Liga Spanyol

Kebijakan Liga Spanyol Ramadan 2026: Larangan Jeda Berbuka Puasa di Tengah Pertandingan

Kebijakan Liga Spanyol Ramadan 2026: Larangan Jeda Berbuka Puasa di Tengah Pertandingan
Kebijakan Liga Spanyol Ramadan 2026: Larangan Jeda Berbuka Puasa di Tengah Pertandingan

JAKARTA - Memasuki bulan suci Ramadan 2026, otoritas penyelenggara Liga Spanyol (La Liga) mengeluarkan keputusan resmi terkait prosedur pelaksanaan pertandingan di tengah waktu berbuka puasa.

Berbeda dengan kebijakan yang sempat diterapkan di beberapa liga top Eropa lainnya dalam beberapa tahun terakhir, La Liga dilaporkan tetap pada pendiriannya untuk tidak mengizinkan jeda khusus (break) bagi pemain Muslim untuk berbuka puasa saat laga sedang berlangsung.

Keputusan ini menjadi sorotan luas karena berdampak langsung pada para pemain bintang Muslim yang merumput di Spanyol. Kebijakan ini menekankan bahwa jalannya pertandingan tidak boleh terinterupsi oleh alasan di luar teknis permainan, sehingga pemain yang sedang berpuasa diharapkan dapat menyesuaikan cara berbuka mereka tanpa adanya penghentian waktu secara resmi oleh wasit.

Perbandingan Kebijakan dan Dampaknya bagi Pemain

Kebijakan ini memicu diskusi mengenai fleksibilitas regulasi dalam menghormati praktik keagamaan pemain di tengah jadwal kompetisi yang padat. Berikut adalah beberapa poin utama terkait situasi tersebut:

Tanpa Jeda Resmi: Wasit tidak memiliki instruksi untuk menghentikan pertandingan saat waktu Magrib tiba, meskipun ada pemain yang sedang berpuasa di lapangan.

Strategi Adaptasi: Pemain Muslim di La Liga disarankan untuk berbuka puasa di pinggir lapangan saat terjadi pergantian pemain, cedera, atau momen alami lainnya ketika bola mati.

Perbedaan Regional: Kebijakan ini kontras dengan beberapa federasi sepak bola lain yang mulai memberikan kelonggaran durasi pendek bagi pemain untuk sekadar membatalkan puasa dengan air mineral atau kurma.

Tantangan Fisik dan Profesionalisme Atlet

Bagi para atlet profesional, menjalankan puasa di tengah intensitas tinggi pertandingan Liga Spanyol menuntut manajemen fisik yang luar biasa. Tanpa adanya jeda resmi, koordinasi antara tim medis klub dan pemain menjadi sangat vital. Klub-klub di Spanyol biasanya menyiapkan suplemen atau minuman cair yang dapat dikonsumsi dengan cepat di sela-sela permainan tanpa mengganggu ritme pertandingan.

Pihak liga berargumen bahwa menjaga durasi dan kelancaran siaran langsung serta integritas waktu pertandingan menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Meski demikian, para pemain tetap diizinkan untuk membatalkan puasa selama hal tersebut dilakukan secara mandiri tanpa menyebabkan penundaan laga.

Respons dari Klub dan Pengamat Sepak Bola

Beberapa klub yang memiliki banyak pemain Muslim dilaporkan telah menyiapkan protokol internal untuk memastikan nutrisi dan hidrasi pemain tetap terjaga. Diskusi mengenai hal ini diprediksi akan terus berkembang, seiring dengan meningkatnya jumlah talenta Muslim yang berperan penting dalam ekosistem sepak bola Spanyol.

Kebijakan ini menjadi ujian tersendiri bagi ketahanan fisik dan profesionalisme para pemain untuk tetap memberikan performa terbaik bagi tim meski dalam kondisi berpuasa dan tanpa dukungan jeda dari penyelenggara kompetisi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index