BBM

Update Daftar Harga BBM Hari Ini 26 Februari 2026 Seluruh Indonesia

Update Daftar Harga BBM Hari Ini 26 Februari 2026 Seluruh Indonesia
Update Daftar Harga BBM Hari Ini 26 Februari 2026 Seluruh Indonesia

JAKARTA - Memasuki penghujung bulan kedua di tahun 2026, stabilitas harga energi menjadi sorotan utama bagi para pengguna kendaraan bermotor di seluruh tanah air.

Di tengah dinamika pasar minyak mentah global yang fluktuatif, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat domestik kembali dilakukan oleh para operator penyedia layanan energi, mulai dari perusahaan pelat merah hingga pihak swasta.

Memahami rincian biaya yang harus dikeluarkan di SPBU per tanggal 26 Februari 2026 ini sangat krusial bagi masyarakat untuk mengatur estimasi pengeluaran bulanan, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi di wilayah perkotaan maupun pelosok daerah.

Dinamika Harga BBM Pertamina Di Tengah Fluktuasi Pasar Global 2026

PT Pertamina (Persero) sebagai operator utama di Indonesia terus melakukan kalibrasi harga secara berkala guna memastikan keterjangkauan bagi masyarakat luas tanpa mengabaikan keberlanjutan pasokan nasional. Pada pembaruan terbaru per 26 Februari 2026, harga bahan bakar jenis subsidi seperti Pertalite masih dipertahankan pada angka yang stabil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Namun, untuk kategori bahan bakar nonsubsidi, terdapat penyesuaian minor di beberapa wilayah operasional sesuai dengan zonasi distribusi yang telah ditetapkan.

"Harga BBM hari ini 26 Februari 2026 untuk produk Pertamina terpantau masih kompetitif, dengan rincian Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Pertamax yang berada di kisaran Rp12.950 hingga Rp13.500 tergantung wilayahnya," demikian rincian data yang dihimpun dari lapangan. Perbedaan harga antarprovinsi ini disebabkan oleh biaya angkut logistik serta pengenaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang besarannya bervariasi di tiap daerah.

Persaingan Ketat Operator Swasta Shell Dan BP AKR Di Pasar Lokal

Selain Pertamina, persaingan di sektor ritel BBM semakin memanas dengan kehadiran operator swasta seperti Shell dan BP AKR yang menawarkan keunggulan teknologi aditif pada produk mereka. Para operator ini cenderung melakukan penyesuaian harga yang lebih dinamis mengikuti tren harga minyak dunia guna menarik minat pemilik kendaraan spesifikasi tinggi atau kendaraan mewah. Persaingan ini memberikan lebih banyak opsi bagi konsumen untuk memilih jenis bahan bakar yang paling sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan mereka.

Untuk jenis bahan bakar dengan oktan 92 ke atas, selisih harga antara Pertamax, Shell Super, maupun BP 92 terpantau sangat tipis. Strategi pemberian poin loyalitas dan promo menarik di gerai-gerai SPBU swasta menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat urban. Meskipun harga yang ditawarkan sering kali sedikit di atas produk BUMN, namun kualitas layanan dan fasilitas tambahan di SPBU swasta tetap menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar pengguna kendaraan di kota-kota besar.

Rincian Lengkap Harga Bahan Bakar Minyak Per Tanggal Dua Puluh Enam Februari

Bagi Anda yang berencana melakukan pengisian bahan bakar hari ini, sangat penting untuk mencermati daftar harga berikut agar tidak salah dalam mengalokasikan dana. Perlu diingat bahwa harga ini merupakan angka resmi yang berlaku di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sementara untuk wilayah lain mungkin terdapat penyesuaian tipis sesuai dengan kebijakan zonasi.

Berikut adalah daftar harga BBM terbaru per 26 Februari 2026:

Pertamina: Pertalite (Rp10.000), Pertamax (Rp12.950), Pertamax Turbo (Rp14.400), Dexlite (Rp14.550), Pertamina Dex (Rp15.100).

Shell: Shell Super (Rp13.300), Shell V-Power (Rp14.300), Shell V-Power Diesel (Rp15.100), Shell V-Power Nitro+ (Rp14.600).

BP AKR: BP 92 (Rp13.200), BP Ultimate (Rp14.350), BP Diesel (Rp14.800).

Vivo: Revvo 90 (Rp12.100), Revvo 92 (Rp13.400), Revvo 95 (Rp14.200).

Faktor Penyebab Pergerakan Harga Dan Proyeksi Ketahanan Stok Nasional

Pergerakan harga yang terjadi di penghujung Februari 2026 ini dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kondisi geopolitik yang memengaruhi jalur distribusi minyak dunia. Pemerintah bersama para badan usaha terus memantau ketersediaan stok di tingkat depo guna memastikan tidak terjadi kelangkaan saat masyarakat membutuhkan. Proyeksi ketahanan stok nasional dilaporkan berada pada level yang aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian di seluruh pelosok Indonesia.

Selain faktor eksternal, kebijakan pemerintah dalam mengatur besaran subsidi dan kompensasi juga memegang peranan vital dalam menjaga kestabilan harga BBM jenis tertentu. Upaya digitalisasi pada setiap transaksi di SPBU, seperti penggunaan aplikasi untuk pembelian BBM bersubsidi, terbukti cukup efektif dalam memastikan penyaluran energi tepat sasaran. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban fiskal negara sekaligus menciptakan ekosistem distribusi energi yang lebih transparan dan efisien di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index