Kripto

Harga Kripto Menguat Hari Ini, Investor Ramai Borong Ethereum dan Altcoin

Harga Kripto Menguat Hari Ini, Investor Ramai Borong Ethereum dan Altcoin
Harga Kripto Menguat Hari Ini, Investor Ramai Borong Ethereum dan Altcoin

JAKARTA - Pergerakan pasar aset digital kembali menunjukkan gairah pada perdagangan Selasa, 17 Februari 2026. Setelah sempat tertekan di awal pekan, sejumlah kripto utama berbalik arah dan mencatatkan kenaikan dalam 24 jam terakhir. Penguatan ini memunculkan optimisme baru di kalangan pelaku pasar, terutama terhadap altcoin yang mulai dilirik investor.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga merambah sejumlah altcoin papan atas. Ethereum, BNB, hingga Solana sama-sama mencatatkan penguatan dalam perdagangan harian. Momentum ini menjadi sinyal bahwa minat terhadap aset kripto kembali meningkat.

Penguatan Bitcoin dan Pergerakan Sepekan

Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, BTC hari ini bergerak menguat 0,84% selama perdagangan 24 jam ke harga US$ 69.066 atau sekitar Rp 1,16 miliar (asumsi kurs Rp 16.837). Namun jika ditarik pada perdagangan sepekan terakhir, harga BTC masih tercatat melemah 1,75%.

Kenaikan tipis dalam sehari terakhir tersebut belum sepenuhnya menghapus tekanan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya. Secara mingguan, pergerakan BTC masih menunjukkan koreksi, menandakan bahwa volatilitas pasar kripto tetap tinggi dan sensitif terhadap sentimen global maupun aksi pelaku besar.

Altcoin Ikut Terkerek, Ethereum Pimpin Penguatan

Kemudian untuk ETH, tercatat menguat 2,11% ke harga US$ 2.002 atau sekitar Rp 33,7 juta. Penguatan juga terjadi pada token BNB sebesar 2,01% di perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 627,57. Sementara SOL menguat 1,1% ke harga US$ 86,9 sepanjang perdagangan 24 jam.

Kenaikan ETH yang lebih tinggi dibanding BTC menjadi sorotan tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai melakukan diversifikasi dan memanfaatkan momentum pemulihan untuk mengakumulasi altcoin, terutama Ethereum yang memiliki ekosistem kuat dalam pengembangan aplikasi terdesentralisasi.

Tekanan Sebelumnya dan Aksi Jual Institusi

Kemudian berdasarkan data The Block, BTC tercatat melemah pada perdagangan di hari sebelumnya, Senin (16/2), ke harga US$ 67.374 atau sekitar Rp 1,13 miliar. Pelemahan harga ini dipicu oleh aksi jual bersih yang dilakukan investor institusi yang mengurangi porsinya di BTC.

Tekanan jual dari investor institusi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga. Ketika institusi besar melakukan rebalancing portofolio, dampaknya sering kali terasa signifikan terhadap pergerakan harga, mengingat besarnya nilai transaksi yang mereka lakukan di pasar.

Strategi Harvard Management dan Peralihan ke Ethereum

Harvard Management Company misalnya, mengurangi porsi kepemilikan BTC di perdagangan ETF Bitcoin untuk membangun fondasi di EHT. Institusi tersebut tercatat telah mengakuisisi iShares Ethereum Trust milik BlackRock senilai US$ 86,8 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Langkah tersebut mencerminkan strategi diversifikasi yang mulai condong ke Ethereum. Akuisisi dalam jumlah besar terhadap produk berbasis ETH memperlihatkan adanya keyakinan jangka panjang terhadap prospek jaringan Ethereum, terutama dalam konteks adopsi institusional yang terus berkembang.

Dominasi Bitcoin Masih Terjaga

Namun begitu, kepemilikan Harvard Management terhadap BTC masih tercatat lebih tinggi ketimbang ETH. Hingga akhir kuartal IV 2025, Harvard Management tercatat memiliki BTC senilai US$ 265,8 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun.

Data tersebut menegaskan bahwa meski terjadi pengurangan porsi, Bitcoin tetap menjadi aset kripto utama dalam portofolio institusi tersebut. Posisi BTC yang masih dominan menunjukkan bahwa aset ini tetap dianggap sebagai penyimpan nilai utama di tengah dinamika pasar kripto yang fluktuatif.

Kombinasi antara kenaikan harga harian dan pergeseran strategi institusi memberi warna tersendiri pada perdagangan kali ini. Investor ritel maupun institusi tampak memanfaatkan momentum koreksi sebelumnya untuk masuk kembali ke pasar, khususnya pada Ethereum yang mencatat penguatan lebih agresif.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati arus dana institusional serta sentimen global. Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah reli ini mampu berlanjut atau kembali terkoreksi seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index