Kemenhub

Kemenhub Imbau Pemudik Lebaran 2026 Lebih Teliti Memilih Transportasi Aman Terpercaya

Kemenhub Imbau Pemudik Lebaran 2026 Lebih Teliti Memilih Transportasi Aman Terpercaya
Kemenhub Imbau Pemudik Lebaran 2026 Lebih Teliti Memilih Transportasi Aman Terpercaya

JAKARTA - Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang mudik Lebaran 2026 kembali menjadi perhatian serius pemerintah. 

Setiap tahun, periode ini selalu diiringi peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas akibat padatnya arus kendaraan dan beragamnya pilihan moda transportasi yang digunakan pemudik.

Kementerian Perhubungan menilai keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam memilih angkutan yang aman dan memenuhi standar. Karena itu, imbauan kepada pemudik kembali ditekankan agar tidak sekadar mempertimbangkan harga atau kecepatan, melainkan aspek keselamatan secara menyeluruh.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub terus mengintensifkan kampanye keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan selama masa mudik yang dikenal sebagai salah satu periode tersibuk dalam sistem transportasi nasional.

Keselamatan Perjalanan Jadi Prioritas Utama Mudik

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub, Yusuf Nugroho, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap warga negara yang melakukan perjalanan, khususnya saat mudik Lebaran. Menurutnya, perjalanan yang aman akan memberikan ketenangan bagi pemudik dan keluarganya.

“Kendaraan yang berkeselamatan merupakan harapan seluruh warga negara Indonesia, sehingga masyarakat yang akan melakukan perjalanan memiliki kenyamanan, ketenangan dalam bertransportasi dan selamat sampai tujuan,” ujar Yusuf dalam keterangan resmi pada 9 Februari 2026.

Ia menambahkan, tingginya mobilitas masyarakat pada masa Lebaran menuntut semua pihak lebih waspada. Baik penyelenggara transportasi maupun pengguna jasa harus sama-sama berperan dalam menciptakan perjalanan yang selamat dan tertib.

Kesadaran masyarakat untuk memilih angkutan yang layak jalan dinilai sangat menentukan. Tanpa kehati-hatian, risiko kecelakaan dapat meningkat meskipun pengawasan dari pemerintah telah diperketat.

Pentingnya Memahami Ciri Angkutan Berkeselamatan

Kemenhub menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh bagaimana cara mengenali kendaraan umum yang memenuhi standar keselamatan. Padahal, informasi tersebut sangat penting, terutama bagi pemudik yang menggunakan bus, travel, atau kendaraan sewa.

“Penting juga bagi warga untuk mengetahui seperti apa cara memilih kendaraan yang berkeselamatan,” kata Yusuf. Ia menekankan bahwa pemudik perlu memperhatikan kondisi fisik kendaraan, kelengkapan administrasi, serta hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Pemilihan angkutan yang tepat akan mengurangi risiko gangguan selama perjalanan, mulai dari kerusakan kendaraan hingga potensi kecelakaan akibat kelalaian teknis. Dengan memahami ciri angkutan yang aman, masyarakat dapat menjadi pengguna transportasi yang lebih cerdas.

Kesadaran ini juga diharapkan mendorong operator angkutan untuk terus menjaga standar layanan dan keselamatan demi kepercayaan penumpang.

Rampcheck Jadi Alat Utama Pengawasan Angkutan Umum

Untuk memastikan angkutan umum benar-benar layak jalan, Kemenhub bersama dinas perhubungan di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota secara rutin melakukan inspeksi keselamatan atau rampcheck. Pemeriksaan ini menjadi salah satu instrumen utama dalam pengawasan angkutan Lebaran.

Rampcheck mencakup pemeriksaan aspek teknis dan administrasi kendaraan. Mulai dari kondisi rem, ban, lampu, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan dan kompetensi pengemudi, semuanya diperiksa sebelum kendaraan diizinkan beroperasi melayani masyarakat.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan negara terhadap keselamatan warganya. Terutama bagi pemudik yang menggunakan angkutan umum untuk bepergian atau bersilaturahmi ke kampung halaman.

Hasil rampcheck menjadi penentu apakah sebuah kendaraan layak mengangkut penumpang. Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan akan langsung diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Stiker Kelaikan Jalan Jadi Penanda Penting

Hasil inspeksi rampcheck dapat dikenali secara visual melalui stiker yang ditempelkan pada kaca depan kendaraan. Stiker ini menjadi tanda sederhana namun penting bagi masyarakat dalam memilih angkutan yang aman.

Kendaraan yang dinyatakan memenuhi persyaratan keselamatan akan mendapatkan stiker lulus uji. Sebaliknya, kendaraan yang tidak memenuhi standar akan diberi stiker silang berwarna merah sebagai peringatan bagi calon penumpang.

“Untuk masyarakat tolong diperhatikan stiker yang tertempel di kaca depan kendaraan yang akan dinaiki atau disewa,” ucap Yusuf. Ia menegaskan, stiker tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan hasil pemeriksaan nyata di lapangan.

“Apabila menemukan kendaraan dengan stiker silang warna merah, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan tersebut karena terindikasi tidak memenuhi aspek keselamatan,” katanya. Imbauan ini diharapkan benar-benar diperhatikan oleh pemudik demi keselamatan bersama.

Manfaatkan Aplikasi Digital Mitra Darat

Selain pengecekan visual melalui stiker, Kemenhub juga mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital. Salah satu inovasi yang dapat digunakan adalah aplikasi Mitra Darat milik Kemenhub.

Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk memeriksa status kelaikan jalan angkutan umum hanya dengan memasukkan nomor pelat kendaraan. Informasi yang ditampilkan mencakup hasil pemeriksaan keselamatan kendaraan tersebut.

“Caranya dengan mengakses aplikasi Mitra Darat dan masukkan pelat nomor kendaraan sehingga akan muncul status keselamatan kendaraan,” ujar Yusuf. Dengan cara ini, pemudik bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat sebelum memutuskan menggunakan suatu angkutan.

Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan keselamatan transportasi. Semakin banyak masyarakat yang peduli, semakin besar pula peluang terciptanya mudik Lebaran yang aman dan nyaman.

Melalui kombinasi pengawasan pemerintah dan kesadaran masyarakat, Kemenhub berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan yang terpenting, selamat hingga tujuan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index