JAKARTA - Lonjakan rencana perjalanan masyarakat menjelang Imlek 2026 membuat moda transportasi kereta api kembali menjadi pilihan utama di Sumatera Utara. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyiapkan kapasitas angkut yang cukup besar demi memastikan perjalanan berlangsung lancar dan nyaman.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyediakan sebanyak 42.840 tempat duduk untuk periode keberangkatan 13–17 Februari 2026. Kapasitas tersebut ditujukan untuk memfasilitasi antusiasme warga yang ingin merayakan Imlek 2026 maupun menikmati cuti bersama.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo di Medan pada Selasa menyampaikan bahwa dari total daya angkut tersebut tersedia kapasitas rata-rata 8.568 kursi setiap harinya. Jumlah tersebut diharapkan mampu menampung lonjakan permintaan perjalanan selama periode libur panjang.
Hingga Senin, 9 Februari 2026, tercatat sebanyak 17.839 tiket telah dipesan oleh calon penumpang. Dari data tersebut, KA Putri Deli masih menjadi rute favorit pilihan pelanggan di wilayah Sumatera Utara.
Peningkatan permintaan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi unggulan masyarakat. Faktor kenyamanan, ketepatan waktu, serta bebas dari kemacetan menjadi alasan utama pilihan tersebut.
Dalam situasi libur panjang, kebutuhan akan transportasi yang terjadwal dengan baik menjadi semakin penting. KAI Divre I Sumatera Utara berupaya memastikan seluruh perjalanan dapat berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Selain menyediakan kapasitas kursi reguler, KAI juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menambah layanan. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat tetap memiliki akses transportasi yang memadai selama periode libur.
Tambahan KA Fakultatif untuk Mengakomodasi Lonjakan Penumpang
Untuk mengakomodasi tingginya minat pengguna jasa, KAI Divre I Sumatera Utara juga mengoperasikan kembali KA Sribilah Utama Fakultatif. Kereta tambahan ini mulai beroperasi pada Jumat, 13 Februari 2026 hingga Minggu, 22 Februari 2026.
“Dijalankannya KA Sribilah Utama Fakultatif ini bertujuan memberikan alternatif jadwal perjalanan, sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi warga Sumatera Utara pada periode libur panjang Imlek dan menjelang awal Ramadan,” katanya. Pernyataan ini menegaskan komitmen KAI dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Dengan adanya layanan tambahan ini, calon penumpang memiliki lebih banyak pilihan waktu keberangkatan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan pada jadwal-jadwal favorit.
KAI Divre I Sumatera Utara menyadari bahwa lonjakan permintaan biasanya terjadi pada awal dan akhir masa libur. Oleh karena itu, penyediaan kereta fakultatif menjadi solusi strategis dalam menyeimbangkan kapasitas dan kebutuhan penumpang.
Kereta tambahan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki jadwal perjalanan fleksibel. Dengan lebih banyak pilihan, penumpang dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kebutuhan pribadi maupun keluarga.
Langkah ini sekaligus mencerminkan kesiapan KAI dalam merespons dinamika mobilitas masyarakat. Setiap peningkatan permintaan diimbangi dengan penyesuaian layanan yang terukur dan tepat sasaran.
Kehadiran KA Sribilah Utama Fakultatif menjadi bukti bahwa KAI tidak hanya mengandalkan jadwal reguler. Perusahaan juga siap melakukan penyesuaian operasional demi menjaga kepuasan pelanggan.
Imbauan Pemesanan Tiket Lebih Awal dan Kemudahan Akses Layanan
Mengingat pemesanan tiket yang terus meningkat sementara kapasitas yang tersedia terbatas, calon penumpang diimbau untuk segera merencanakan perjalanannya. Langkah ini penting agar masyarakat tidak kehabisan tiket pada tanggal keberangkatan yang diinginkan.
Pembelian tiket dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI, laman booking.kai.id, serta berbagai mitra penjualan resmi lainnya. KAI menyediakan berbagai kanal pemesanan demi memberikan kemudahan akses bagi seluruh pelanggan.
“KAI mengajak masyarakat untuk menjadikan kereta api sebagai pilihan utama karena menjamin perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari hambatan kemacetan,” katanya. Ia juga mengajak pelanggan menciptakan momen libur Imlek yang berkesan dengan perjalanan yang lancar dan penuh ketenangan bersama KAI Divre I Sumatera Utara.
Menurutnya, memilih moda transportasi kereta api memberikan kepastian waktu tempuh yang lebih stabil. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, terutama pada masa libur panjang yang biasanya diwarnai kemacetan di jalur darat.
“Dengan memilih moda transportasi kereta api, pelanggan tidak perlu merasa khawatir akan kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur darat saat libur panjang,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa KAI ingin memastikan pergerakan publik tetap lancar sehingga momen liburan dapat dinikmati tanpa kendala di perjalanan.
Kemudahan akses pemesanan tiket menjadi salah satu fokus utama KAI. Dengan sistem yang terintegrasi, pelanggan dapat melakukan transaksi secara cepat dan aman dari mana saja.
Selain itu, berbagai fitur dalam aplikasi Access by KAI memudahkan pelanggan untuk memantau jadwal, memilih kursi, serta mengelola tiket perjalanan. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.
KAI juga terus mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan kanal resmi dalam pembelian tiket. Hal ini penting untuk menghindari praktik percaloan serta memastikan transaksi berjalan sesuai prosedur.
Komitmen Peningkatan Sistem dan Kualitas Layanan
Anwar Yuli Prastyo menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat. Sebagai langkah proaktif, KAI akan melakukan peningkatan kapasitas dan optimalisasi Rail Ticketing System (RTS).
Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memperkuat performa seluruh kanal pemesanan tiket. Baik Kereta Api Jarak Jauh maupun KA Lokal akan mendapat dukungan sistem yang lebih stabil dan responsif.
Optimalisasi RTS ini dilakukan guna menghadapi lonjakan transaksi tinggi pada periode pemesanan tiket Lebaran. Meski fokus saat ini adalah libur Imlek, KAI tetap menyiapkan sistem untuk menghadapi puncak permintaan berikutnya.
“Pembaruan infrastruktur ini menggunakan teknologi yang lebih modern agar sistem dapat menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time,” katanya. Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan memastikan masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah dan lancar.
Menurutnya, dengan sistem yang lebih tangguh, risiko kendala teknis saat war tiket Lebaran dapat diminimalisir. Hal ini penting agar aksesibilitas layanan tetap terjaga secara optimal di seluruh kanal pemesanan.
KAI menilai bahwa kualitas sistem digital merupakan bagian penting dari layanan transportasi modern. Tanpa sistem yang andal, kenyamanan pelanggan dalam merencanakan perjalanan akan terganggu.
Peningkatan infrastruktur teknologi ini juga sejalan dengan transformasi digital yang tengah dijalankan KAI secara nasional. Perusahaan ingin memastikan bahwa seluruh pelanggan mendapatkan layanan yang cepat, aman, dan transparan.
Selain aspek teknologi, KAI juga terus memperhatikan kualitas pelayanan di lapangan. Petugas di stasiun maupun di dalam kereta terus dibekali pelatihan agar mampu memberikan layanan terbaik kepada penumpang.
Kebersihan, kenyamanan, dan keamanan perjalanan menjadi fokus utama yang terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan agar setiap perjalanan kereta api memberikan pengalaman positif bagi seluruh pelanggan.
Dalam menghadapi periode libur panjang, koordinasi antarunit kerja juga diperkuat. Mulai dari operasional perjalanan, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan fasilitas stasiun, semuanya disiapkan secara terpadu.
KAI berharap kesiapan ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan transportasi publik yang andal. Dengan perencanaan matang, perjalanan selama libur Imlek 2026 diharapkan berlangsung aman dan lancar.
Penyediaan 42.840 kursi ini menjadi bukti bahwa KAI serius dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Kapasitas tersebut disesuaikan dengan proyeksi permintaan yang meningkat menjelang hari besar dan cuti bersama.
Selain memberikan manfaat langsung bagi penumpang, peningkatan layanan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Mobilitas yang lancar mendukung aktivitas pariwisata, perdagangan, dan berbagai sektor lainnya.
KAI Divre I Sumatera Utara menilai bahwa peran kereta api semakin strategis dalam mendukung konektivitas regional. Dengan jaringan yang terintegrasi, masyarakat dapat berpindah antarwilayah secara lebih efisien.
Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas angkut seiring pertumbuhan kebutuhan transportasi. Setiap evaluasi operasional akan dijadikan dasar perbaikan layanan di masa mendatang.
Dalam konteks libur Imlek 2026, langkah-langkah yang diambil saat ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Dengan perjalanan yang nyaman dan tepat waktu, masyarakat dapat menikmati momen kebersamaan tanpa beban perjalanan.
Anwar Yuli Prastyo menegaskan bahwa KAI akan terus hadir sebagai mitra perjalanan masyarakat. Perusahaan berupaya memastikan setiap perjalanan tidak hanya sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga pengalaman yang aman dan berkesan.
Dengan kesiapan armada, sistem, dan sumber daya manusia, KAI optimistis dapat mengelola lonjakan penumpang selama periode libur panjang. Sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen jangka panjang KAI dalam mendukung mobilitas nasional. Dengan transportasi yang andal, konektivitas antarwilayah semakin kuat dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih produktif.
Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya. Perencanaan perjalanan lebih awal menjadi kunci agar seluruh manfaat layanan dapat dirasakan secara optimal.
KAI Divre I Sumatera Utara optimistis bahwa Imlek 2026 akan menjadi momentum perjalanan yang aman, nyaman, dan penuh kesan. Dengan dukungan layanan yang memadai, perjalanan liburan diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.