JAKARTA - Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menekan angka pengangguran, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara langsung menitipkan pesan krusial kepada para pelaku industri untuk mengambil peran aktif dalam ekspansi bisnis yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja. Langkah ini dipandang sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor swasta guna memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung melalui ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat luas.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sektor industri merupakan mesin utama pertumbuhan. Dengan memberikan dukungan penuh terhadap kemudahan berusaha, pemerintah berharap para pengusaha memiliki kepercayaan diri untuk terus melakukan investasi dan memperluas skala produksi mereka di dalam negeri.
Sinergi Pemerintah dan Swasta Demi Kedaulatan Ekonomi
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi antara kebijakan publik dan realitas di lapangan industri. Presiden menekankan bahwa pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya adalah kunci untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas sosial-ekonomi. Pemerintah berkomitmen untuk terus memangkas birokrasi yang menghambat investasi, sehingga para pengusaha yang tergabung dalam APINDO dapat bergerak lebih cepat.
"Bertemu APINDO, Prabowo ajak sektor industri buka lapangan kerja seluas-luasnya," menjadi poin utama yang digarisbawahi dalam diskusi tersebut. Presiden menginginkan adanya kemitraan yang setara, di mana pemerintah menyediakan regulasi yang kondusif, sementara sektor industri menjawabnya dengan inovasi dan pembukaan akses pekerjaan bagi putra-putri terbaik bangsa.
Fokus pada Hilirisasi dan Pengembangan SDM Berkualitas
Salah satu cara efektif untuk membuka lapangan kerja yang berkualitas adalah melalui percepatan hilirisasi industri. Presiden mengajak APINDO untuk terus mendorong pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi di dalam negeri. Proses ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk ekspor, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus, yang secara otomatis akan meningkatkan taraf hidup para pekerja.
Selain aspek investasi fisik, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi topik bahasan. Presiden mendorong dunia usaha untuk aktif berkolaborasi dengan lembaga pendidikan guna menciptakan tenaga kerja yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan industri modern saat ini.
Komitmen APINDO dalam Mendukung Program Pemerintah
Merespons ajakan tersebut, pihak APINDO menyatakan kesiapannya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif. Para pengusaha menyadari bahwa keberlanjutan bisnis mereka sangat bergantung pada kondisi ekonomi nasional yang sehat, yang salah satunya didorong oleh rendahnya angka pengangguran.
Diskusi ini juga menyentuh aspek perlindungan tenaga kerja dan keseimbangan antara hak pekerja dengan keberlangsungan usaha. Dengan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan APINDO, diharapkan kebijakan-kebijakan yang lahir nantinya dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, sehingga roda industri dapat berputar lebih kencang menuju Indonesia Emas.