JAKARTA - Pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi sorotan publik.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menegaskan bahwa program ini bersifat sukarela, tanpa paksaan atau kewajiban bagi pegawai ASN. Penegasan ini disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, untuk memastikan masyarakat dan ASN memahami aturan main pelatihan yang akan digelar pada April 2026.
Rico menekankan, registrasi dan pendaftaran mengikuti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN). “Sifatnya tetap sukarela. Garis bawahi. Tidak ada unsur paksaan maupun kewajiban,” ujarnya. Dengan penjelasan ini, diharapkan tidak ada salah persepsi terkait perekrutan ASN untuk Komcad.
Pelatihan Komcad bagi ASN
Pelatihan untuk 4.000 ASN terbagi dalam dua gelombang, masing-masing 2.000 peserta, dengan durasi 1,5 bulan. Program ini dirancang agar ASN dari 49 kementerian memiliki kesempatan ikut sesuai kuota. Besaran kuota disesuaikan dengan jumlah pegawai di masing-masing instansi, misalnya kementerian dengan 1.000 pegawai memperoleh kuota 50 orang, sementara kementerian lebih kecil mendapat kuota lebih sedikit.
Selain kuota, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan peserta sehat dan tidak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat. Peserta yang lolos seleksi adalah mereka yang mendaftar secara internal dan telah melewati proses administrasi. Tujuannya agar pelatihan berjalan lancar dan efektif, sesuai standar Komcad TNI.
Kemenpan-RB Tegaskan Tidak Semua ASN Bisa Menjadi Komcad
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa tidak semua ASN mengikuti pelatihan menjadi Komcad. Menjadi Komcad merupakan bentuk partisipasi dalam bela negara, namun terbatas pada ASN yang memenuhi persyaratan tertentu. “Bagi para ASN yang memenuhi syarat untuk Komcad, memang diminta mengikuti pelatihan,” katanya.
Rini menambahkan, persyaratan seleksi mencakup kondisi fisik, kesehatan, dan kesiapan administrasi. Hal ini untuk menjaga kualitas Komcad dan memastikan pelatihan mampu membentuk ASN yang kompeten. ASN yang tidak lolos seleksi atau tidak mendaftar tetap menjalankan tugas rutin tanpa terkena konsekuensi.
Mekanisme Kuota dan Seleksi
Kemenhan menetapkan kuota peserta tiap kementerian berdasarkan jumlah ASN di instansi tersebut. Misalnya, kementerian dengan pegawai banyak mendapatkan kuota lebih besar, sedangkan kementerian kecil kuota lebih terbatas. Mekanisme ini membuat distribusi peserta adil dan proporsional.
Selain itu, seleksi memastikan ASN sehat dan mampu mengikuti pelatihan. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti tahap registrasi dan administrasi sebelum pelatihan dimulai. Dengan prosedur ini, program Komcad dapat berjalan sistematis, aman, dan sesuai standar.
Pelatihan Komcad dan Bela Negara
Program Komcad menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan partisipasi ASN dalam bela negara. Menurut Rini, kegiatan ini tidak bersifat wajib, melainkan kesempatan sukarela bagi ASN yang memenuhi syarat. Dengan begitu, ASN tetap menjalankan tugasnya di instansi masing-masing tanpa gangguan.
Pelatihan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ASN mengenai pentingnya kontribusi dalam pertahanan negara. Meski sukarela, keikutsertaan ASN di Komcad diharapkan memberikan pengalaman berharga, meningkatkan kompetensi, dan menambah nilai bagi pelayanan publik.
Dampak Pelatihan bagi ASN
Pelatihan Komcad memberi manfaat bagi ASN yang terlibat, termasuk pengembangan fisik, disiplin, dan pemahaman bela negara. Dengan durasi 1,5 bulan, peserta mengikuti program yang mencakup latihan dasar militer, penguatan mental, serta penguasaan teknik pertahanan sipil.
Selain itu, pengalaman pelatihan dapat meningkatkan kerjasama, keterampilan manajerial, dan pemahaman terhadap proses pengambilan keputusan strategis. Semua ini relevan untuk meningkatkan kualitas ASN dalam menjalankan tugas publik dan mendukung pembangunan nasional.
Optimisme Kemenhan
Kemenhan optimistis pelatihan Komcad akan berjalan lancar karena mekanisme sukarela, kuota terukur, dan seleksi ketat. Rico menekankan pentingnya komunikasi kepada ASN agar mereka memahami hak dan kewajiban selama program, serta tidak ada kesalahpahaman.
Dengan perencanaan matang dan sosialisasi yang baik, program ini diharapkan berhasil membentuk Komcad yang siap, kompeten, dan mampu mendukung pertahanan negara secara profesional. Pelatihan bagi 4.000 ASN ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan nasional.
Pelatihan Komcad bagi ASN menekankan prinsip sukarela, seleksi adil, dan kuota proporsional. Pemerintah melalui Kemenhan dan Kemenpan-RB memastikan ASN memahami prosedur, hak, dan kewajiban. Program ini bukan kewajiban, tetapi peluang untuk berkontribusi dalam bela negara. Dengan mekanisme yang jelas, Komcad dapat berjalan lancar dan mendukung pembangunan nasional serta penguatan kapasitas ASN.