IHSG

IHSG Melesat Signifikan Asing Kompak Borong Saham Unggulan Hari Ini

IHSG Melesat Signifikan Asing Kompak Borong Saham Unggulan Hari Ini
IHSG Melesat Signifikan Asing Kompak Borong Saham Unggulan Hari Ini

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan reli pada perdagangan Selasa, menguat 1,24% ke level 8.131,74. 

Lonjakan ini menunjukkan optimisme pasar meski tekanan jual asing masih berlangsung, menandai kombinasi sentimen domestik dan global yang memengaruhi pergerakan saham.

Nilai transaksi harian mencapai Rp20,39 triliun, dengan volume 45,83 miliar saham dalam 2,45 juta kali transaksi. Sebanyak 556 saham menguat, 144 melemah, dan 116 stagnan, menunjukkan mayoritas saham terpantau positif. Aktivitas perdagangan yang tinggi ini menegaskan IHSG tetap menjadi pusat perhatian investor domestik maupun asing.

Meski IHSG menguat, investor asing tercatat melakukan net sell Rp707,77 miliar di seluruh pasar, termasuk penjualan bersih Rp917,26 miliar di pasar reguler. Di sisi lain, mereka tetap melakukan pembelian bersih Rp209,49 miliar melalui transaksi negosiasi dan tunai, menandakan selektivitas dalam memilih saham.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meski ada tekanan jual global, investor institusional dan asing masih menaruh minat pada saham-saham dengan fundamental dan likuiditas yang kuat. Trader lokal bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengidentifikasi saham yang menjadi favorit asing.

Bank Mandiri Masih Jadi Primadona Investor Asing

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan net foreign buy mencapai Rp472,79 miliar. Kinerja saham perbankan ini tetap menarik karena likuiditas tinggi dan fundamental stabil, menjadikannya pilihan aman di tengah volatilitas pasar.

Investor asing menilai BMRI sebagai saham defensif yang mampu menghadapi tekanan global dan fluktuasi IHSG. Selain itu, prospek pendapatan perbankan yang solid turut mendukung minat beli.

Bagi trader harian, BMRI dapat dimanfaatkan untuk strategi intraday atau swing trading, dengan memantau level support dan resistance serta volume perdagangan harian yang tinggi.

Kombinasi volatilitas moderat dan minat asing membuat BMRI tetap menjadi watchlist penting bagi investor domestik yang ingin mengikuti arus modal institusional.

Telkom Indonesia Menarik Perhatian Investor Global

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat sebagai saham net foreign buy terbesar kedua, dengan pembelian bersih Rp122,7 miliar. Saham telekomunikasi ini tetap diminati karena prospek bisnis digital dan infrastruktur jaringan yang kuat.

Permintaan global terhadap saham TLKM dipicu oleh stabilitas kinerja pendapatan, pertumbuhan layanan digital, dan posisi dominan di sektor telekomunikasi domestik.

Trader dapat memanfaatkan momentum intraday dengan memonitor breakout harga dan volume transaksi harian. Likuiditas saham ini mendukung eksekusi beli dan jual cepat.

Telkom menjadi contoh saham blue-chip yang tetap diminati asing meski pasar sedang fluktuatif, memberikan sinyal positif bagi investor jangka pendek maupun menengah.

United Tractors dan Medco Energi Jadi Favorit Tambang dan Energi

PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masing-masing diborong asing dengan nilai net buy Rp72,26 miliar dan Rp72,10 miliar. Sektor tambang dan energi masih menjadi favorit karena kenaikan harga komoditas dan permintaan global yang stabil.

Saham-saham ini memiliki volatilitas moderat dan peluang intraday yang menarik, terutama saat ada sentimen positif terkait harga batubara, minyak, dan komoditas energi lain.

Trader dapat memanfaatkan momentum breakout untuk posisi scalping atau short-term trading. Likuiditas saham ini mendukung eksekusi cepat di pasar.

Minat asing pada sektor tambang dan energi menegaskan bahwa meski ada tekanan jual di pasar reguler, investor global tetap menaruh perhatian pada fundamental kuat dan prospek komoditas.

Semen Indonesia dan Pantai Indah Kapuk Dua Masih Diburu

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) tercatat net foreign buy masing-masing Rp49,23 miliar dan Rp47,44 miliar. Saham sektor infrastruktur dan properti ini diminati karena prospek pembangunan domestik tetap stabil dan permintaan industri kuat.

Investor asing memanfaatkan saham ini sebagai diversifikasi portofolio dan lindung nilai terhadap volatilitas pasar saham lainnya. Momentum kenaikan IHSG menjadi katalis tambahan bagi saham sektor ini.

Trader harian bisa memanfaatkan support dan resistance teknikal untuk entry dan exit, sambil memantau sentimen pasar domestik dan global. Likuiditas memadai untuk strategi trading cepat.

Saham Lain dengan Net Buy Signifikan

Saham lain yang juga menjadi pilihan asing meliputi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp30,33 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) Rp26,24 miliar, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp25,82 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) Rp21,98 miliar.

Keempat saham ini menunjukkan adanya diversifikasi minat asing dari sektor tambang, telekomunikasi, hingga perbankan. Trader bisa memanfaatkan peluang ini untuk strategi scalping, swing trading, atau posisi jangka menengah.

Pemantauan pergerakan asing memberikan indikasi saham yang berpotensi naik dalam beberapa hari, sehingga trader domestik dapat menyesuaikan strategi sesuai arus modal global.

Kesimpulan Tren IHSG dan Minat Asing

IHSG tetap menunjukkan penguatan positif di tengah tekanan jual asing. BMRI, TLKM, UNTR, MEDC, SMGR, dan PANI menjadi saham unggulan yang masih diminati investor global.

Trader dan investor jangka pendek dapat memanfaatkan momentum ini untuk strategi scalping dan intraday. Kombinasi likuiditas tinggi, sentimen positif, dan minat asing memberikan peluang profit yang optimal.

Analisis teknikal, pemantauan volume, dan disiplin cutloss menjadi kunci bagi investor yang ingin mengikuti arus modal asing secara efektif. Kenaikan IHSG menandai peluang pasar yang masih terbuka lebar bagi investor lokal dan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index