JAKARTA - Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, terutama saat memasuki fase puncaknya. Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah periode emas untuk berburu keberkahan dan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Memahami kapan fase krusial ini dimulai menjadi sangat penting agar setiap individu dapat mempersiapkan fisik dan mental untuk meningkatkan intensitas ibadah, mulai dari i'tikaf hingga memperbanyak tadarus Al-Qur'an.
Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh berbagai otoritas keagamaan, perkiraan jatuhnya malam-malam ganjil di akhir Ramadan 2026 telah menjadi perhatian publik sejak awal tahun. Hal ini membantu masyarakat untuk mengatur jadwal, baik untuk keperluan cuti kerja guna berfokus pada ibadah, maupun untuk persiapan mudik Lebaran yang biasanya bertepatan dengan periode ini.
Perkiraan Awal Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Menurut Kalender Hijriah
Berdasarkan perhitungan astronomi dan kalender Hijriah Indonesia, awal Ramadan 2026 atau 1447 H diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Februari 2026. Dengan merujuk pada ketetapan tersebut, maka periode sepuluh hari terakhir Ramadan diprediksi akan dimulai pada minggu kedua bulan Maret 2026. Secara lebih spesifik, malam ke-21 Ramadan, yang merupakan gerbang pembuka fase ini, diperkirakan jatuh pada Selasa malam atau Rabu dini hari di pekan tersebut.
Meski demikian, umat Muslim tetap dianjurkan untuk mengikuti pengumuman resmi dari hasil sidang isbat pemerintah guna memastikan ketetapan tanggal yang akurat. Kepastian tanggal ini menjadi acuan utama bagi masjid-masjid dalam menyelenggarakan program i'tikaf bersama serta bagi panitia zakat untuk mulai mengintensifkan penerimaan zakat fitrah dari para jamaah.
Daftar Tanggal Malam Ganjil di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Malam Lailatul Qadar sangat identik dengan malam-malam ganjil di sepertiga terakhir bulan Ramadan. Berdasarkan proyeksi kalender, berikut adalah deretan tanggal penting yang perlu dicatat untuk malam ganjil di Ramadan 2026:
Malam ke-21: Diperkirakan jatuh pada Rabu, 11 Maret 2026.
Malam ke-23: Diperkirakan jatuh pada Jumat, 13 Maret 2026.
Malam ke-25: Diperkirakan jatuh pada Minggu, 15 Maret 2026.
Malam ke-27: Diperkirakan jatuh pada Selasa, 17 Maret 2026.
Malam ke-29: Diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Mengetahui deretan tanggal ini memungkinkan setiap Muslim untuk menyusun strategi ibadah yang lebih rapi. Malam-malam tersebut biasanya diisi dengan ibadah qiyamul lail yang lebih panjang dari biasanya, di mana umat berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mendapatkan pengampunan dosa dan rahmat dari Allah SWT.
Makna Ibadah I'tikaf dan Peningkatan Spiritualitas di Akhir Ramadan
Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang dipilih oleh Rasulullah SAW untuk lebih mengencangkan ikat pinggang dalam beribadah. I'tikaf atau berdiam diri di masjid menjadi amalan utama yang sangat dianjurkan. Pada tahun 2026, tantangan cuaca dan kesibukan menjelang hari raya mungkin akan terasa, namun semangat untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta tetap menjadi prioritas utama bagi banyak orang.
Selain i'tikaf, umat juga didorong untuk memperbanyak sedekah dan memanjatkan doa-doa khusus di malam hari. Periode ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) atas apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Dengan mengetahui jadwal yang tepat, persiapan spiritual dapat dilakukan jauh-jauh hari agar kondisi tubuh tetap prima saat melakukan ibadah di waktu malam yang panjang.
Persiapan Menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Seiring berakhirnya sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Muslim akan bersiap menyambut hari kemenangan, Idul Fitri. Jika Ramadan berjalan penuh selama 30 hari, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026 atau Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini tentunya akan sangat bergantung pada terlihatnya hilal di akhir bulan nanti.
Momen transisi dari ibadah yang intens ke perayaan hari raya menuntut keseimbangan yang baik. Meskipun fokus ibadah di akhir Ramadan sangat tinggi, masyarakat juga mulai mempersiapkan keperluan logistik untuk Lebaran. Mengetahui tanggal-tanggal penting ini memastikan bahwa urusan duniawi dan ukhrawi dapat berjalan beriringan dengan harmonis tanpa mengabaikan nilai-nilai utama dari bulan suci Ramadan itu sendiri.