Kemdiktisaintek

Beasiswa Garuda Sarjana 2026 Disiapkan Kemdiktisaintek Perkuat Talenta Unggul Nasional Indonesia Global

Beasiswa Garuda Sarjana 2026 Disiapkan Kemdiktisaintek Perkuat Talenta Unggul Nasional Indonesia Global
Beasiswa Garuda Sarjana 2026 Disiapkan Kemdiktisaintek Perkuat Talenta Unggul Nasional Indonesia Global

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia berdaya saing internasional terus diperkuat melalui berbagai kebijakan strategis. 

Salah satunya diwujudkan lewat pembukaan Program Beasiswa Garuda Sarjana Tahun 2026. Program ini dirancang untuk menjaring dan membina talenta terbaik bangsa agar mampu berkontribusi langsung pada pembangunan nasional. Melalui skema pendidikan berkualitas, pemerintah berharap lahir generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengambil peran sentral dalam langkah ini. Beasiswa Garuda Sarjana menjadi instrumen penting untuk mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi bermutu. Selain membuka peluang belajar di dalam negeri, program ini juga mengintegrasikan pengalaman akademik internasional. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan jangka panjang Indonesia.

Prioritas Pemerintah Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu. Menurutnya, daya saing bangsa sangat ditentukan oleh kualitas talenta yang dimiliki. Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan menjadi langkah strategis yang tidak dapat ditawar.

“Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” katanya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mencetak lulusan berkelas dunia. Pendidikan tinggi tidak hanya dipandang sebagai sarana akademik, tetapi juga sebagai fondasi kekuatan nasional. Melalui Beasiswa Garuda, arah kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam program konkret.

Brian juga menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda bertujuan memilih talenta terbaik bangsa. Para penerima akan mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan kelas dunia. Mulai tahun 2026, pemerintah memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree. Skema ini melibatkan perguruan tinggi luar negeri yang memiliki reputasi akademik tinggi.

Skema Joint Degree Dan Seleksi Objektif

Pengembangan skema joint degree dan double degree menjadi pembaruan penting dalam Beasiswa Garuda Sarjana. Melalui skema ini, mahasiswa dapat menempuh sebagian masa studi di Indonesia dan sebagian lainnya di luar negeri. Pendekatan tersebut diharapkan memperkaya wawasan akademik dan pengalaman global mahasiswa. Dengan demikian, lulusan memiliki perspektif internasional tanpa meninggalkan konteks nasional.

“Kita juga akan memilih talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa penguatan perguruan tinggi dalam negeri tetap menjadi perhatian utama. Kolaborasi internasional dilakukan sebagai nilai tambah, bukan pengganti peran kampus nasional.

Brian menekankan bahwa proses seleksi Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara objektif. Program ini terbuka bagi seluruh peserta yang memenuhi kriteria. Transparansi dan keadilan menjadi prinsip utama dalam proses seleksi. Pemerintah ingin memastikan bahwa kesempatan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh talenta terbaik bangsa.

Bagian Dari Program Prioritas Presiden

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan bahwa Beasiswa Garuda Sarjana merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto. Program ini terintegrasi dalam ekosistem SMA Unggul Garuda. Integrasi tersebut bertujuan menciptakan jalur pembinaan talenta secara berkelanjutan sejak pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.

Program Beasiswa Garuda sendiri telah dimulai sejak 2025. Sejak awal pelaksanaannya, program ini mendukung ratusan mahasiswa Indonesia. Para penerima beasiswa menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia. Hal ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendorong pendidikan global.

“Di tahun 2025 kami telah mendukung kurang lebih 416 penerima Beasiswa yang saat ini berkuliah di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia,” ucapnya. Capaian tersebut menjadi landasan kuat untuk pengembangan program di tahun berikutnya. Pemerintah menilai hasil awal program ini cukup positif dan layak diperluas.

Penyesuaian Sistem Seleksi Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, sistem seleksi Beasiswa Garuda Sarjana mengalami sejumlah penyesuaian. Ahmad Najib Burhani menjelaskan bahwa perubahan dilakukan agar program lebih terukur. Penyesuaian ini juga dimaksudkan agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Dengan demikian, output pendidikan dapat memberikan dampak nyata bagi negara.

Salah satu perubahan utama adalah penetapan tujuan studi berdasarkan peringkat program studi terbaik dunia. Penilaian tidak lagi berfokus pada peringkat universitas secara umum. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan keahlian spesifik. Pemerintah ingin memastikan bahwa bidang studi yang dipilih benar-benar unggul secara akademik.

Selain itu, pada seleksi tahun 2026, Letter of Acceptance tidak lagi menjadi syarat utama. Kebijakan ini diambil untuk memperluas akses dan mengurangi hambatan administratif. Seleksi akan lebih menekankan pada potensi dan rekam jejak akademik peserta. Langkah ini diharapkan memberi kesempatan lebih adil bagi calon penerima.

Fokus Bidang Prioritas Nasional

Penyesuaian seleksi Beasiswa Garuda Sarjana juga diarahkan untuk mendukung sepuluh bidang prioritas nasional. Bidang tersebut meliputi kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, dan digitalisasi. Selain itu, hilirisasi industri, energi, hukum, serta kebijakan publik juga menjadi fokus utama. Penetapan ini disesuaikan dengan agenda pembangunan nasional jangka panjang.

“Tahun ini sudah dipilih 100 ranking subject, jadi rankingnya berdasarkan kepada bidang studi atau prodi yang terbaik berdasarkan QS,” tutur Najib Burhani. Penekanan pada peringkat bidang studi diharapkan menghasilkan lulusan dengan keahlian yang tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bahwa investasi pendidikan sejalan dengan kebutuhan strategis bangsa.

Melalui Beasiswa Garuda Sarjana 2026, pemerintah berharap lahir generasi cendekiawan muda yang unggul. Selain berprestasi secara akademik, para penerima diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. Program ini menjadi bagian penting dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index