JAKARTA - Pasar modal Indonesia menunjukkan ketangguhannya di pekan kedua Februari 2026.
Setelah mengalami tekanan di awal bulan, IHSG berhasil mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut, didorong oleh aksi beli selektif investor pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dan sentimen positif dari rilis data pertumbuhan ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi konsensus. Penguatan ini memberikan sinyal optimisme bahwa indeks tengah berupaya membentuk basis support yang lebih tinggi untuk melanjutkan tren naik (uptrend) jangka menengah.
Analisis Pergerakan Pasar: Momentum Bullish Kembali Hadir
Penguatan IHSG yang terjadi hari ini didominasi oleh aliran masuk modal asing (foreign inflow) di sektor perbankan dan infrastruktur. Indeks terpantau bergerak stabil di zona hijau sejak pembukaan perdagangan, mencerminkan kepercayaan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi nasional tahun 2026.
Faktor Pendukung: Penguatan nilai tukar Rupiah dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.
Level Teknis: IHSG saat ini tengah menguji area resistance kuat di kisaran 7.450 – 7.520. Jika level ini berhasil ditembus dengan volume yang signifikan, target selanjutnya berada di level psikologis 7.600.
5 Saham Jagoan Analis Untuk Hari Ini
Berdasarkan konsensus analis dan indikator teknikal, berikut adalah lima saham yang dinilai memiliki potensi keuntungan (upside) menarik:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - BMRI
Sebagai motor penggerak indeks, BMRI menunjukkan pola akumulasi yang kuat.
Pandangan: Ekspansi kredit korporasi yang solid menjadi katalis utama. Target harga berada di level Rp7.200.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk - TLKM
Sektor telekomunikasi mulai dilirik kembali seiring dengan stabilnya perang tarif dan peningkatan penggunaan data.
Pandangan: Saham TLKM terlihat membentuk pola double bottom, indikasi pembalikan arah menuju tren naik.
PT United Tractors Tbk - UNTR
Kenaikan harga komoditas global memberikan sentimen positif bagi penyedia alat berat ini.
Pandangan: Efisiensi operasional dan diversifikasi ke sektor mineral hijau memperkuat profil risiko perusahaan.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk - ICBP
Sektor konsumsi menjadi pilihan aman (defensive play) di tengah dinamika pasar.
Pandangan: Daya beli masyarakat yang terjaga mendukung pertumbuhan volume penjualan produk bermerek.
PT Adaro Energy Indonesia Tbk - ADRO
Emiten tambang ini tetap menarik berkat kebijakan dividen yang royal dan efisiensi biaya produksi.
Pandangan: Secara teknikal, ADRO masih bertahan di atas garis Moving Average 50 hari, menandakan tren yang masih terjaga.