JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini menyiapkan skema optimalisasi armada dengan mengalihkan pesawat penerbangan umrah untuk mendukung musim haji. Langkah ini diambil agar armada dapat dimanfaatkan secara lebih efisien tanpa selalu mengandalkan pesawat sewaan.
Konsep Carry Over Armada untuk Layanan Haji dan Umrah
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, menyampaikan bahwa layanan umrah dan haji memiliki pola operasional yang mirip, yakni mengangkut jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi. Pesawat yang digunakan untuk umrah sepanjang tahun akan di-roll out atau carry over untuk penerbangan haji secara musiman.
Dengan skema ini, armada Garuda tetap berada dalam jaringan operasional tanpa perlu penambahan pesawat sewaan secara besar-besaran. Hal ini memungkinkan efisiensi biaya sekaligus menjaga ketersediaan pesawat selama puncak musim haji.
Perbedaan Profesional Antara Layanan Umrah dan Haji
Secara profesional, ada perbedaan signifikan antara layanan haji dan umrah, terutama dari sisi periode operasional. Namun secara konsep, keduanya serupa karena sama-sama mengantarkan jemaah dari bandara Indonesia ke Arab Saudi.
Reza menjelaskan, strategi carry over memungkinkan penggunaan armada yang sama tetap optimal meski periode layanan haji hanya bersifat musiman. Ini juga menjadi solusi profesional agar operasional tetap efektif dan aman.
Potensi Pasar Haji dan Umrah di Indonesia
Perseroan menilai pasar haji dan umrah Indonesia masih sangat besar, dengan estimasi total sekitar 1,2 hingga 1,5 juta jemaah per tahun. Saat ini, pangsa pasar Garuda berada di kisaran 30 persen, sehingga masih ada ruang pertumbuhan yang signifikan.
Banyak jemaah yang masih melakukan stop over di Singapura, Kuala Lumpur, China, maupun India. Garuda hadir sebagai perwakilan pemerintah untuk meningkatkan market share dan mengoptimalkan layanan langsung bagi jemaah Indonesia.
Manfaat Strategi Armada bagi Efisiensi dan Profesionalisme
Dengan carry over armada, Garuda Indonesia tidak hanya menghemat biaya sewa pesawat, tetapi juga memaksimalkan kapasitas operasional yang sudah ada. Pendekatan ini juga mendukung kesiapan operasional saat puncak musim haji, memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Reza menekankan, strategi ini sekaligus menjadi bukti profesionalisme Garuda dalam menangani layanan penerbangan musiman. Armada yang terkelola optimal memungkinkan maskapai menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap kepentingan nasional.
Rencana Garuda untuk Meningkatkan Market Share Layanan Haji
Langkah carry over armada menjadi bagian dari upaya Garuda meningkatkan pangsa pasar. Perseroan terus memantau peluang ekspansi agar dapat menjangkau lebih banyak jemaah tanpa harus mengandalkan operator asing atau rute transit panjang.
Dengan pemanfaatan armada yang efisien dan strategi market share yang jelas, Garuda diharapkan mampu menghadirkan layanan haji dan umrah yang aman, nyaman, dan profesional bagi seluruh jemaah Indonesia.