JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan ketangguhan yang luar biasa pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026.
Meski sempat tertahan cukup lama di zona merah, indeks berhasil melakukan comeback dan ditutup menguat 24,12 poin atau 0,30% ke posisi 8.146,72.
Namun, penguatan indeks ini diwarnai dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang cukup masif, mencapai Rp 1,44 triliun di seluruh pasar. Tekanan jual asing paling terasa di pasar reguler dengan angka Rp 1,42 triliun. Menghadapi dinamika pasar yang masih fluktuatif, pemilihan saham berdasarkan indikator teknikal menjadi krusial bagi para pemodal.
Berikut adalah ulasan mendalam serta rekomendasi teknikal untuk tiga saham unggulan pada Kamis, 5 Februari 2026:
PT Astra International Tbk (ASII)
Saham ASII menunjukkan daya tahan yang cukup menarik meski pada perdagangan terakhir ditutup melemah 1,84% ke level Rp 6.625. Secara teknikal, pergerakan saham ini masih berada dalam koridor yang aman untuk diperhatikan.
"ASII bertahan di atas support jangka pendek MA10 atau 6.553 dengan indikator MACD berpotensi terjadi golden cross, maka dapat spec buy," ungkap Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia. Potensi persilangan positif pada MACD memberikan harapan akan adanya pembalikan arah harga dalam waktu dekat.
Rekomendasi: Speculative Buy
Support: Rp 6.425
Resistance: Rp 7.050
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Emiten farmasi raksasa, KLBF, saat ini terpantau masih terjebak dalam fase konsolidasi atau bergerak menyamping (sideways). Pada Rabu kemarin, KLBF berakhir melemah tipis 0,87% di level Rp 1.140 per saham.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyarankan investor untuk menunggu momentum konfirmasi sebelum masuk. Strategi yang disarankan adalah buy on breakout pada level 1.170. Jika harga berhasil menembus level tersebut, target resistansi selanjutnya berada di kisaran 1.220 hingga 1.255. Namun, investor tetap harus waspada dan melakukan cut loss jika harga melandai di bawah 1.120.
Rekomendasi: Buy on Breakout
Support: Rp 1.120
Resistance: Rp 1.220
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Berbeda dengan dua saham sebelumnya, INCO berhasil menutup perdagangan Rabu dengan penguatan 0,87% ke posisi Rp 1.140. Namun, secara struktur gelombang (wave), INCO masih berada dalam fase koreksi yang perlu diantisipasi.
Ivan Rosanova, Technical Analyst Binaartha Sekuritas, menjelaskan bahwa INCO berpotensi melanjutkan koreksi wave (iv). Pergerakan ini kemungkinan besar akan menguji garis SMA-60 serta level support Fibonacci di posisi 5.100, selama harga belum mampu menembus level 6.900. Saat ini, indikator MACD masih menunjukkan kondisi netral, mengisyaratkan pasar masih mencari arah yang lebih kuat.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 5.100
Resistance: Rp 6.900