JAKARTA - Perubahan penampilan seorang idola K-pop kerap menjadi topik hangat, terlebih ketika transformasi itu terlihat begitu signifikan.
Hal inilah yang terjadi pada Joy Red Velvet, yang kembali mencuri perhatian publik setelah membagikan potret terbarunya di media sosial. Foto-foto tersebut diambil di balik panggung sebelum dan sesudah SMTOWN LIVE 2025–26 di Fukuoka, Jepang, dan langsung memantik diskusi luas di kalangan penggemar maupun pengamat industri hiburan Korea Selatan.
Dalam unggahan terbarunya, Joy tampil dengan aura yang jauh berbeda dibandingkan citra imut yang selama ini melekat padanya. Perubahan fisik yang terlihat jelas membuat banyak orang menilai Joy seolah menjadi pribadi baru. Transformasi ini tidak hanya memicu pujian, tetapi juga memunculkan perbincangan mengenai metode diet, kesehatan, serta tekanan citra diri yang kerap dialami idol K-pop.
Penampilan Terbaru di Balik Panggung SMTOWN LIVE
Mengutip KBizoom, Rabu, 4 Februari 2026, foto-foto Joy diambil di belakang panggung SMTOWN LIVE 2025–26 di Mizuho PayPay Dome, Fukuoka. Dalam foto tersebut, Joy mengenakan gaun hitam tanpa lengan yang menonjolkan bahu dan lehernya. Siluet tubuhnya terlihat jauh lebih ramping, dengan garis wajah yang lebih tegas dibandingkan penampilan sebelumnya.
Ciri khas pipi chubby yang selama ini membuat Joy terlihat imut tampak sudah tidak terlihat lagi. Sebagai gantinya, garis rahang yang halus dan tulang selangka yang menonjol justru menjadi pusat perhatian. Penampilan ini menandai perubahan visual yang cukup drastis, sehingga wajar jika publik langsung membicarakannya.
Dengan potongan rambut bob pendek, riasan mata yang berani, serta perhiasan mencolok, Joy tampil chic dan dewasa. Gaya ini memperkuat kesan transformasi total yang ia perlihatkan. Tidak sedikit penggemar yang merasa perlu melihat ulang foto tersebut untuk memastikan bahwa sosok itu benar-benar Joy.
Reaksi Penggemar yang Ramai dan Beragam
Perubahan penampilan Joy langsung memicu gelombang komentar di media sosial. Banyak penggemar menyampaikan kekaguman atas visual barunya yang dinilai sangat memukau. Beberapa komentar berbunyi, “Saya harus memeriksa ulang apakah itu benar-benar Joy,” hingga “Dia telah mencapai puncak baru setelah dietnya.”
Ada pula penggemar yang menyoroti penampilannya secara khusus saat konser di Fukuoka. Komentar seperti, “Penampilannya di konser Fukuoka sangat memukau,” mencerminkan betapa kuatnya kesan yang ditinggalkan Joy di mata publik. Transformasi ini membuat namanya kembali menjadi bahan pembicaraan hangat.
Namun, di balik pujian tersebut, sebagian penggemar mulai bertanya-tanya tentang proses di balik perubahan fisik tersebut. Rasa penasaran itu akhirnya terjawab ketika Joy mengungkapkan metode diet yang ia jalani melalui sebuah program televisi.
Diet Gula Darah yang Dijalani Joy Red Velvet
Joy menjadi perbincangan karena keberhasilannya menurunkan berat badan melalui diet ekstrem yang ia jalani. Saat menjadi bintang tamu di program reality show I Live Alone, Joy secara terbuka menjelaskan jenis diet yang ia terapkan. Pada menit 23:33, ia memaparkan secara detail mengenai diet gula darah yang dijalaninya.
Diet tersebut mencakup asupan spesifik, seperti air lemon di pagi hari, serta kombinasi selai kacang, apel kupas, susu kedelai berprotein tinggi, dan keju. Pendekatan ini menyoroti fokus Joy pada nutrisi dan indeks glikemik, bukan sekadar pembatasan kalori ekstrem.
Pengungkapan ini menarik perhatian pemirsa karena memberikan gambaran diet yang lebih terstruktur dan ilmiah. Segmen tersebut terbukti sangat diminati, bahkan mendorong peringkat acara melonjak hingga mencapai puncaknya di angka 5,9 persen.
Rutinitas Perawatan Diri yang Menyita Perhatian
Selain diet, Joy juga memukau pemirsa dengan rutinitas perawatan diri yang ia jalani. Dalam acara tersebut, ia memperlihatkan rutinitas yang berlangsung selama lebih dari tiga jam. Kegiatan itu meliputi peregangan tubuh, perawatan kulit, meditasi, hingga perawatan rumah yang ia pelajari secara daring.
Rutinitas ini menunjukkan bahwa transformasi Joy tidak hanya berfokus pada penampilan fisik semata, tetapi juga pada keseimbangan mental dan emosional. Penampilannya di acara itu memberikan wawasan tentang bagaimana ia berusaha merawat diri di tengah tekanan industri hiburan.
Melalui tayangan tersebut, publik dapat melihat sisi Joy yang lebih personal dan reflektif. Ia tidak hanya berbicara soal diet, tetapi juga tentang proses memahami diri sendiri dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Pengakuan Tentang Tekanan Citra Diri
Joy secara terbuka membagikan perjuangannya dengan citra tubuh dan tekanan yang ia rasakan. Mengutip Kbizoom, 12 April 2025, Joy mengatakan, “Saya iri pada orang-orang dengan tubuh langsing alami. Saya berharap saya bisa dilahirkan dengan satu di kehidupan saya selanjutnya.”
Ia juga mengungkapkan bagaimana pandangan orang lain sempat memengaruhi kondisi mentalnya. “Di usia 20-an, saya terlalu peduli tentang bagaimana orang lain melihat saya. Itu menyebabkan banyak stres,” ungkap Joy.
Menurutnya, perubahan terjadi ketika ia mulai mengalihkan fokus untuk merawat diri sendiri. “Ketika saya mengalihkan fokus untuk merawat diri saya sendiri, bukan untuk orang lain tetapi untuk saya, kesehatan mental dan tubuh saya meningkat,” tambahnya.
Kekhawatiran Penggemar Soal Kesehatan Joy
Melansir Kbizoom, Selasa, 25 November 2025, Joy membagikan serangkaian foto dan video di Instagram pribadinya pada 22 dan 23 November 2025. Dalam unggahan tersebut, ia tampil dengan gaya Y2K mengenakan celana pendek dan crop top krem. Tubuhnya terlihat sangat ramping, dengan pinggang tajam, perut “11 garis” yang jelas, serta lengan dan kaki yang kencang.
Reaksi penggemar terhadap penampilan ini pun terbagi. Di satu sisi, banyak yang memuji perubahan citra Joy sebagai sebuah pencapaian. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran mendalam terkait kesehatannya.
Komentar seperti, “Unnie, tolong berhenti menurunkan berat badan,” hingga “Kamu terlihat cantik, tapi kesehatanmu harus diutamakan,” mencerminkan kecemasan penggemar. Kekhawatiran ini menunjukkan bahwa perhatian publik tidak hanya tertuju pada visual, tetapi juga pada kesejahteraan Joy sebagai individu.