Menghidupkan kembali sumur-sumur yang sebelumnya tidak beroperasi namun masih memiliki potensi cadangan ekonomis.
Digitalization of Fields: Penggunaan sensor dan analisis data real-time untuk memantau kinerja sumur secara presisi, sejalan dengan tren digitalisasi industri global.
Dampak Ekonomi dan Ketahanan Energi
Peningkatan produksi ini memiliki korelasi langsung terhadap kesehatan fiskal negara dan iklim investasi:
Menekan Defisit Dagang: Tambahan 100.000 barel secara signifikan dapat mengurangi devisa yang keluar untuk belanja minyak mentah dari luar negeri.
Efisiensi Biaya: Memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada di ladang tua jauh lebih efisien secara modal dibandingkan membuka lapangan migas baru (greenfield) dari nol.
Multiplier Effect: Aktivitas di ladang-ladang minyak ini akan menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi di sekitar wilayah operasi.
Relevansi dengan Pasar Modal
Berita ini memberikan sentimen positif bagi ekosistem investasi sektor energi di Indonesia:
Kepercayaan Investor: Langkah progresif Pertamina menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis energi fosil di masa transisi energi.
Sentimen Sektoral: Fokus pada produksi domestik ini juga memberikan angin segar bagi perusahaan-perusahaan jasa penunjang migas yang melantai di bursa saham.